NMAA News – Generasi generasi kelima Toyota AE86 Sprinter Trueno milik Drift King Keiichi Tsuchiya sudah menemaninya selama puluhan tahun.
Manuver berkendara seperti menari di atas aspal membuat dirinya mendapat gelar Drift King dan memenangkan kejuaraan Drift internasional.

Tak heran banyak yang memilih AE86 alias hachi-roku (86, bahasa Jepang), ketimbang AE85 (hachi-go, 85), karena selain mesin kencang, juga sudah dilengkapi transmisi T50, 5 percepatan close ratio, lantas LSD pada diferensialnya (opsional), serta rem cakram di roda belakang.
Dari spek tersebut, Keiichi Tsuchiya pun memodifikasinya lagi sejumlah komponen.
Mesin bawaan Toyota 4A-GE 1.587 cc mendapat sejumlah komponen aftermarket, dari Toda Racing, mengisi tempat camshaft gandanya.
Untuk intake berdurasi 272 derajat, sedangkan exhaust 288 derajat.
Tsuchiya mengaplikasikan porting polished serta beberapa gubahan pada mesin yang menggunakan piston Toda Racing.

Komputer mesin alias ECU menggunakan merek Freedom yang bisa pengganti 4 throttle milik 4A-GE.
Hasil modifikasi tersebut dapat mendongkrak tenaga hingga mencapai 175 dk yang disalurkan melalui transmisi TRD 5 kecepatan.
Lalu diteruskan ke gardan belakang dengan gigi akhir 4,778 : 1 dan LSD TRD (2-way).

Kaki-kaki menjadi andalan untuk aksi drifting ini, AE86 ini mengandalkan peranti dari TRD.
Seperti damper depan-belakang spesial untuk AE86, per dengan spek 8 kg (depan-belakang), begitu pun untuk stabilisator dan bushing-bushingnya menggunakan TRD.
Pelek Work Meister CR01 berukuran 15×8.5 inci bersanding dengan ban Goodyear 195/50R15.
Kiprahnya di dunia “kepot” ini membuat Tsuchiya semakin populer sebagai ikon drift dunia.

