NMAA News – Saat kesempatan bersua dengan media di hari keenam gelaran IIMS 2026 pada Selasa (10/2/2026) lalu, BYD Indonesia menjelaskan rinci mengenai keunggulan fitur teknologi e-Platform yang disematkan pada produknya yang dipasarkan di Indonesia.
BYD Indonesia mengungkapkan, e-Platform ini merupakan karya teknologi tercanggih yang mereka terapkan untuk menghasilkan produk mengedepankan perpaduan kebutuhan masa depan lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan.
BYD menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai keunggulan kompetitif, melainkan sebagai DNA yang membentuk seluruh arah pengembangannya. Hasilnya, sejumlah produk canggih yang sebagian sudah dipasarkan di Indonesia.

Usung semangat “Technological Innovation for a Better Life”, DNA teknologi mendorong BYD melampaui batas konvensional otomotif. Kendaraan tidak lagisekadar kumpulan komponen, tetapi sebagai sistem cerdas yang dirancang bekerja secara presisi, adaptif, dan berkelanjutan dalam kondisi nyata.
Dalam sambutan di awal sebelum memulai briefing teknologi BYD saat IIMS 2026 tersebut, Luther Panjaitan selaku Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia menyebut kalau BYD percaya masa depan mobilitas dibangun melalui lompatan teknologi.
“Sesi Technology Talk BYD ini guna mengenal lebih jauh evolusi teknologi BYD. Salah satunya, pengembangan e-Platform yang terus berevolusi dan menjadi landasan berbagai terobosan kendaraan listrik BYD dari waktu ke waktu,” beber Luther.

DNA BYD terletak pada kemampuan pihaknya mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang hadirkan performa dan keselamatan secara konsisten.
Hal senada juga disampaikan Bobby Bharata, Head of Product BYD Indonesia. Menurutnya, dengan semangat inovasi tenologi untuk kehidupan yang lebih baik, BYD terus hadirkan pendekatan pengembangan kendaraan yang bersifat transformatif.
“Teknologi berfungsi sebagai fondasi yang mengatur aliran tenaga, menjaga stabilitas, dan mengoptimalkan respons kendaraan dengan tingkat presisi tinggi. Bahkan dalam kondisi berkendara yang menuntut performa dan keselamatan lebih ekstrem,” paparnya.

Fondasi ini, lanjutnya, kemudian diwujudkan dalam pengembangan platform kendaraan listrik generasi terbaru BYD, sebuah arsitektur terintegrasi yang menjadi tulang punggung inovasi performa, kendali, dan kecerdasan kendaraan BYD.
“Nah, pendekatan teknologi yang sistematis, terukur, dan inovatif itulah yang kami sebut dan dikenal sebagai e-Platform. Yakni teknologi mobilitas kekinian yang merepresentasikan DNA teknologi BYD dalam bentuk paling nyata,” jelas Bobby.
Bobby juga menambahkan, dengan inovasi teknologi terintegrasi tersebut, BYD juga sudah mematenkan teknologi platform ciptaannya tersebut dengan nama atau kode berjuluk; e3 Platform dan e4 Platform.

Teknologi e3 Platform dengan Tiga Motor Elektrik
Adapun teknologi e3 Platform dikembangkan sebagai fondasi kendaraan listrik performa unggul yang memadukan sekaligus menyeimbangkan antara output tenaga, kendali, fleksibilitas, dan keselamatan tingkat tinggi.
Wujud implementasi paling mudah hasil karya teknologi e3 Platform ini bisa dilihat pada sosok Denza Z9 GT saat muncul perdana merek Denza di Indonesia, 22 Januari 2025. Berlanjut penampilan perdananya untuk publik di IIMS 2025 dan GIIAS 2025.
“Model Denza Z9 GT ini sudah representasik sesungguhnya penerapan e3 Platform secara menyeluruh. Bukan sebagai kumpulan sistem terpisah, melainkan sebagai arsitektur terintegrasi sejak tahap perancangan dimulai,” lanjut Bobby.
Keunggulan utama e3 Platform terletak pada konfigurasi sematan tiga motor listrik independen yang mengatur distribusi tenaga dan torsi dengan presisi tingkat lanjut.

Pendekatan tiga motor listrik ini memungkinkan fleksibilitas karakter dan performa berkendara. Mulai akselerasi responsif hingga kestabilan optimal di berbagai kondisi jalan.
Pada salah satu model unggulan Denza Z9 GT, konfigurasi tersebut menunjukkan bagaimana performa dapat dicapai dengan respons instan tanpa korbankan kontrol dan rasa aman.
Menurut Bobby, dari aspek struktur, e3 Platform mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB). Sang baterai terintegrasi langsung dalam struktur bodi. Desain ini meningkatkan kekakuan torsional kendaraan.
Sehingga mendukung presisi kemudi dan stabilitas saat bermanuver. “Sekaligus perkuat perlindungan pada skenario tabrakan. Termasuk frontal impact dan side pole impact,” lanjutnya.

