NMAA News – Klub pemilik dan penggemar Volkswagen Kombi sekaligus klub VW tertua di Tanah Air, Volkswagen Van Club (VVC) menggelar agenda perdana touring-nya di awal 2022 dengan menyambangi potensi wisata alam Garut, Jawa Barat. Kegiatan selama 2 hari (15-16/1/2022) ini melibatkan 24 VW Kombi dan beberapa kendaraan non-VW.
Touring wisata perdana VVC ini tak hanya sekadar jalan-jalan menikmati panorama, melainkan sekaligus mempererat silaturahmi dan kepedulian sosial yang menjadi ‘strong point’ VVC untuk memperkuat jati dirinya sebagai komunitas penggemar touring dengan VW Kombi.

Dalam konteks silaturahmi, peserta rombongan touring VVC kali ini mengunjungi Mang Ujang, salah satu mekanik senior spesialis VW klasik yang berkampung halaman di Garut. Mang Ujang merupakan salah satu mekanik yang setia menemani ke manapun VVC melakukan touring.
Hingga setahun terakhir ini, karena serangan penyakit stroke yang dideritanya, Mang Ujang terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya di bengkel Aircooled Garage di Bogor milik anggota VVC lainnya, Yahdi Rizalah. Agar perawatannya bisa berlangsung intens dan berkelanjutan, Mang Ujang kembali ke Garut untuk selanjutnya diawat oleh keluarganya.

Pada hari Minggunya (16/1/2021), sebelum dimulai pelaksanaan baksos, Mang Ujang yang hadir bersama keluarganya, berkenan menerima langsung paket bantuan pengobatan herbal dari Mantan Kapolri 1998-2000, Jend. Pol. (Purn) Drs. Roesmanhadi. Masih suasana haru, Mang Ujang juga menerima sumbangan uang tunai hasil kumpulan anggota VVC yang akan digunakan untuk proses pengobatan selanjutnya.
“Menemui Mang Ujang memang salah satu tujuan digelarnya touring wisata ke Garut ini. Semoga kehadiran kami di sini bisa menambah semangat bagi Mang Ujang untuk bisa berikhtiar terus kembali pulih. Peran Mang Ujang besar di setiap giat touring VVC. Kami merasa sangat terbantu,” ujar Pudji Hartanto memberi semangat ke Mang Ujang.

Untuk giat kepedulian sosial, VVC menyerahkan paket bantuan sembako bagi 50 lansia dan anak yatim di seputaran wilayah Kecamatan Pasir Wangi, Garut. Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Ketua Umum VVC Pudji Hartanto secara langsung ke penerima paket bansos, disaksikan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat.
Tes Performa Kombi ke Kawah Kamojang
Sedangkan untuk giat wisata hari pertama begitu tiba di wilayah Garut, rombongan VVC langsung dolanan menuju Kawah Kamojang di wilayah Samarang, yang berada di ketinggian 1.730 m DPL dengan suhu cukup dingin.

Kawah kamojang merupakan salah satu objek Wisata Garut yang cukup terkenal selain Gunung Papandayan dan Curug Orok. Kawah ini merupakan kawasan kawah gunung berapi yang masih aktif di kota Garut. Besarnya tekanan uap yang dihasilkan dari kawah di sini berasal dari perut bumi.
Kawah ini dikelola PLTU Kamojang, Pertamina, dan Indonesia Power sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Kawah ini merupakan kawah pertama yang energi buminya dimanfaatkan oleh pemerintah. PLTP pertama kali dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1926, dan diresmikan Presiden Soeharto pada tahun 1983.

Yang disayangkan dari lokasi wisata ini, kondisi permukaan aspal jalan menuju lokasi yang tidak mulus. Selain sempit, badan jalan dipenuhi lubang yang cukup menguji ketangguhan sistem suspensi kendaraan. Butuh konsentrasi tinggi saat membawa mobil tahun lawas plus medan menanjak yang cukup ekstrim.
Wisata Taman Alam Gunung Papandayan
Puncak touring wisata hari kedua VVC adalah kembali mendaki jalan menuju lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan. Secara administratif berada di Desa Simajaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, serta Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

TWA Gunung Papandayan berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut dengan luas 225 Ha dengan posisi geografis 7o30’ LS 107o31’ BT. Papandayan merupakan salah satu gunung merapi yang masih aktif di Jawa Barat dengan rekor pertama meletus pada bulan Agustus tahun 1772.
Perjalanan menuju lokasi wisata ini juga cukup menantang bagi kendaraan lawas seperti VW Kombi. Selain akses jalan di awal cukup sempit yang diwarnai tanjakan tajam, medan aspal jalan pun juga hanya menyisakan batu-batu sebagai pondasi jalan. Hasilnya, selain bergoyang hebat, sejumlah VW Kombi juga harus menghadapi tantangan jalan menanjak curam.

Namun kekesalan menghadapi jalan rusak, akhirnya terbayar lunas saat tiba di kawasan wisatanya. Lapangan parkir yang luas dan sederet warung makanan dan souvenir, membuat lokasi wisata ini cukup hidup usai dibuka baru-baru ini setelah pandemi.
Para peserta touring wisata dan baksos VVC lantas memanfaatkan momen kebersamaan di Papandayan ini dengan berfoto, makan siang, dan sebagian mengeksplorasi panorama dari menara pantau, serta berkunjung ke bibir kawah.
Sekitar hampir 2 jam di lokasi ini, rombongan VVC pun akhirnya bersiap menuju Cipanas, Garut untuk makan malam dan persiapan balik Jakarta.

