Sistem Kelistrikan Mobil Aman Saat Steam Ruang Mesin, Waspadai Saat di Wilayah Pesisir Pantai

0
- Advertisement -

NMAA News – Dalam pembahasan virtual tentang sistem elektrikal kendaraan yang merupakan bagian dari POWERS (Petrol & Papers, Oil, Waters, Electrical, Rubber, dan Safety), pereli nasional dan brand ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar menyebutkan, sistem kelistrikan mobil rentan dengan terpaan air cucian mobil dan air laut.

Di hadapan sejumlah media secara daring, Selasa (15/12/2021) di Jakarta, Rifat mengatakan saat mencuci mesin harap diperhatikan tekanan air jangan terlalu kuat. Lantaran bisa menyebabkan kendornya soket kabel seperti di lampu atau kepala aki.

“Kalau sistem elektrikalnya, saat mau steam atau cuci mobil termasuk ruang mesinnya, ya cuci saja semua, karena sekarang perkabelan di ruang mesin rata-rata sudah waterproof, semua sudah anti-air. Hanya saja perhatikan tekanan air saat menerpa soket terbuka seperti kepala aki atau soket terminal klakson, lampu dan perangkat lainnya yang mudah terlihat soketnya. Bisa bikin kendor jadinya,” ucap Rifat.

Jadi kini menurut Rifat, tak perlu paranoid untuk mencuci ruang mesin ketika sudah terlihat kotor. Untuk mobil kekinian dengan air suspension, menurut Rifat jangan lupa untuk di-lock posisi ketinggian suspensinya, agar memudahkan proses pencucian hingga ke kolong mobil.

Ditambahkan Rifat, untuk masalah cuci mobil sendiri, yang perlu diperhatikan jangan pernah cuci mobil dalam keadaan panas. Karena musuh mesin panas adalah air. Itu harus dihindari. Tekanan air di rumah juga tidak berpotensi merusak, karena tekanannya berbeda dengan di tempat pencucian mobil.

Terkait mobil listrik, tahap pencuciannya juga sama seperti mobil bensin konvensional. Tidak perlu kawatir bakal ada error usai dicuci steam seluruhnya. Menurut Rifat, mobil listrik sudah didesain sedemkian rupa yang tidak menyebabkan bermasalah saat terkena hujan, proses pencucian, hingga bertemu banjir dengan kondisi ketinggian tertentu.

Bila mobil kita harus berjalan ke suatu daerah yang udaranya mengandung kadar garam tinggi seperti di pinggir pantai dan dalam kondisi cukup lama, maka disarankan untuk membersihkan mobil secara keseluruhan. Termasuk memeriksa kondisi soket kabel guna memastikan tidak ada genangan atau percikan air laut menempel.

“Bila terpaksa harus jalan ke suatu tempat dan bertemu air laut yang menggenang di jalan pinggir pantai, tidak harus khawatir karena kita punya ‘golden time’. Tapi golden time berlaku ketika kita berada di lokasi di dekat air laut. Prinsipnya, jangan sampai air laut mengering dan membuat kerak. Waktunya cuma 24 jam. Di kalangan teman-teman offroad atau yang tinggal di pesisir pantai, kami sepakat ketika sudah kena air laut harus segera cuci dengan air tawar. Karena tingkat oksidasi air laut sangat mengganggu dan potensial problem ke depan,” urai Rifat.

Bila terjadi bencana, semisal ada tsunami, dan mobil terendam banjir pasang akibat tsunami tersebut, maka ini sudah dalam kondisi terminal danage. “Banyak komponen kelistrikan harus diganti. Saya tidak rekomendasika ganti sebagian, tapi harus semuanya. Karena sistem yang terkena kerak air laut pasti akan jadi bermasalah nantinya.”

 

 

 

 

- Advertisement -