Proper Sesuai Genre SUV, Inilah Modifikasi Pertama Chery Tiggo 8 Pro Bergaya ALTO

0
- Advertisement -

NMAA News – Baru tahun lalu produsen mobil China, Chery, kembali memasuki pasar otomotif Indonesia. Lewat Agen Pemegang Merek (APM) berlabel PT Chery Motor Indonesia (CMI), Chery Motor Group lebih berkonsentrasi dan fokus pemasaran model SUV berlabel Tiggo Series, yang perdana diperkenalkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid pada akhir April 2022.

Tiggo Series resmi dipasarkan pada 23 November 2022 lalu, dan saat ini memiliki dua varian, Tiggo 7 Pro untuk Medium SUV dan Tiggo 8 Pro untuk Premium SUV-nya. Meski diposisikan segmen Premium, namun Tiggo 8 Pro tetap mengusung aura sporty maskulin di mana style ini banyak diminati penggemar SUV di Indonesia.

Ssentuhan gaya ALTO membuat Chery Tiggo 8 Pro tampil semakin gagah dan kuat genre SUV-nya

Tiggo 8 Pro adalah SUV besar dengan tujuh tempat duduk yang mewah dan berorientasi ke masyarakat urban kalangan atas. Dengan konsep desain global Chery 3.0 “Aesthetic Content and Form”, Tiggo 8 Pro mengadaptasi gaya high-end, dengan fitur elegan dan komplit.

Salah satu yang kepincut dengan tampilan sporty elegan khas SUV Tiggo 8 Pro ini adalah sebut saja Mr. J. Begitu resmi dipasarkan ia langsung memesan Tiggo 8 Pro berkelir Purple yang dianggap memperkuat paduan kesan sporty dan elegannya.

Kendati belum banyak beredar di jalanan, Mr J langsung ingin memperkuat tampilan Tiggo 8 Pro-nya agar terlihat beda dan maskulin. Adalah Amin Sutiono dari gerai pelek di Jakarta Utara, Autostyle, yang mendapat tugas memperkuat tampilan genre SUV-nya agar terlihat lebih gagah namun tetap proporsional dibawa harian dalam kota.

“Jaman sekarang, kalo modif ya lebih ke yang proper sajalah. Satu mobil kan untuk semua kebutuhan. Jadi kesukaan kita akan touring, atau kebutuhan lain juga terpenuhi. Karena genre Tiggo 8 Pro itu SUV, saya lebih condong membuatnya lebih ke berpenampilan ALTO (All terrrain off-road, red.) atau off-road style,” ujar Amin Sutiono, pemilik Autostyle yang humble ini.

Pelek standar diganti produk Rotiform FLG 18×8,5″ ET45 berkelir Satin Black yang lalu dikawinkan ban Yokohama Geolandar A/T G015 berukuran 235/60-18.

Penuhi kaidah ALTO, Amin fokus penggarapan sektor kaki-kaki. Namun, ukuran PCD Chery Tiggo 8 Pro cukup unik, meski Autostyle punya stok peleknya yang mumpuni. “PCD Tiggo 8 ini 5×108. Mirip SUV lainnya seperti Peugeot 3008/5008, Range Rover Evogue dan Hatchback Ford Focus,” jelas Amin.

Bukan Autostyle kalau ga punya stok pelek ber-PCD ‘aneh’ seperti ini. “Dari semua stok yang ada, pelek Rotiform FLG 18×8,5 inci ber-finishing Satin Black dinilai paling pas menggusur pelek bawaan standar berdimensi lingkar sama. “Sengaja gak nambah diameter karena pengin mainkan aspek ban pendukung ALTO,” kilah Amin.

Kendati berdiameter sama bawaan standar, 18 inci, namun pelek Rotiform FLG ini lebih lebar, yakni 8,5 inci. Sebelumnya pelek standar pabrik hanya di lebar tapak 7,5 inci. Selanjutnya, Rotiform FLG dikawinkan ban Yokohama Geolandar A/T G015 berukuran 235/60-18.

Mengejar fitment tepat offset pelek standar Tiggo 8 Pro di ET +47 dengan diameter 18×7,5 inci menjadi patokan untuk pelek yang ingin dimasukkan. “Saya kasih Rotiform FLG ukuran 18×8,5 inci dengan offset ET +45. Jadi intinya, pas rata fender bodi semua, cakep pastinya,” jelas Amin.

Motif pelek Rotiform FLG dengan kelir satin black, memperkuat aroma maskulinitas Tiggo 8 Pro ini

“Sengaja profil bannya saya tebelin dari standar ban bawaan pabrik yang 235/55-18 naik menjadi 235/60-18. Ini untuk mendapatkan kesan gagah sekaligus ground clearance lebih tinggi. Ga ada yang mentok sana-sini. Semuanya aman. Sehingga karakter SUV-nya jadi lebih kuat,” jelas Amin.

Selain disesuaikan paham ALTO, pemilihan Geolandar A/T, menurut Amin, lantaran ban ini mendukung selera dan hobi si pemilik mobil yang juga doyan jalan-jalan road trip, serta  terkadang off road tipis-tipis menjelajah daerah yang permukaan jalannya dominan non-aspal.

“Untuk style ALTO jelas ban ini masuk banget. Buat aplikasi di jalan raya aspal atau tol beton juga oke. Masih paling empuk di kelasnya dan cukup senyap terdengar ke kabin. Motif pattern bannya juga memberi kesan tangguh dan senada karakter bodi keseluruhan,” sebut Amin.

Ditambahkannya, sebenarnya Chery Tiggo 8 Pro ini masih mampu memuat pelek ukuran hingga 20 inci, mengingat luasnya ruang fender dan konstruksi kaki-kakinya. Namun, ia menegaskan, semua balik lagi pada kebutuhan dan kelayakan modifikasi yang dipilih.

Fitment pelek pas dengan fender, tapak lebih lebar menguatkan unsur gagahnya

“Kalau untuk kebutuhan road trip dan off road tipis-tipis kan lebih baik pakai pelek ukuran diameter sama, namun mainkan di aspek ratio tinggi bannya. Jangan lupa pula pattern motif ban yang tidak ganggu kenyamanannya. Jangan mentingin gaya doang. Pake ring 20 terus dipake keluar kota.. Yang ada, ya amsyong lah boss,” senyum Amin.

Untuk sektor suspensi, Amin masih mempertahankan standarnya karena dinilai sudah cukup dan pas ketinggian mobil yang didapat. Terkait stok pelek dengan PCD langka 5×108 tersebut, Amin menjelaskan kalau di tokonya masih tersedia beberapa model yang menarik diterapkan ke SUV dengan PCD roda 5×108.

“Ada beberapa model produk Rotiform dan TSW. Motif sama kelirnya cocok banget untuk karakter SUV pokoknya. Memang ga stok banyak karena mobil dengan PCD ini juga masih jarang populasinya. Tapi yang pasti kami ada stoknya. Tinggal pilih,” pungkas Amin.

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -