NMAA News – BYD Indonesia terus fokus dan konsisten menyelesaikan setiap tahap pembangunan pabriknya yang berlokasi di Subang. Targetnya tahun ini pabrik BYD Subang bisa mulai beroperasi.
Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao saat berkesempatan bertemu awak media di giat Ifthar Media Gathering BYD pada Senin (9/3/2026) di Jakarta.
“Akhir 2025 kemarin, kami sudah menerima sejumlah sertifikasi penting dari Pemerintah terkait pembangunan dan pengoperasian pabrik. Ini menjadi patokan untuk langkah pemantapan selanjutnya,” beber Eagle Zhao.

Berbekal sejumlah dokumen sertifikasi tersebut, imbuh Eagle, BYD Indonesia mulai memasuki tahap pengujian dan penyelarasan berbagai tahap proses produksi nantinya di awal tahun ini.
“Dengan sertifikasi penting dari pemerintah tersebut, kami segera siapkan tahap pengujian dan keselarasan tiap unit produksi agar berlangsung lancar. Langkah ini kami mulai kuartal pertama 2026,” jelas Eagle.
Menurut Eagle, seluruh proses persiapan itu dilakukan secermat mungkin agar nantinya setiap model kendaraan yang diproduksi di Indonesia, akan tetap penuhi standar global sesuai ketentuan prinsipal BYD.
“Pilihan ini sebenarnya sederhana. Setiap model yang diproduksi di pabrik BYD manapun, termasuk di Indonesia, tetap memiliki kualitas sama sesuai standar global kami,” lanjut Eagle.

Terkait soal model listrik yang akan dikembangkan dan diproduksi lokal di Indonesia, Eagle memberi sedikit bocoran. Menurutnya, sejak awal kehadiran BYD di Indonesia, pihaknya memang punya niat seperti itu.
“Kami punya komitmen untuk bisa mewujudkan sebuah model kendaraan listrik yang full dibangun dari desain awal serta dibikin untuk pasar Indonesia,” bebernya.
Karena itu, perusahaan sedang mengkaji detail persiapannya dan berupaya mempercepat proses di internal termasuk meyakinkan ke prinsipal, agar rencana produk EV buatan Indonesia bisa segera diluncurkan ke pasar.

“Anda seperti tahu rencana kami yang memang sangat berhasrat memunculkan mobil listrik buatan Indonesia. Dimulai dari riset, desain, hingga proses produksinya berlangsung lokal,” senyum Eagle Zhao.
Mirip dengan kepastian kapan beroperasinya pabrik yang masih enggan diungkap, Eagle Zhao juga masih menutup informasi lebih jauh kapan akan dimulainya mobil EV produksi lokal pabrik BYD Subang.
“Mohon maaf, saya yakin masyarakat menunggu hal ini. Namun saya belum bisa membeberkan pasti secara detail jadwal dimulainya produksi lokal kendaraan BYD khas Indonesia,” imbuhnya lagi.
Akan tetapi, Eagle menegaskan pihaknya akan segera menyampaikan semua informasi yang terkait perkembangan pabrik secara terbuka ke publik.

“Tentunya bila semua persiapan tahap proses produksi dan pembangunan di sini (pabrik, red) telah selesai,” pungkas Eagle.
Pabrik BYD di Indonesia berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Dibangun dengan nilai total investasi Rp11,7 triliun yang berada di lahan seluas 108 hektar.
Fasilitas pabrik BYD ini diproyeksikan tuntas dan diprediksi beroperasi pertengahan 2026. Pabrik ini memiliki kemampuan produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun untuk pasar domestik dan ekspor.