Untuk menunjang dinamika berkendara, e3 Platform dilengkapi Independent Rear Wheel Steering yang memungkinkan roda belakang berbelok secara independen.
Pada kecepatan rendah, sistem ini memperkecil radius putar dan memudahkan manuver di ruang terbatas. Sedangkan pada kecepatan maksimal, meningkatkan stabilitas dan percaya diri saat melaju atau berpindah jalur.
Seluruh fungsi performa dan dinamika tersebut dikendalikan Vehicle Motion Control (VMC) yang memantau kondisi kendaraan secara real-time. Sistem ini secara aktif koordinasikan distribusi tenaga, pengereman, dan respons kendaraan.
Sehingga sistem VMC ini akhirnya berguna menjaga kestabilan serta keselamatan dalam berbagai situasi, performa dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dari aspek kecerdasan kendaraan, e3 Platform dibekali sistem Intelligent Driving didukung 33 sensor berkendara dan dua sensor LiDAR.
Perpaduan ini memungkinkan pemetaan lingkungan dengan akurat, mendukung fitur Compass Turning untuk parallel parking dan Narrow Road Parking.
Untuk aspek fun to drive, pengemudi bisa sesuaikan karakter berkendara melalui pengaturan drifting motor belakang, memberi kontrol respons lebih presisi sesuai preferensi.
Ia menjelaskan, kalau mobil listrik BYD yang menggunakan platform E3 ini punya tiga motor listrik. Satu di depan dan dua di belakang kiri dan kanan.
“Singkatnya, poin paling utama dari E3 Platform ini adalah; platform ini punya 3 independent motor electric yang kinerjanya sesuai kebutuhan dan preferensi berkendara,” imbuh Boby.
Tak heran, dengan dukungan tiga motor listrik ini, dalam mode Sport, daya Denza Z9 sangat brutal dan ‘menyeramkan’, setara hypercar. Total performanya bisa menembus 710 kW (965 PS) dengan torsi raksasa 1.150 Nm!

Fitur RWS dan ‘Crab Walk’ yang Estetik dan Mudahkan Manuver
Dari sekian banyak fitur yang disematkan pada teknologi platform BYD ini, yang paling cool dan unik dari E3 platform ini adalah, keberadaan fitur Independent Rear Wheel Steering (RWS).
Dengan RWS ini, ban belakang mobil tidak hanya pasif lempeng saja, namun ikut aktif bergerak belok kiri-kanan secara independen. Arah beloknya berlawanan ban depan. Saat ban depan belok kanan, maka ban belakang belok mengarah kiri.
Bagi Anda yang sudah ‘main mobil’ di era 1990-an, teknologi 4-wheel steering (4-WS) ini sebenarnya bukan hal baru di Tanah Air. Pasalnya, di era 1990-an Honda Indonesia pernah memasukkan edisi terbatas Honda Accord Maestro 4-WS ini.

Fungsi 4-WS ini memang memudahkan manuver di jalan sempit, terutama saat mau parkir atau putar-balik dengan lebar jalanan minim. Karena ban belakang ikut belok, radius putar jadi minim. Cocok saat putar balik di jalanan Jakarta yang terbatas.
Fungsi estetik dan unik lainnya, fungsi Crab Walk (Jalan Kepiting, red.). Sesuai namanya, fitur ini paling mengundang ‘flexing’ depan publik. Lah, kenapa bisa?
Ya, jika memanfaatkan fitur ini, mobil secara otomatis bisa bergerak menyamping buat parkir paralel yang super terbatas dan dalam prediksi lahan parkir tidak bisa dimasuki lagi.
Dengan memanfaatkan otomotisasi, sebetulnya si mobil juga sudah bisa bergerak mencari parkir secara sendiri. Kendati bergerak atau masuk area parkirnya sempit sekali. “Kita sebutnya ini dengan teknologi crab walk atau jalan kepiting ya.”

e4 Platform Sajikan Arsitektur Performa Ekstrem yang Presisi
Inovasi terus dikembangkan BYD. Saat e3 Platform masih panjang durasi pakainya, BYD terus kembangkan teknologinya melalui e4 Platform yang dirancang hadirkan extraordinary performance dengan presisi optimal.
Platform ini direpresentasikan Yangwang U9, model performa yang sebelumnya juga sempat tampil di Indonesia sebagai unit display, sekaligus memperlihatkan kemampuan Platform dalam mendorong batas performa kendaraan listrik.
Keunggulan e4 Platform terletak pada konfigurasi empat motor listrik independen yang memungkinkan kontrol individu pada setiap roda.

Konfigurasi quad motor ini menyajikan pengaturan tenaga dan torsi yang presisi, menghasilkan akselerasi sangat cepat dengan kendali dan stabilitas tetap terjaga, bahkan dalam kondisi ekstrem.
Hasilnya, Yangwang U9 Xtreme mencatat kecepatan maksimum hingga 496,22 km/jam. Prestasi ini menunjukkan kemampuan platform mengelola tenaga, aerodinamika, dan kestabilan kendaraan pada kecepatan sangat signifikan. Termasuk di luar batas penggunaan konvensional.
Mendukung performa tersebut, e4 Platform mengadopsi Next Generation Cell-to-Body (CTB) yang menurunkan center of gravity secara signifikan. Dikombinasi kekakuan torsional tinggi, arsitektur ini menghasilkan keseimbangan optimal serta respons kemudi cepat dan presisi.
Struktur kendaraan diperkuat melalui high-performance chassis dengan material carbon fiber integrated, serta kombinasi carbon steel dan aluminium. Pendekatan ini mengurangi bobot tanpa mengorbankan kekuatan struktural, sehingga mendukung karakter manuver yang tajam dan terkendali.

Melalui e3 dan e4 Platform, BYD menghadirkan arsitektur kendaraan listrik berlapis untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari keseimbangan performa dan kendali hingga eksplorasi performa ekstrem.
Seluruh pengembangan ini berangkat dari prinsip bahwa teknologi harus relevan dalam penggunaan sehari-hari.
Integrasi sistem penggerak, struktur kendaraan, dan kecerdasan kontrol mencerminkan kapabilitas ahli R&D BYD dalam merancang solusi mobilitas listrik yang maju, terukur, aman, dan berorientasi pada pengalaman pengguna, sebagai fondasi ekosistem mobilitas masa depan berkelanjutan.

