Suzuki Indonesia Fokus CSR, Pendidikan, dan Lingkungan dalam Visi Strategis Berkelanjutan di 2026

0
- Advertisement -

NMAA News –  Sebagai pelaku industri manufaktur otomotif, Suzuki Indonesia melihat tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian strategi jangka panjang. Hal ini menggambarkan visi strategis perusahaan.

Hal tersebut diungkapkan Joshi Prasetya, Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) saat media gathering awal tahun Suzuki Indonesia, Kamis (29/1/2026) di Jakarta.

“Di tengah berjalannya bisnis pemenuhan kebutuhan otomotif masyarakat, Suzuki Indonesia terus konsisten menerapkan aktivitas tanggung jawab sosial sebagai nilai tambah perusahaan,” jelas Joshi.

Sepanjang 2025, Suzuki menitikberatkan pengembangan fokus detail program yang telah berjalan. Suzuki masih memberi perhatian pada lingkup utama seperti sektor pendidikan, lingkungan serta donasi ke mereka yang membutuhkan.

Kegiatan CSR Suzuki Indonesia ‘Clean Ocean Project’

Tahun lalu (2025), imbuh Joshi, Suzuki melibatkan ribuan generasi muda beserta puluhan institusi pendidikan untuk belajar di pabrik Suzuki Cikarang.

“Langkah ini kami perkuat dengan komitmen berkelanjutan pelestarian mangrove serta aksi Clean Up the World demi menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” lanjutnya.

 

Semua hal yang dilakukan Suzuki tersebut, dikarenakan Suzuki merupakan bagian dari masyarakat yang berkomitmen untuk saling berbagi dan melindungi.

Dalam jangka 5 tahun terakhir, Suzuki telah melaksanakan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang khas dan autentik.

Respons positif tokoh masyarakat maupun publik umum memben semangat bagi Suzuki untuk terus menjalankan. Bahkan mengembangkan aksi lebih spesifik sesuai kebutuhan banyak pihak.

Dukungan Terhadap Pendidikan dan Tenaga Kerja Masa Depan

Sebagai langkah konkret mendukung kesiapan sumber daya manusia, Suzuki aktif membuka akses dunia industri manufaktur ke generasi muda.

Tercatat sepanjang 2025, Suzuki telah menerima kunjungan industri dari 5.974 pelajar yang berasal dari 50 sekolah dan 15 institusi pendidikan.

Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis sekaligus mendekatkan dunia pendidikan dengan realitas industri otomotif modern.

Selain itu, Suzuki turut memperluas jangkauan edukasinya melalui program pendidikan lingkungan bagi anak-anak Indonesia.

Salah satu General Manager PT SIS bahkan turun langsung menjadi pengajar pertama memberi materi dengan membawa dua pesan utama Suzuki Indonesia.

Yaitu tentang berbagi wawasan mengenai budaya kebersihan yang diterapkan anak-anak di Jepang, serta memberi edukasi dini tentang pengolahan sampah.

Langkah edukatif ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini, sehingga generasi muda di wilayah tersebut memiliki rasa tanggung jawab memelihara dan menjaga ekosistem coastal greenbelt pada area konservasi mangrove binaan Suzuki.

Coastal Greenbelt. Berdasarkan hasil pemantauan hingga 2025, tingkat kelangsungan hidup mangrove di kawasan coastal greenbelt yang diinisiasi Suzuki ini mencapai 89%

Aksi Nyata untuk Lingkungan

Sejalan agenda global dan nasional, sejak 2024 Suzuki mengarahkan fokus utamanya pada keberlanjutan lingkungan, khususnya pengurangan emisi karbon.

Program pelestarian coastal greenbelt melalui penanaman mangrove terus dilanjutkan dengan pendekatan berbasis hasil, bukan sekadar seremonial.

Menurut Joshi, setiap langkah konservasi memiliki dampak terukur. Berdasarkan hasil pemantauan hingga 2025, tingkat kelangsungan hidup mangrove di kawasan coastal greenbelt ini mencapai 89%.

“Pencapaian tersebut merupakan kontribusi nyata Suzuki terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mitigasi emisi karbon yang akan kami jalankan di masa depan,” jelas Joshi.

Komitmen lingkungan diperluas melalui partisipasi Suzuki dalam program Clean Up The World di Pulau Belitung dan Pulau Morotai.

Inisiatif ini merupakan program Suzuki Global yang dilaksanakan di seluruh 53 negara basis industri Suzuki, dengan total mencapai 6.694 partisipan secara global, termasuk 150 partisipan dari Indonesia.

Sepanjang 2025, Suzuki Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari 500 kilogram sampah plastik serta menyalurkan fasilitas tempat sampah dengan kapasitas 100 liter.

Tidak hanya itu, Suzuki juga menginisiasi proses pengolahan limbah plastik setempat sebagai langkah konkret menuju praktik ekonomi sirkular.

Suzuki Indonesia Bersama Kementerian Perindustrian Donasikan Bantuan Kepada Korban Bencana Alam Sumatera

Kepedulian Sosial dan Dukungan Kemanusiaan

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Suzuki turut memberikan perhatian khusus pada bencana banjir yang melanda wilayah Sumatra.

Bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Suzuki menyalurkan donasi kemanusiaan didukung seluruh karyawan Suzuki demi pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk memastikan respons sosial perusahaan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.

“Seluruh inisiatif kepedulian lingkungan dan sosial dijalankan berkesinambungan. Hal ini tegaskan posisi Suzuki sebagai perusahaan aktif berkontribusi, bertanggung jawab, serta berorientasi keberlanjutan jangka panjang,” pungkas Joshi.

- Advertisement -