Jaecoo Jelaskan Perbedaan dan Keunggulan HEV X PHEV

0
- Advertisement -

NMAA news – Konsumen Indonesia mulai dihadapkan berbagai pilihan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Termasuk kehadiran kendaraan berteknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: antara HEV dan PHEV, mana yang sebenarnya menjadi solusi paling tepat?

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma,menjelaskan meski keduanya berada dalam payung teknologi hybrid, kedua teknologi ini memiliki perbedaan nyata.

Menurutnya, penggunaan, sistem kerja, serta keunggulannya pun berbeda. HEV itu sendiri merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik.

“Namun, baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal. Sedangkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga menggabungkan dua sumber tenaga, yakni mesin konvensional dan motor listrik dari baterai, namun baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal sehingga kendaraan dapat beroperasi sebagai mobil listrik maupun mobil konvensional,” papar Jim Ma.

Perbedaan tersebut terutama terlihat dari cara kerja sistem hybrid pada masing-masing kendaraan.

HEV: Dua Sumber Tenaga dengan Baterai Terisi Otomatis

Pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan. Beberapa karakteristik utama HEV sebagai berikut.

1. Baterai Terisi Otomatis Tanpa Colokan Listrik

Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui mesin bensin serta sistem regenerative braking, yaitu proses pengisian ulang energi saat kendaraan melakukan pengereman. Selain itu, kapasitas baterai pada kendaraan HEV umumnya relatif kecil, yaitu sekitar 1–2 kWh, sehingga tidak dirancang untuk menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

2. Kerja Mesin dan Motor Listrik Bergantian

Motor listrik biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat kondisi lalu lintas padat, sementara mesin bensin akan mengambil alih ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat melaju di jalan tol atau menanjak.

3. Lebih Hemat Bahan Bakar dan Praktis Digunakan

Dengan sistem tersebut, HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, karena tidak membutuhkan pengisian daya eksternal, kendaraan ini tetap praktis digunakan bahkan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik yang memadai.

PHEV: Jangkauan EV Murni Lebih Jauh

Sementara itu, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) memberikan pendekatan berbeda dengan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal dan memiliki beberapa keunggulan berikut.

1. Baterai Dapat Diisi Melalui Charger Eksternal
Pengisian daya dapat dilakukan melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sehingga pengguna dapat memaksimalkan penggunaan tenaga listrik dalam aktivitas harian. Berbeda dengan HEV, kendaraan PHEV menggunakan baterai berkapasitas lebih besar sehingga dirancang untuk dapat menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

2. Mode Listrik Murni untuk Perjalanan Harian

Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, kendaraan PHEV memungkinkan pengguna berkendara dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja.

3. Fleksibel untuk Perjalanan Jarak Jauh

Jika daya baterai habis, kendaraan tetap dapat beroperasi seperti mobil hybrid biasa dengan memanfaatkan mesin bensin. Fleksibilitas ini membuat PHEV dapat digunakan baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

“Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka,” ungkap Jim Ma.

Di Indonesia sendiri, JAECOO menghadirkan teknologi Super Hybrid System (SHS) melalui model JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS.

Teknologi ini merupakan pengembangan sistem PHEV yang dirancang mengintegrasikan tenaga listrik dan mesin secara lebih cerdas, sehingga mampu menghadirkan efisiensi energi sekaligus performa yang tetap responsif di berbagai kondisi berkendara.

Pada JAECOO J7 SHS-P, sistem ini memungkinkan kendaraan menempuh hingga sekitar 100 km dalam mode listrik murni, sehingga cocok untuk penggunaan harian di area perkotaan.

Sementara itu, JAECOO J8 SHS-P ARDIS menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih premium dengan dukungan hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist yang membantu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan berkendara.

Sebagai pelengkap ekosistem kendaraan elektrifikasi, JAECOO juga menghadirkan JAECOO J5 EV, kendaraan listrik murni yang dirancang bagi konsumen yang ingin sepenuhnya beralih ke mobilitas ramah lingkungan.

Kemampuan JAECOO di Indonesia juga diperkuat dengan catatan positif di pasar nasional.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris, sekaligus membawa JAECOO menembus peringkat sembilan besar merek mobil nasional.

- Advertisement -