Wawancara Eksklusif CEO VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis Pabrik EV Subang

0
- Advertisement -

NMAA News – Menuju berakhirnya insentif impor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) secara bertahap, keputusan VinFast untuk meresmikan fasilitas produksinya di Subang menyampaikan pesan kuat dan tegas.

Kehadiran VinFast di Indonesia bukanlah strategi jangka pendek. Alih-alih memanfaatkan keuntungan kebijakan sementara, VinFast justru memperkuat komitmen lokalisasi dengan menempatkan Indonesia sebagai pusat utama strategi kendaraan listrik di regional.

Peresmian Pabrik VinFast di Subang 15 Des 2025

Bagi CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, pabrik VinFast di Subang miliki makna lebih jauh dari sekadar fasilitas produksi. Pabrik ini merupakan jangkar strategis mencerminkan kepercayaan besar VinFast terhadap Indonesia sebagai “rumah kedua” sekaligus calon episentrum transformasi mobilitas listrik di Asia Tenggara.

Dalam wawancara eksklusif dan mendalam ini, Kariyanto paparkan visi strategis VinFast di Indonesia. Mulai lokalisasi, pengembangan talenta, keberlanjutan, hingga evolusi jangka panjang ekosistem kendaraan listrik nasional.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto atau akrab disapa Kerry (kanan) bersama Pham Sanh Chau, CEO VinFast Asia (kiri)

Pak Kariyanto, hari Senin (15/12/2025) menjadi tonggak penting VinFast di Indonesia. Apakah pabrik Subang mulai beroperasi, atau peresmian ini bersifat simbolis jelang produksi massal?

Ini merupakan tonggak sangat nyata bagi kami. Pabrik Subang resmi memasuki fase operasional dan bukan sekadar peresmian seremonial. Hari ini menandai transisi VinFast dari tahap persiapan menuju tahap eksekusi.

Namun demikian, produksi massal direncanakan akan dimulai pada Januari 2026. Sejalan rencana peningkatan kapasitas (ramp-up).

Dalam beberapa bulan ke depan, kami fokus upaya penyempurnaan lini produksi, validasi sistem, serta pastikan kesiapan penuh dari sisi kendali mutu, logistik, dan operasional.

Setelah produksi massal dimulai, kendaraan yang diproduksi di Subang akan segera didistribusikan ke jaringan dealer VinFast.

VinFast telah mengumumkan investasi besar di Subang. Dapatkah dijelaskan skala dan arti strategisnya?

Pada tahap awal (Fase 1), VinFast menginvestasikan lebih dari USD 300 juta. Secara keseluruhan, pabrik VinFast di Subang dikembangkan bertahap dengan total nilai investasi yang direncanakan mencapai lebih dari USD 1 miliar.

Besarnya komitmen investasi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar global paling strategis bagi VinFast. Kami tidak hadir untuk jangka pendek.

Seiring pertumbuhan permintaan dan perluasan kapasitas, fase investasi lanjutan akan diumumkan mendukung pendalaman lokalisasi, diversifikasi produk, serta pengembangan ekosistem.

Model apa saja yang akan diproduksi di pabrik Subang, apakah ada rencana produksi baterai secara lokal?

Pabrik VinFast di Subang dirancang merakit kendaraan listrik setir kanan yang disesuaikan khusus kebutuhan pasar Indonesia.

Pada tahap awal, model yang akan diproduksi meliputi VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7, yang mencakup beragam kebutuhan mobilitas perkotaan, mulai dari mobil kompak perkotaan hingga SUV segmen C yang serbaguna.

Ke depan, fasilitas ini juga dipersiapkan untuk mendukung lini produk baru, termasuk MPV listrik dan sepeda motor listrik.

Saat ini, pabrik Subang berfungsi sebagai fasilitas perakitan dan belum produksi baterai. Meski demikian, kolaborasi terkait baterai menjadi bagian penting strategi ekosistem jangka panjang VinFast. Sejalan arah pengembangan industri nasional Indonesia.

