NMAA News – Kendati diterpa kondisi pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 lalu, penjualan Mitsubishi Xpander bekas, terutama varian Ultimate menunjukkan angka harga jual yang stabil, bahkan masih tinggi. Meski rata-rata penjualan mobil bekas sempat mengalami grafik penurunan sesaat memasuki masa pandemi, namun di akhir tahun lalu pasar mobkas mulai menggeliat kembali.
Dari berbagai data penjualan yang dikeluarkan beberapa platform jual-beli mobkas online, salah satu segmen paling banyak diminati adalah kendaraan Small atau Low MPV. Menurut mereka, jenis kendaraan MPV terlebih di kelas Small/Low MPV ini banyak dicari, lantaran mampu memuat penumpang dengan memenuhi standar protokol kesehatan (prokes), yakni menjaga jarak dan keterbatasan daya tampung penumpang.
“Dengan format 7-seater, paling tidak, maksimal 4 orang masih terangkut Small MPV ini dengan perhitungan prokes. Mereka memilih Small MPV bekas sebagai andalan transportasi lebih aman dan nyaman, dibanding harus naik kendaraan umum yang beresiko tinggi,” jelas Antoni, seorang pedagang mobkas di kawasan Bursa Otomotif Serpong, Tangerang.

Selain itu, menurut Antoni, budget yang harus dikeluarkan untuk memiliki mobkas Small MPV juga masih terjangkau, baik secara tunai maupun kredit. “Sehingga plafon dana yang keluar untuk sebuah Small MPV ini masih bisa terjangkau oleh mereka yang kebutuhannya juga meningkat dan yang berkurang di masa pandemi,” lanjutnya.
Terkait varian apa yang paling banyak dicari dan memiliki harga yang stabil dengan penurunan harga jual kembali yang tidak jauh dari harga barunya, Antoni merujuk pada Mitsubishi Xpander terutama varian Ultimate. “Xpander Ultimate kini banyak dicari lantaran berbagai fitur lengkap soal kenyamanan dan keselamatan komplit yang diusungnya. Tak heran kalau harga jualnya cenderung masih tinggi dan stabil,” imbuh Antoni.
Bahkan, dirinya kini mengaku agak sulit mencari pemilik yang ingin menjual Xpander Ultimate seken. “Dari jaringan saya, belakangan agak sulit mendapatkan unit Xpander Ultimate. Rata-rata mereka tidak mau menjualnya lagi dan ditahan untuk dipakai terus. Sementara permintaan di pasar cukup tinggi. Akhirnya hukum pasar berlaku, unitnya jarang kalaupun ada harganya masih tinggi karena kita ngangkatnya juga sudah tinggi, beber Antoni.
Pada kesempatan bincang virtual dengan media beberapa waktu lalu, General Manager Carsome Indonesia, Delly Nugraha, menjelaskan kalau depresiasi atau penurunan harga mobil bekas setiap tahunnya ditentukan banyak faktor. Menurutnya, ada tiga hal yang mempengaruhi depresiasi harga mobil.

“Pertama, brand atau tipenya, apakah datang dari merek beken di sini. Kedua, terkait performa dan kinerja mobilnya, apakah irit konsumsi BBM, tenaga dan fiturnya lengkap, onderdilnya murah dan mudah didapat, dan sebagainya. Ketiga, dipengaruhi di area mana mobil ini dipakai atau dijual,” jelas Delly.
Rupanya, faktor pertama dan kedua yang disebut Delly inilah yang pada akhirnya membentuk segmentasi harga seken Xpander Ultimate terbentuk dengan sendirinya di pasar mobkas. Delly juga menambahkan, jenis mobil populer dengan brand kuat seperti mobil MPV Jepang biasanya hanya akan mengalami depresiasi harga sekitar 10% per tahun.
Sedikit flashback dan sebagai tolok ukur dari harga baru di tahunnya, di awal kehadirannya pada 2017, Mitsubishi Xpander hadir di pasar Indonesia dengan 6 varian, salah satunya Ultimate A/T seharga Rp 245,3 juta (OTR). Setahun berikutnya, yakni pada 2018, Xpander Ultimate A/T dibanderol Rp 253,4 juta, dilansir dari situs resmi Mitsubishi saat itu.
Sementara bila merujuk harga mobkas, semisal untuk Xpander Ultimate A/T 2018 bekas, terpantau di beberapa situs platform penjualan mobkas, varian ini masih dilepas di rentang harga Rp 215 – 225 juta. Artinya, selama 3 tahun pemakaian, Xpander Ultimate hanya mengalami penurunan senilai Rp 28-30 jutaan saja atau depresiasi harga sekennya sekitar Rp 9 jutaan per tahun. Masih jauh dari rata-rata asumsi depresiasi mobkas Jepangan yang diestimasi sekitar 10% atau sekitar Rp 20 jutaan depresiasinya tiap tahun, jika dibanding ke harga barunya.

