Kabar Baik bagi Pehobi Otomotif, MUF Persiapkan Layanan Kredit Mobil Klasik

0
Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Selain melayani kredit mobil dan motor untuk kategori baru maupun bekas, PT Mandiri Utama Finance (MUF) sedang merancang sebuah program menarik bagi pehobi otomotif. Ya, MUF tertarik meracik program kredit mobil klasik bagi para konsumennya.

Ihwal gagasan program ini diutarakan Stanley S. Atmadja selaku Direktur Utama MUF saat bertemu dengan sejumlah media terbatas dalam acara Media Gathering MUF awal tahun 2022 pada Kamis (24/2/2022) di Four Season, Jakarta.

Menurut Stanley, rencana menghadirkan program kredit mobil klasik ini setelah pihaknya melihat berbagai fenomen dari   sejumlah pengamatan dan survei lapangan secara langsung. Terutama dari berbagai kalangan komunitas otomotif yang concern dengan mobil klasik.

Stanley S. Atmadja

“Pembiayaan mobil klasik ini kami lihat berdasarkan pasar, terutama dari suatu komunitas mobil modern atau khusus seperti sportscar, di mana rata-rata anggotanya ada juga hobi dengan mobil klasik,” urai Stanley.

Ditambahkan Stanley, kredit mobil klasik yang akan diinisiasi pihaknya, memiliki pasar yang menarik, kendati nilainya diakui tidak sebesar mobil baru maupun kredit mobil bekas tahun produksi muda.

“Segmen ini kami lihat cukup menarik dan bagus diseriusi. Para peminatnya bukan orang meragukan. Meski bukan segmen utama dan tidak menjadi strategi utama kami. Kami akui untuk mobil klasik kategori tertentu, banderol dan harga jual kembalinya itu sangat bagus. Meski memang agak ‘gelap’ sesuai kondisi dan kelengkapan unitnya,” imbuh Stanley.

Menurut pria ramah yang juga penggemar mobil klasik Eropa dan Amerika ini, pasar mobil klasik kembali ramai ketika Indonesia memasuki masa pandemi. Banyak di rumah, membuat banyak orang ingin punya ‘mainan’ baru pengobat rasa bosan di rumah.

“Sebagai contoh, harga Mini Cooper klasik era 1970-an sekarang bisa mencapai 650 jutaan rupiah. Sehingga tak sedikit kini banyak orang yang ingin menjadikan mobil klasik sebagai sarana investasi,” lanjut Stanley.

Rully Setiawan

Sementara hal senada juga diamini Rully Setiawan, Direktur Finance & Business Relationship MUF. Menurutnya, kredit mobil klasik dianggap penting untuk mendukung gaya hidup konsumen di Indonesia. Terlebih tipikal penggemar mobil klasik di Indonesia juga masih cenderung fashionable.

“Dunia otomotif Indonesia bukan hanya sebatas kebutuhan transportasi saja, tapi juga melibatkan unsur lifestyle. Tak heran harga mobil klasik dari suatu merek bahkan bisa melebihi harga sebuah mobil terbaru sekalipun,” imbuh Rully yang juga penggemar mobil Eropa ini.

Berangkat dari kondisi tersebut, MUF menilai segmen kendaraan klasik sangat memungkinkan untuk dimasuki dan diseriusi programnya.

Terkait format pembiayaan mobil klasik ini, menurut Rully, MUF sudah memiliki tolok ukur tertentu, terutama mengenai besaran uang muka, hingga cicilan tiap bulannya.

Rully juga menilai pasar mobil klasik kini sedang marak, terlebih saat Indonesia masuk wabah pandemi. Beberapa gerai restorasi di Tanah Air bahkan sudah mampu merilis mobil replika yang dibuat 100 persen mirip aslinya.

“Kita lihat fenomena Tuxedo Studio Automobile Creations yang lagi viral di Bali itu. Bikinannya kan luar biasa juga. Detailnya mirip seperti mobil asli dalam kondisi baru keluar pabrikan,” kata Rully.

Menurut Rully, para pimpinan Tuxedo Studio yang juga memberikan masukan, bagaimana kalau MUF mempelopori layanan kredit kepemilikan mobil klasik. Mereka menyampaikan kalau konsumennya ada yang menanyakan tentang program kepemilikan ini.

“Kebetulan para pimpinan Tuxedo juga sahabat pak Stanley yang masih sehobi. Jadi kami banyak dapat insight bagaimana kalo mengembangkan role business seperti layanan ini. Coba lihat yg model Porsche Speedster bikinan Tuxedo itu. Harganya saja sudah tinggi sekali,” urai Rully.

Tak hanya mobil klasik, MUF juga sedang mengincar kendaraan hobi lainnya, yakni motor klasik dari merek legendaris seperti Harley-Davidson, Ducati, dan lainnya. “Tidak menutup kemungkinan kami menjajaki pasar motor klasiknya juga. Selagi itu punya potensi pasar yang bagus, kita coba seriusi,” imbuh Rully.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang bagaimana pelaksanaan teknis dan waktu eksekusi program menarik ini, Rully mengaku belum bisa menjelaskan lebih detail karena masih dalam tahap rencana dan penggodogan internal MUF.

Foto: NMAA

“Karena masih rencana dan tahap pengembangan detailnya, kami mohon maaf belum bersedia lebih rinci membahas soal teknis maupun pelaksanaan kredit mobil klasik tersebut,” imbuh Rully.

Yang pasti, menurutnya, sebagai anak perusahaan Bank Mandiri tersebut, upaya MUF merambah konsumen dari segmen hobi merupakan upaya pihaknya memperluas layanan pembiayaan kendaraan di berbagai segmen.

Selain itu, kredit pembiayaan mobil klasik diyakini oleh Rully, dianggap bisa menambah portofolio MUF sebagai induk dari semua pembiayaaan otomotif di Tanah air yang ditujukan untuk berbagai segmen.

- Advertisement -