NMAA News – Ajang pameran Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2024 bakal diwarnai perkenalan truk listrik Mitsubishi e-Canter.
Hal tersebut diungkap PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor kendaraan niaga Mitsubishi di Indonesia, saat media gathering Mitsubishi Fuso di Senayan, Jakarta, pada Jumat (8/7/2024).
Menurut Presiden Direktur PT KTB Daisuke Okamoto, KTB sedang mengusahakan agar truk listrik e-Canter bisa diperkenalkan resmi di GIIAS pada Juli 2024 mendatang.
“Saat ini kami terus jajaki dan mempersiapkan segala hal terkait pemasarannya nanti. Termasuk rutin sosialisasi ke end-user-nya nanti yakni kalangan industri dan transportasi umum,” jelas Daisuke.

Hal senada juga diungkap Direktur Marketing PT KTB, Aji Jaya yang menyatakan pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan sembilan perusahaan logistik untuk mendapatkan input detail soal Proof of Concept (PoC) Fuso eCanter.
“Dari hasil PoC yang sesuai kebutuhan mereka tersebut, sebagian sudah menyatakan komitmen meminang unit eCanter. Namun besaran berapa harganya belum bisa disebut karena unitnya juga belum launching resmi,” ujar Aji.
Truk Fuso e-Canter menjalani PoC yang menyasar beberapa aspek utama yang dicari para rekanan pengujian tersebut. Yakni, mulai aspek performa, fitur, hingga efisiensi dalam mendukung proses operasional keseharian nantinya.
Menurutnya, Fuso e-Canter merupakan model transportasi yang sesuai regulasi pemerintah sekaligus sebagai wujud kepedulian atas keberlangsungan industri otomotif ramah lingkungan hidup di Indonesia.

“Kami mendukung upaya pemerintah yang mendorong ekosistem kendaraan niaga ramah lingkungan. Saat ini kami di internal juga terus menyiapkan matang persiapan produksi Fuso eCanter agar berjalan sesuai target,” imbuh Aji.
Ia juga optimis, kalau pasar kendaraan komersial secara umum akan mengalami pertumbuhan kendati beberapa waktu lalu sempat mengalami penurunan daya beli. Selain Indonesia sedang menjalani proses pemilihan umum, juga terpengaruh dari penurunan harga komoditi CPO sawit dan batu bara.
Ditambahkan Aji, selain fokus pada sektor logistik, pihak KTB juga menyoroti perkembangan segmen transportasi umum. Indikasi tersebut dlihat dari naiknya angka kunjungan pariwisata yang membuat naiknya kebutuhan transportasi umum.
“Naiknya sektor pariwisata ini membuka segmentasi menjanjikan selain untuk moda transportasi logistiknya. Ini yang kami masih analisa terus apakah berpeluang mendampingi sektor logistik yang menjadi fokus utama pemasaran e-Canter nantinya,” pungkas Aji.


