NMAA News – Ferrari Indonesia melalui PT Eurokars Prima Utama resmi menghadirkan Ferrari 849 Testarossa di Tanah Air. Kehadiran supercar ini menjadi momen penting karena sekaligus menandai berakhirnya era SF90 Stradale dan dimulainya generasi baru Ferrari bermesin V8 plug-in hybrid.
Nini Chiandra, General Manager PT Eurokars Prima Utama (Ferrari Indonesia), mengatakan bahwa antusiasme konsumen Indonesia terhadap mobil plug-in hybrid Ferrari terus meningkat. “Kami mulai dari mobil PHEV pertama, yaitu SF90, kemudian diikuti 296, dan sekarang Testarossa. Ini bukan yang pertama kami menghadirkan PHEV. Minat konsumen terhadap PHEV sangat besar,” ujar Nini saat peluncuran Ferrari 849 Testarossa di PIK 2, Tangerang.
Ferrari 849 Testarossa bukan sekadar penerus SF90 Stradale. Pabrikan asal Maranello itu menyebut mobil ini sebagai evolusi dari seluruh pengalaman Ferrari dalam mengembangkan supercar hybrid, baik di lintasan balap maupun mobil jalan raya.
Di balik bodinya, Ferrari membekali 849 Testarossa dengan mesin V8 twin-turbo 4.0 liter yang sanggup menghasilkan tenaga 830 hp. Mesin tersebut dipadukan dengan tiga motor listrik, terdiri dari satu motor di belakang dan dua motor di depan, yang menyumbang tambahan tenaga sebesar 220 hp.

Dengan kombinasi tersebut, tenaga gabungannya mencapai 1.050 hp. Angka ini menjadikan Ferrari 849 Testarossa sebagai Ferrari produksi massal paling bertenaga yang pernah dibuat.
Performa yang ditawarkan pun sangat impresif. Ferrari mengklaim mobil ini mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari 2,3 detik, sementara kecepatan maksimumnya mencapai lebih dari 340 km/jam.
Sebagai mobil plug-in hybrid (PHEV), sistem elektrifikasinya juga dikembangkan agar memberikan respons yang lebih cepat, distribusi tenaga lebih presisi, sekaligus meningkatkan efisiensi dibandingkan pendahulunya.

Tak hanya soal tenaga, Ferrari juga melakukan pengembangan besar pada sektor aerodinamika. Desain mobil ini mengambil inspirasi dari Ferrari 512 S, 512 M hingga FXX-K yang selama ini dikenal sebagai mobil balap dengan efisiensi udara tinggi.
Hasilnya, Ferrari 849 Testarossa mampu menghasilkan downforce hingga 415 kilogram pada kecepatan 250 km/jam atau meningkat dibandingkan SF90 Stradale. Sistem pendinginan mesin pun ikut meningkat sekitar 15 persen berkat optimalisasi aliran udara menuju intercooler.

Bagian belakang menjadi salah satu daya tarik utama berkat hadirnya desain twin-tail yang terinspirasi Ferrari 512 S. Konsep ini dipadukan dengan spoiler aktif yang mampu berubah dari mode Low Drag ke High Downforce dalam waktu kurang dari satu detik.
Dalam konfigurasi High Downforce, spoiler tersebut mampu menghasilkan tambahan gaya tekan hingga 100 kilogram sehingga mobil tetap stabil saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Ferrari juga menyematkan teknologi terbaru seperti ABS Evo dan Ferrari Integrated Vehicle Estimator (FIVE) yang membantu meningkatkan kontrol kendaraan dalam berbagai kondisi berkendara.
Untuk urusan kabin, Ferrari mempertahankan nuansa mewah khas Italia dengan layar digital terbaru, tata letak kokpit yang lebih ergonomis, serta sistem antarmuka yang semakin modern.

Meski telah resmi diperkenalkan di Indonesia, Ferrari belum mengumumkan harga resminya. Namun mengacu pada harga global serta besarnya pajak kendaraan mewah di Indonesia, Ferrari 849 Testarossa diperkirakan akan dipasarkan mulai sekitar Rp20 miliar, tergantung spesifikasi dan opsi personalisasi yang dipilih.


