Sistem Elektrikal Mobil Butuh Perawatan, Rifat: Jangan Sembarang Memodifikasi!

0
- Advertisement -

NMAA News – Melanjutkan sharing session tentang konsep pemeliharaan atau perawatan kendaraan Mitsubishi, Rifat Sungkar selaku brand ambassador Mitsubishi Indonesia kembali mengingatkan pentingnya untuk memperhatikan dan menjaga sistem elektrikal kendaraan, khususnya Mitsubishi, lewat diskusi virtual pada Selasa (15/12/2021) di Jakarta.

Pembahasan sistem elektrikal kendaraan ini merupakan bagian dari konsep pemeliharaan kendaraan yang disebut Rifat sebagai POWERS, yakni penyebutan untuk materi pemeliharaan sektor Petrol & Papers, Oil, Waters, Electrical, Rubber, dan Safety.

Perlakuan dan perawatan terhadap sistem elektrikal ini merupakan bahasan keempat, setelah sebelumnya tuntas membahas materi P-O-W seperti tersebut di atas. “Selama ini sebagaian besar pemilik kendaraan menganggap sistem elektrikal mobil itu hanya sebatas aki dan lampu. Padahal di kendaraan, sistem elektrikal itu ada 4 kriteria wajib diketahui detail,” jelas Rifat.

Sistem kelistrikan yang pertama, menurut Rifat, menyangkut kelistrikan bagian luar. Kelistrikan di sektor ini menyangkut elektrikal bodi yang terbagi atas dua tipe kabel, yakni body harness dan engine harness. Body harness mencakup sistem perkabelan terkait kelistrikan pada aki, alternator, perlampuan, power steering elektrik, sound system, dan perangkat elektrikal di mobil.

Berikutnya, engine harness. “Ini sistem elektrikal yang sangat sensitif dan berhubungan dengan sistem penggerak yakni mesin dan transmisi. Sistem kelistrikan ini berhubungan langsung dengan Electronic Control Unit (ECU), ‘otak’ dari mobil kita yang mengendalikan semua fungsi dan fitur mobil kita,” lanjut Rifat.

Sistem elektrikal kedua yakni, elektrikal interior atau yang berada di dalam mobil. Memang elektrikal ini bagian dari body harness, hanya bagian yang berada di kabin saja. “Saya tekankan pentingnya sistem kelistrikan di interior, karena sering terjadi gangguan. Banyak memodifikasi audio, aksesori, charger, hingga penggunaan inverter DC ke AC tidak sesuai spesifikasi beban kelistrikan mobil,” jelas Rifat, yang menyebut kendaraan sudah punya teknologi Mbust, yakni satu kabel body untuk keseluruhan perangkat dan fitur.

Sistem elektrikal ketiga yang patut dipahami, engine harness. Untuk sektor ini, Rifat menegaskan jangan sampai ada sentuhan modifikasi sedikitpun pada sistem engine harness, karena bakal mempengaruhi performa kendaraan secara keseluruhan.

“Misalnya mobil-mobil jaman sekarang ditingkatkan kemampuan performanya dengan pemasangan Unichip. Saya pribadi kuran merekomendasikan karena dalam pabrikan, semua kontrol unit dalam kondisi standar adalah posisi paling optimal. Optimal secara tenaga dan konsumsi bahan bakar,” rinci Rifat.

Sistem elektrikal keempat yang butuh perhatian dan perawatan, yakni elektrikal sistem keamanan. Menurut Rifat, bagian ini memang terkait dengan poin nomor tiga, engine harness. Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan sebuah kendaraan, sistem elektrikalnya terintegrasi dengan engine harness.

“Sistem keamanan yang ada di sini juga ada dua jenis yakni pasif dan aktif. Untuk sistem keamanan aktif di mobil itu sudah meliputi fitur HSA, ESC, dan Cruise Control. Jadi semua yang berhubungan dengan aspek kenyamanan dan keamanan,” ujar Rifat.

Hujan lebat yang sering terjadi belakangan ini, kadang tidak bersahabat bagi sistem kelistrikan kendaraan yang sudah ringkih. Ringkih dalam artian tidak pernah dicek, dan sudah dilakukan modifikasi yang banyak baik untuk pemasangan aksesori tambahan maupun yang sudah memodifikasi untuk tenaga.

“Tolong hal seperti ini diperhatikan, karena gangguan pada sistem elektrikal merupakan gangguan ‘dalam’. Dari luar terlihat baik dan aman-aman saja, namun di dalamnya sebenarnya sudah rusak dan berpotensi menimbulkan masalah. Apalagi bertemu makin cepat kerusakan terjadi,” pungkas Rifat.

- Advertisement -