NMAA News – Di tengah hiruk-pikuk tren restomod klasik yang kian menggila, satu proyek terbaru dari Icon 4×4 kembali menarik semua mata ke panggung modifikasi.
Sebuah pickup klasik Chevrolet Thriftmaster era 1950-an yang telah direkayasa ulang kini dilepas dengan banderol yang menurut banyak pengamat bisa lebih mahal dari rumah pertama kebanyakan orang, sebuah cap yang bukan sekadar retorika.
Restomod Thriftmaster ini bukan sekadar restorasi biasa. Icon 4×4, bengkel modifikasi berbasis di Los Angeles yang dikenal piawai membalut sentuhan modern ke kendaraan klasik, mengganti jantung mekanis aslinya dengan mesin V8 LS3 6.2-liter bertenaga 440 hp, berpadu dengan transmisi otomatis dan sasis yang telah diperkokoh ulang.

Bukan cuma performa yang dirombak, suspensi independen empat roda, rem Brembo, dan sistem setir rack and pinion dipasang untuk memastikan mobil klasik ini tak hanya kuat secara garis lurus, tetapi juga sigap saat menikung.
Velg 18 inci aluminium dengan ban Michelin Pilot Sport mempertegas karakter restomod yang agresif sekaligus homolog untuk penggunaan harian.

Namun perubahan paling dramatis mungkin justru terjadi di dalam kabin. Meski tampilan luar masih memancarkan aura otentik mid-century, interiornya kini tampil lebih elegan dengan trim kulit cokelat, lantai karpet wol, serta headliner Alcantara detail yang menyuntikkan rasa vintage luxe tanpa menghilangkan nuansa orisinalnya.

Fitur hiburan modern pun hadir tersembunyi, termasuk sistem audio dengan konektivitas Bluetooth.
Harga untuk proyek semacam ini pun mencerminkan skala pekerjaannya. Icon 4×4 mematok harga mulai sekitar $225,000 (sekitar Rp 3,6 miliar) untuk sebuah Thriftmaster custom, angka yang dapat melonjak lebih tinggi tergantung opsi build yang dipesan.

Angka ini jelas jauh di atas nilai pasar rata-rata Thriftmaster orisinal yang sering terlihat di lelang hanya di kisaran puluhan ribu dollar saja.
Dalam lanskap collector car dan restomod, proyek seperti Thriftmaster ini mencerminkan bagaimana nostalgia, eksklusivitas, dan performa modern dapat menyatu menjadi paket yang bukan sekadar alat transportasi, melainkan karya seni berjalan yang diburu kolektor kelas atas.

