Tuksedo Studio, Workshop Dibalik Pembuatan Trophy GP Mandalika

0
- Advertisement -

NMAA News – Dibalik euforia gempitanya pelaksanaan ajang MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika akhir pekan ini (18-20/3/2022), pasti masih banyak orang belum mengetahui siapa sebenarnya dibalik pembuatan trophy atau piala sebagai tanda juara di kompetisi balap kelas dunia tersebut.

Padahal, trophy atau piala bisa menggambarkan secara langsung kualitas akhir perjalanan seluruh ajang kompetisi hingga membawa kesan mendalam para peraihnya. Termasuk penyelenggaraan ajang Asia Talent Cup, Moto 3, Moto 2 hingga Moto GP yang berlangsung saat ini di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok.

Setelah sukses membuat trophy pergelaran balap sebelumnya di Mandalika yakni World Superbike dan Supersport yang digelar akhir 2021, spesialis manufaktur mobil klasik handmade dan bermarkas di Bali, yakni Tuksedo Studio, kembali ditunjuk Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk merancang dan melakukan produksi piala untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 atau akrab disapa MotoGP Mandalika.

Desain trophy MotoGP Mandalika ini oleh para desainer Tuksedo Studio mengambil inspirasi “Obor” yang melambangkan menyalanya api kompetisi balap yang ‘panas’ persaingannya. Api itu sendiri juga selanjutnya menjadi simbol inspirasi dari bangkitnya perekonomian Indonesia, terutama sektor turisme yang terdampak pandemi.

Makna trophy berinspirasi obor ini merupakan bentuk harapan besar masyarakat Indonesia agar bersama dapat menjaga api “obor” ini tidak pernah padam, dan menjadi penyemangat untuk kembali membangun negeri.

Simbolisasi obor sendiri juga tak asing di dalam dunia olahraga. Ikon obor selama ini menjadi simbol tak resmi dari berbagai event olahraga tingkat nasional maupun internasional seperti ajang olimpiade.

Tuksedo Studio berharap agar piala yang melambangkan semangat dan kebangkitan Indonesia yang diawali di Mandalika ini dapat diteruskan estafetnya secara berkelanjutan. Sekaligus sebagai bukti Indonesia tidak hanya mampu mengadakan event berskala internasional, namun juga sebagai negara berkemampuan artistik dan mampu melakukan produksi tahap dunia secara terus-menerus.

Seperti yang sudah dilakukan Tuksedo Studio saat membangun bodi mobil klasik yang berbahan dasar aluminium, maka material kendaraan yang dirancang memiliki kekuatan tinggi dalam berbagai medan ini menjadi bahan dasar pembuatan trophy MotoGP ini.

Pada kendaraan, material aluminium cocok dipakai untuk kendaraan yang memang dirancang memiliki kecepatan tinggi karena sifatnya yang ringan dan memiliki kekuatan tepat untuk menopang kecepatannya.

Tuksedo Studio sebagai spesialis pembuatan mobil balap klasik dari bahan dasar aluminium, memutuskan memilih bahan tersebut sebagai simbol dari ajang balap yang pemenangnya ditentukan kecepatan pengendara serta performa kendaraannya.

Ada pun corak motif lokal yang terdapat pada piala turut melengkapi pola siluet sirkuit yang mendasari desain piala ini secara umum sebagai ajang Moto GP yang diselenggarakan di Mandalika.

Kesempatan dan kepercayaan Dorna Motorsport yang diberikan ke Tuksedo Studio sebagai desainer piala dua ajang balap internasional pertama di Sirkuit Mandalika ini merupakan bukti, bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengadakan ajang berskala dunia.

Namun juga fakta bahwa para seniman dan pekerja lokal memiliki kapasitas mumpuni untuk merancang dan membuat langsung dengan tangan sendiri sebuah karya seni kelas dunia.

 

- Advertisement -