Bahwa harga seken Xpander Ultimate masih cukup tinggi ini turut diamini pedagang mobkas lainnya yakni Handono Riseto, yang menggawangi outet mobkas Indira Mobilindo di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Sepanjang pengalamannya menjual kendaraan, Xpander Ultimate memiliki angka depresiasi harga seken lebih rendah dibanding mobil MPV lain sekelasnya.
“Kan angka penjualannya bergantung pada kondisi unit dan seberapa besar harga saat didapat. Uniknya, di pasar mobkas, varian tertinggi seperti Ultimate kini banyak dicari. Harga seken Xpander Ultimate bisa hanya berbeda Rp 10-15 juta sama yang baru. Harga beda tipis ini karena antusiasme tinggi konsumen terhadap Xpander Ultimate seken namun stoknya jarang lantaran masih banyak yang memakainya,” imbuh Hando.
Berbagai Fitur Xpander Ultimate Ini Turut Mendukung Harga Jualnya Tetap Tinggi
Mitsubishi Xpander Ultimate memiliki beberapa fitur yang membuatnya tetap banyak dicari konsumen hingga kondisi bekasnya. Sektor tampilan interior berikut kelengkapan fiturnya menjadi salah satu daya tariknya. Interior Ultimate tampil elegan dengan beberapa sentuhan garnish krom mengilap pada panel dashboard-nya yang dipadu sentuhan warna Beige.
Mitsubishi Xpander Ultimate juga dilengkapi kendali audio pada batang setir. Memberi rasa aman di jalan karena tak perlu lagi memindahkan tangan dari kemudi ketika ingin mengakses audio. Pada Ultimate, lengkap dengan tombol menerima dan menutup panggilan telepon.

Nah, tepat pada Oktober 2018, Mitsubishi Xpander Ultimate hadir makin lengkap fiturnya berkat penyematan fitur Cruise Control yang biasanya hadir di kendaraan segmen atas. Cruise Control, belakangan menjadi fitur yang mengundang minat konsumen Indonesia. Sebelumnya, fitur ini sudah disematkan pada Xpander yang diekspor ke Filipina.
Fitur Cruise Control ini sangat membantu terutama saat melaju di jalan bebas hambatan pada kecepatan tertentu. Kendaraan bisa ‘berselancar’ stabil, tanpa perlu menginjak pedal gas. Jadi Xpander Ultimate Cruise Control bisa terus berjalan dengan kecepatan yang bisa diatur melalui tombol di lingkar kemudi.
“Banyak konsumen mencari Xpander Ultimate mulai 2018 akhir karena sudah ada fitur Cruise Control-nya. Fitur ini biasanya kan hanya ada di MPV menengah ke atas. Fitur ini juga menawarkan kemudahan dan kenyamanan. Jadi banyak orang menyukainya, karena saat mencari Xpander Ultimate mereka tanya yang versi face-lift dengan Cruise Control,” ujar Antoni dan Hando hampir senada.
Fakto lainnya, aspek hiburan di kabin yang ditawarkan Xpander Ultimate. Head unit XP Ultimate ini sudah mengusung layar touchscreen dengan berbagai fitur multimedia dan multifungsi yang mampu mengoperasikan beragam hiburan atraktif. Terlebih lagi, head unit ini juga dilengkapi fitur tampilan untuk kamera mundur.
Selain itu, sama dengan varian lainnya, Mitsubishi Xpander Ultimate menyediakan banyak sekali wadah penyimpanan tersebar di kabin. Mulai dari kotak penyimpanan tertutup, laci bawah serbaguna, seat back pocket multifungsi, instrument panel tray, cup holder baris belakang, hingga wadah penyimpanan alat cuci mobil dan ruang serbaguna di bagasi.
Selain itu, banyak calon konsumen mencari Xpander Ultimate lantaran komplitnya fitur keselamatan dan keamanan. Seperti penyematan racikan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD). Serta Brake Assist (BA) dan Hill Start Assist (HSA) pada Mitsubishi Xpander Ultimate.

