Bukan Cuma Kencang, Ini 7 Fakta Ferrari 849 Testarossa yang Baru Mendarat di Indonesia

0
Peluncuran Ferari 849 Testarossa di Indonesia
- Advertisement -

NMAA News – Ferrari resmi menghadirkan 849 Testarossa di Indonesia melalui PT Eurokars Prima Utama. Kehadiran model ini bukan hanya menandai hadirnya penerus SF90 Stradale, tetapi juga menghidupkan kembali salah satu nama paling legendaris dalam sejarah Ferrari.

Mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV), Ferrari 849 Testarossa menjadi Ferrari produksi massal paling bertenaga yang pernah dibuat. Di balik performa luar biasanya, supercar asal Maranello ini juga menyimpan sejumlah fakta menarik yang patut diketahui.

1. Pengganti langsung SF90 Stradale

Ferrari 849 Testarossa hadir menggantikan SF90 Stradale sebagai supercar hybrid andalan Ferrari. Model terbaru ini membawa peningkatan di hampir semua aspek, mulai dari performa, aerodinamika, teknologi elektronik hingga efisiensi sistem hybrid.

2. Nama Testa Rossa memiliki sejarah panjang

Dalam bahasa Italia, Testa Rossa berarti “kepala merah”. Nama tersebut terinspirasi dari tutup kepala silinder berwarna merah yang digunakan pada mobil balap Ferrari era 1950-an.

Peluncuran Ferari 849 Testarossa di Indonesia

Ferrari kemudian mengabadikan nama tersebut menjadi salah satu model paling ikonik, yakni Ferrari Testarossa yang diperkenalkan pada 1984.

3. Makin terkenal berkat serial Miami Vice

Bagi pecinta otomotif era 1980-an, Ferrari Testarossa identik dengan serial televisi legendaris Miami Vice.

Mobil berwarna putih yang dikendarai karakter Sonny Crockett sukses menjadikan Testarossa sebagai salah satu supercar paling populer dalam budaya pop dan semakin mengangkat citra Ferrari di seluruh dunia.

Peluncuran Ferari 849 Testarossa di Indonesia

4. Ferrari produksi massal paling bertenaga

Ferrari 849 Testarossa mengusung mesin V8 twin-turbo 4.0 liter yang menghasilkan tenaga 830 hp.

Mesin tersebut dipadukan dengan tiga motor listrik, terdiri dari satu motor di belakang dan dua motor di depan, yang menyumbang tambahan tenaga sebesar 220 hp.

Hasilnya, tenaga gabungan mencapai 1.050 hp, membuat mobil ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari 2,3 detik dengan kecepatan maksimum lebih dari 340 km/jam.

Peluncuran Ferari 849 Testarossa di Indonesia

5. Aerodinamika terinspirasi mobil balap Ferrari

Ferrari merancang aerodinamika 849 Testarossa berdasarkan pengalaman di dunia balap, khususnya dari Ferrari 512 S, 512 M, hingga FXX-K.

Pengembangannya menghasilkan downforce mencapai 415 kilogram pada kecepatan 250 km/jam, sekaligus meningkatkan efisiensi pendinginan hingga 15 persen dibandingkan SF90 Stradale.

Di bagian belakang hadir desain twin-tail yang dipadukan dengan spoiler aktif. Sistem tersebut mampu berpindah dari mode Low Drag ke High Downforce dalam waktu kurang dari satu detik sehingga mobil tetap stabil saat melaju dalam kecepatan tinggi.

6. Teknologi lebih canggih dibanding pendahulunya

Selain peningkatan performa, Ferrari juga menyematkan sistem kontrol terbaru seperti ABS Evo dan Ferrari Integrated Vehicle Estimator (FIVE) untuk meningkatkan presisi pengendalian.

Kabin juga mendapat pembaruan dengan tata letak kokpit yang lebih modern, layar digital terbaru, serta antarmuka yang lebih intuitif bagi pengemudi.

Peluncuran Ferari 849 Testarossa di Indonesia

7. Harga diperkirakan mulai Rp 20 miliar

Ferrari Indonesia memang belum mengumumkan harga resmi Ferrari 849 Testarossa. Namun melihat harga global serta besarnya pajak kendaraan mewah di Indonesia, supercar ini diperkirakan akan dipasarkan mulai sekitar Rp 20 miliar, bahkan bisa lebih tinggi tergantung spesifikasi dan opsi personalisasi yang dipilih konsumen.

Minat Konsumen Indonesia terhadap Ferrari PHEV Terus Meningkat

General Manager PT Eurokars Prima Utama (Ferrari Indonesia), Nini Chiandra, mengatakan kehadiran Ferrari 849 Testarossa menunjukkan komitmen Ferrari dalam menghadirkan teknologi elektrifikasi tanpa mengorbankan karakter performa khas Maranello. Menurutnya, respons pasar Indonesia terhadap lini Ferrari plug-in hybrid juga terus menunjukkan tren positif.

“Kami mulai dari mobil PHEV pertama, yaitu SF90, kemudian diikuti 296, dan sekarang Testarossa. Ini bukan yang pertama kami menghadirkan PHEV. Minat konsumen terhadap PHEV sangat besar,” ujar Nini saat peluncuran Ferrari 849 Testarossa di PIK 2, Tangerang.

Dengan perpaduan sejarah panjang, teknologi hybrid mutakhir, performa 1.050 hp, hingga desain aerodinamika yang terinspirasi mobil balap Ferrari, Ferrari 849 Testarossa bukan hanya menjadi penerus SF90 Stradale, tetapi juga membuka babak baru bagi lini supercar Ferrari di era elektrifikasi. Bagi para kolektor dan pecinta Ferrari di Indonesia, kehadirannya menjadi simbol bahwa warisan legendaris dapat terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi tanpa kehilangan karakter khasnya.

- Advertisement -