Toyota Raize Baru Alami Masalah Selain Fender Apron, Pemilik Harapkan Perbaikan Menyeluruh

0
- Advertisement -

NMAA News – Toyota Raize dirilis Indonesia April 2021 lalu mengisi segmen SUV kompak dibekali sejumlah fitur dan mesin bertenaga. Suguhan tersebut membuat masyarakat yang kini menyukai mobil SUV bertubuh ramping tergiur dengan sejumlah keunggulan yang dimiliki Raize.

Sebanyak 14.777 unit Toyota Raize terdampak recall karena mengalami masalah di bagian fender apron depan.

Penarikan ulang ini terjadi pada unit Raize yang sudah terjual di Indonesia dalam rentang produksi November 2020 hingga Oktober 2021. Meliputi varian 1.0T S CVT, 1.0T G CVT, 1.0T G M/T, 1.2 G CVT, dan 1.2 G M/T.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by NMAA (@nmaa_ind)

Kondisi abnormal pada bagian fender apron mengkibatkan bunyi ketika mobil melewati jalan rusak atau bergelombang. Dampak lainnya, juga akan membuat kontrol kendaraan menjadi sulit dikendalikan.

Tapi, salah satu pemilik Raize tipe G 1.0 L asal Bekasi, Dimas Purbowo justru merasakan adanya anomali pada bagian lain.

Saat dihubungi Tim NMAA, Rabu 16 Maret 2022 Dimas membeberkan beberapa masalah lain. Semisal saat mesin awal dinyalakan dalam posisi idle kerap terdengar suara knalpot bergetar. Bahkan, tercium bau gosong hingga ke ruang kabin saat mobil digeber dalam kecepatan tinggi.

Padahal, Raize milik Dimas tergolong baru. Dibeli pada Oktober 2021 dengan penggunaan 4 bulan dan mencatat 4.000 km pada odometer. Ketika melongok bagian bumper juga terlihat sedikit renggang. Kondisi serupa juga ditemukannya di posisi pilar A.

Foto: Dimas Purbowo / NMAA

Seiring diumumkannya recall campaign oleh pihak Toyota, ia langsung mendaftarkan ke diler terdekat. Tapi, masih mendapat respon minim.

“Saya sudah datang ke diler dan menitipkan nomor HP. Sampai sekarang masih menunggu kabar dari diler,” beber Dimas.

“Dilihat dari beberapa unggahan di medsos, membuat kami (pemilik Raize) bingung. Perbaikan yang dilakukan hanya ditambah las saja. Kenapa enggak diganti saja sekalian? Itu merupakan kenangan pahit ketika membeli mobil baru,” lanjutnya.

Safety Recall

Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto mengatakan, Toyota meminta maaf karena sudah menimbulkan ketidaknyamanan bagi pemilik kendaraan. Adapun, aktivitas recall ini sejalan dengan inisiatif global yang dilakukan Toyota Motor Corp.

“Aktivitas safety recall pada produk tertentu telah dilakukan TAM sejak bertahun-tahun sebagai wujud komitmen kami dalam mengutamakan keamanan dan keselamatan pelanggan. Kami berterima kasih atas respon yang cepat dan aktif dari pelanggan selama ini, sehingga sejauh ini aktivitas safety recall berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Henry dalam keterangan resminya, Jumat (11/3/2022).

- Advertisement -