NMAA News – Industri kreatif otomotif Indonesia masuki babak baru dengan peluncuran Kick Off Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 pada 20 Januari 2026 lalu di IMX Hub, Bandung, Jawa Barat.
Acara kick off IMX dan peresmian IMX Hub ini menegaskan posisi modifikasi bukan sekadar hobi, melainkan pilar strategis ekonomi kreatif yang menyatukan desain, teknologi, dan nilai tambah ekonomi.
Acara dihadiri jajaran pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain: Andre Mulyadi selaku Project Director IMX; Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung; Yuke Sri Rahayu selaku Deputi Bidang Kreativitas Budaya, dan Desain di Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Turut hadir pula; Sabar Norma Megawati Panjaitan selaku Direktur Arsitektur & Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif; Patia Junjungan Maningdo selaku Ketua Tim Kerja Industri Alat Transportasi Darat – EV, Direktorat IMATAP, Ditjen ILMATE, Kemenperin; dan Ronny Ahmad Nurudin selaku Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, menyampaikan apresiasi tinggi kepada National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) atas konsistensi mereka.
Dijelaskan Yuke, industri modifikasi dan aftermarket adalah ruang ekspresi kreativitas dan inovasi desain sekaligus penggerak nilai tambah ekonomi kreatif.
“Di dalamnya terlibat desainer, teknisi, perajin, brand lokal, hingga UMKM kreatif yang menciptakan lapangan kerja dan daya saing produk Indonesia,” imbuh Yuke.

Tak lupa, Yuke juga menekankan bahwa pemerintah memandang IMX 2026 sebagai sebuah ekosistem besar, bukan sekadar pameran biasa.
Rencana perluasan tiga hall baru di ICE BSD dan rangkaian program Road to IMX, serta kolaborasi lintas merek dan dan komunitas, membuat IMX berpotensi memperkuat rantai nilai industri kreatif otomotif.
Rantai industri kreatif tersebut dimulai dari ide, produksi, promosi, hingga akses menjanjikan untuk kontek pasar nasional dan internasional.
“Ini sejalan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong kreativitas berbasis desain, teknologi, dan keberlanjutan,” pungkas Yuke.

Paralel dengan visi pengembangan ekosistem tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut memberikan apresiasi mendalam atas hadirnya IMX Hub yang berlokasi di Jalan Naripan No. 30, Bandung.
IMX Hub merupakan ruang fisik kolaboratif pertama di Indonesia yang mengusung konsep “Modern Loft meets Automotive Lifestyle”, yang menghadirkan atmosfer pameran otomotif, kafe tematik, hingga pusat komunitas setiap hari bagi warga Bandung dan para pelancong.
Menurut Farhan, dunia otomotif adalah tempat bersatunya teknologi dan seni. Inilah yang akhirnya menyatukan dua mazhab berbeda.
“Teknologi harus dikuasai, tanpa teknologi, otomotif tidak ada apa-apanya. Namun, harus ada sentuhan seni. Tanpa sentuhan desain dan ergonomis, otomotif hanya mesin biasa saja,” jelas Farhan.
IMX 2026 diproyeksikan akan menjadi panggung bagi brand lokal untuk menembus pasar internasional. Hal ini membuktikan, karya modifikator Indonesia memiliki standar kualitas global yang mampu bersaing di level tertinggi.

