NMAA News – Porsche Taycan dikabarkan akan mengakhiri masa produksinya pada 2030. Kabar tersebut mencuat setelah media Jerman WirtschaftsWoche melaporkan bahwa Porsche berencana menghentikan produksi mobil listrik tersebut, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Porsche.
Menurut laporan yang dikutip Reuters, Porsche sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk memindahkan produksi Taycan dari pabrik utamanya di Stuttgart ke fasilitas Leipzig. Namun, rencana tersebut disebut telah dibatalkan.
Informasi lain yang mengutip laporan WirtschaftsWoche. Disebutkan bahwa dewan pekerja Porsche dan manajemen telah menyepakati prinsip penghentian produksi Taycan, meski kesepakatan tersebut belum dituangkan secara tertulis.

Kabar ini cukup mengejutkan karena Porsche sebelumnya masih memberikan sinyal bahwa perjalanan Taycan belum akan berakhir dalam waktu dekat. CEO Porsche Michael Leiters bahkan mengatakan pada Juli 2026 bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk menghentikan Taycan dalam jangka pendek.
Taycan sendiri merupakan mobil listrik pertama Porsche yang diperkenalkan pada 2019. Model ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya Porsche masuk lebih jauh ke pasar kendaraan listrik.
Namun, performa penjualannya belakangan mengalami tekanan. Pada semester pertama 2026, Porsche mencatat pengiriman Taycan sebanyak 6.219 unit secara global, turun 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu faktor yang disebut ikut memengaruhi kondisi tersebut adalah semakin kuatnya permintaan terhadap SUV listrik. Porsche Macan EV disebut mendapatkan respons pasar yang lebih baik dibandingkan Taycan, sejalan dengan tren konsumen premium yang semakin menyukai model SUV.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Taycan yang bermain di segmen sedan sport listrik. Di sisi lain, Porsche juga menghadapi tekanan pasar yang lebih luas, terutama di China serta perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik di sejumlah pasar. Reuters melaporkan pengiriman Porsche secara global pada semester pertama 2026 turun 16 persen menjadi 122.306 unit.
Menariknya, Porsche sebenarnya masih memiliki rencana pengembangan untuk Taycan. Salah satunya adalah teknologi E-shift yang disebut akan hadir pada 2027. Fitur tersebut dirancang untuk memberikan sensasi perpindahan gigi serta karakter berkendara yang lebih menyerupai mobil bermesin bensin dengan transmisi manual.
Artinya, jika kabar penghentian produksi pada 2030 benar, Taycan masih berpotensi mendapatkan beberapa pengembangan sebelum akhirnya mengakhiri kiprahnya.
Porsche juga tidak sepenuhnya mundur dari kendaraan listrik. Perusahaan terus mengembangkan lini EV lain, termasuk Macan EV dan Cayenne Electric. Porsche Cayenne Electric bahkan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada akhir Juni 2026.
Dengan demikian, penghentian Taycan nantinya lebih mencerminkan perubahan strategi produk daripada keputusan Porsche untuk meninggalkan mobil listrik. SUV listrik justru terlihat semakin mendapat porsi penting dalam jajaran kendaraan elektrifikasi Porsche.
Jika produksi benar-benar dihentikan pada 2030, Taycan akan memiliki perjalanan sekitar 11 tahun sejak pertama kali diperkenalkan pada 2019. Model ini pun berpotensi dikenang sebagai mobil yang membuka era elektrifikasi Porsche, meski akhirnya harus menghadapi perubahan selera konsumen dan kondisi pasar kendaraan listrik.
Untuk saat ini, status Taycan masih belum final. Porsche belum memberikan konfirmasi mengenai rencana penghentian produksi tersebut dan sebelumnya telah menyatakan bahwa tidak ada rencana menghentikan Taycan dalam waktu dekat.


