NMAA News – Tantangan pasar otomotif dalam negeri yang turut terpengaruh besar gonjang-ganjing kondisi ekonomi makro, membuat beberapa Agen Pemegang Merek (APM) mengalami penurunan penjualan.
Kendati demikian, di tengah tantangan tersebut, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mampu menjaga performa penjualannya dengan mencetak penjualan ritel 46.593 unit dengan pangsa pasar 16,3 persen.

“Selain pertahankan posisi kedua ritel nasional, Daihatsu pabrikan otomotif kedua terlaris yang konsisten 18 tahun di posisi kedua nasional,” ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT ADM, saat jumpa pers di Astra Daihatsu BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Pasar otomotif nasional sendiri sebenarnya memperlihatkan tren positif di awal 2026. Penjualan kendaraan nasional pada Januari-April 2026 mencapai total sekitar 287 ribu unit.
Total jumlah penjualan ini memperlihatkan ada kenaikan sedikit yakni sekitar 7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang berada di kisaran angka 268 ribu unit.

Kontribusi terbesar penjualan Daihatsu masih datang dari segmen mobil penumpang. Pada kategori Low Cost Green Car (LCGC), duet Daihatsu Sigra dan Ayla sukses kuasai pangsa pasar hingga 36,8 persen.
Sementara di segmen Medium SUV dengan harga di bawah Rp 300 jutaan, Daihatsu Terios juga masih tampil kompetitif yang menguasai pangsa pasar mencapai 30,4 persen.
Pencapaian ketiga model ini pun akhirnya sukses menempatkan Daihatsu sebagai merek nomor dua terlaris di masing-masing segmen tersebut, yaitu LCGC dan SUV Medium.

Di pasar kendaraan niaga, Gran Max Series masih tulang punggung penjualan Daihatsu. Mobil komersial pilihan utama pelaku usaha ini mencatat market share 63,3 persen segmen entry commercial.
Capaian Gran Max menjadi bukti kuat kendaraan niaga Daihatsu pilihan utama pelaku usaha pemula ataupun yang sedang mengembangkan usahanya. Mulai bisnis UMKM perorangan hingga level perusahaan.
Di pasar kendaraan niaga, Gran Max Series masih menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu. Model ini mencatat market share 63,3 persen di segmen entry commercial.

Dominasi Gran Max menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha atas kendaraan komersial Daihatsu. Mulai dari sektor UMKM perorangan hingga perusahaan yang tengah mengembangkan bisnisnya.
Daihatsu juga mencatat performa kuat dan menempati posisi nomor satu pada kendaraan dengan harga hingga Rp 300-an juta. Hasilnya, Daihatsu berhasil menguasai 32 persen di segmen tersebut.
Bahkan untuk kendaraan bermesin ICE atau internal combustion engine dengan rentang harga serupa, Daihatsu mampu menguasai pangsa pasar hingga 38 persen.

Selain itu, kinerja Daihatsu turut didukung jangkauan pasar yang luas di berbagai wilayah Indonesia.
Penjualan di area rural dan remote tercatat mencapai 46 persen, lebih tinggi dibandingkan total market yang berada di angka 33 persen.
Di sisi lain, kontribusi penjualan di luar Jabodetabek mencapai 81 persen. Angka ini mampu melampaui total market pasar nasional sebesar 67 persen.
Daihatsu juga mampu mempertahankan posisi nomor dua di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia Bagian Timur.

Performa Daihatsu juga ditopang oleh jangkauan konsumen yang luas mulai dari wilayah urban, rural atau remote area.
Kontribusi penjualan Daihatsu di rural atau remote area mencapai 46%, lebih tinggi dibandingkan total market sebesar 33%.
Ditambahkan Sri Agung, Daihatsu bersyukur terus konsisten mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“Pencapaian ini menjadi motivasi kami terus menghadirkan kendaraan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Baik kebutuhan keluarga, mobilitas harian, maupun aktivitas usaha,” imbuhnya.
Sebagai bagian komitmen ke konsumen di segmen ritel dan fleet, Daihatsu terus menghadirkan kendaraan dengan harga terjangkau, konsumsi bahan bakar efisien, biaya kepemilikan ekonomis, durabilitas jangka panjang, hingga harga jual kembali tetap stabil.
Daihatsu juga didukung layanan purnajual luas dengan lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS, dan 3.320 part shop, tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia.


