Mercy Tiger W123 Diubah Jadi Station Wagon, Harga Wagon Aslinya Bisa Tembus Rp 500 Juta

0
Calvin Benz spesialis modifikasi station wagon Mercedes-Benz (Rendy)
- Advertisement -

NMAA News – Mercedes-Benz W123 atau yang di Indonesia dikenal dengan sebutan Mercy Tiger merupakan salah satu sedan klasik paling legendaris dari pabrikan Jerman tersebut.

Namun tidak banyak yang tahu bahwa model ini juga memiliki varian station wagon, meski keberadaannya sangat jarang ditemukan di Indonesia.

Hal inilah yang membuat beberapa pemilik Mercy klasik memilih jalur modifikasi untuk menghadirkan versi wagon. Salah satu bengkel yang kini mengerjakan proyek tersebut adalah Calvin Benz, bengkel spesialis Mercedes-Benz yang berlokasi di Petukangan, Jakarta Selatan.

Calvin Benz spesialis modifikasi station wagon Mercedes-Benz (Rendy)

Saat tim NMAA mengunjungi bengkel ini pada awal Maret 2026, terdapat tiga proyek konversi sedan menjadi station wagon yang sedang dikerjakan.

Salah satunya adalah dua unit Mercedes-Benz W123 yang masih berada dalam tahap pengerjaan.

Calvin Benz spesialis modifikasi station wagon Mercedes-Benz (Rendy)

Mercedes-Benz W123 sendiri diproduksi pada periode 1976 hingga 1985 dan menjadi salah satu model paling sukses dalam sejarah Mercedes-Benz dengan produksi lebih dari 2,7 juta unit di seluruh dunia.

Mobil ini terkenal dengan reputasi ketahanan yang luar biasa, kenyamanan berkendara, serta konstruksi bodi yang sangat kokoh. Tidak heran jika hingga kini Mercy Tiger masih banyak ditemukan di jalanan maupun menjadi koleksi para pecinta mobil klasik.

Mercedes-Benz sebenarnya pernah memproduksi varian wagon resmi dari W123 yang dikenal dengan kode S123. Namun di Indonesia, model ini sangat jarang beredar.

Kalaupun ada, harganya bisa terbilang tinggi karena menjadi incaran kolektor.

“Mungkin sudah di atas Rp 500 juta ya,” ungkap Ronal, pemilik bengkel Calvin Benz.

Karena kelangkaan tersebut, sejumlah pemilik sedan W123 memilih melakukan konversi bodi menjadi wagon agar mendapatkan tampilan yang lebih unik.

Calvin Benz spesialis modifikasi station wagon Mercedes-Benz (Rendy)

Ronal menjelaskan bahwa proses modifikasi yang dilakukan meliputi perubahan struktur bodi belakang, perapihan panel, pengecatan ulang, hingga restorasi interior sesuai permintaan pemilik mobil.

Interiornya pun dapat disesuaikan, termasuk warna dan material jok.

Untuk biaya konversi, Ronal menyebutkan harga mulai dari Rp 250 juta, belum termasuk mobil donor yang akan dimodifikasi.

Sementara proses perubahan bodi sendiri membutuhkan waktu sekitar delapan bulan pengerjaan.

Dengan tampilan yang tidak biasa serta jumlah yang sangat terbatas, Mercy Tiger station wagon hasil konversi ini berpotensi menjadi mobil klasik unik yang semakin menarik bagi para kolektor Mercedes-Benz di Indonesia.

- Advertisement -