Bagaimana posisi strategis pabrik VinFast di Subang dalam jaringan manufaktur global VinFast?

Subang merupakan pilar penting dalam jaringan produksi global VinFast. Bersama Vietnam dan India, Indonesia akan menjadi salah satu pusat manufaktur utama kendaraan listrik VinFast.

Secara strategis, hal ini memperkuat kapabilitas produksi regional sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok. Dalam jangka menengah hingga panjang, pabrik VinFast di Subang juga berpotensi menjadi basis ekspor pasar regional tertentu, memperkuat ambisi VinFast dalam membangun kehadiran global yang kuat dan berkelanjutan.

Isu ketenagakerjaan menjadi perhatian masyarakat sekitar. Berapa banyak lapangan kerja yang akan tercipta dan bagaimana filosofi rekrutmen VinFast?

Pada tahap awal, kami menargetkan perekrutan ratusan tenaga kerja di berbagai fungsi, mulai dari produksi, penjaminan mutu, logistik, hingga administrasi.

Sebagian posisi telah terisi untuk mendukung operasional awal, dan jumlah karyawan akan terus bertambah seiring peningkatan kapasitas produksi.

Yang terpenting, kami memprioritaskan tenaga kerja lokal. Mayoritas karyawan VinFast akan direkrut dari wilayah Subang dan sekitarnya.

Hal ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus keyakinan kami untuk tumbuh bersama perekonomian lokal.

Pada kapasitas penuh, pabrik ini diproyeksikan dapat menciptakan sekitar 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung, dengan dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan.

Bagaimana VinFast menjaga kualitas SDM di tengah ekspansi yang cepat?

Strategi rekrutmen kami terintegrasi erat dengan program pelatihan terstruktur dan pengembangan talenta jangka panjang. VinFast mengombinasikan perekrutan lokal dengan pelatihan vokasi yang mengacu pada standar manufaktur internasional.

Karyawan tidak hanya dipersiapkan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk menghadapi perubahan teknologi di masa depan.

Peningkatan kompetensi berkelanjutan, jalur karier yang jelas, serta paparan terhadap praktik terbaik global menjadi inti dari strategi pengembangan sumber daya manusia kami.

Lokalisasi menjadi fokus utama kebijakan EV Indonesia. Bagaimana pendekatan VinFast terhadap TKDN?

VinFast berkomitmen penuh penuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di setiap tahap pengembangan. Peta jalan lokalisasi kami dirancang meningkatkan kandungan lokal secara bertahap, sejalan perkembangan industri komponen dalam negeri.

Kerangka TKDN terbaru yang kini mencakup bahan baku mencerminkan ambisi Indonesia dalam membangun rantai pasok EV yang terintegrasi.

Arah kebijakan ini sejalan strategi jangka panjang VinFast memperluas sumber pasokan domestik dan membangun kemitraan berkelanjutan dengan pemasok lokal.

Apakah VinFast telah menjalin kerja sama dengan pemasok lokal?

Tentu. Kolaborasi dengan pemasok lokal merupakan elemen kunci membangun ekosistem EV yang kuat. Saat ini kami tengah evaluasi mitra dalam negeri di berbagai bidang.

Termasuk komponen baterai tegangan tinggi, sistem rangka kendaraan (chassis), plastik, interior, komponen kelistrikan dan elektronik, hingga layanan logistik.

Hubungan ini tidak bersifat transaksional semata, melainkan kemitraan jangka panjang memperkuat kapabilitas industri, meningkatkan daya saing biaya, serta mendukung pertumbuhan industri berkelanjutan.

Di luar aspek manufaktur, dampak apa yang diharapkan dari kehadiran pabrik Subang?

Pabrik ini diharapkan menjadi katalis pengembangan industri lebih luas. Kehadirannya menarik industri pendukung, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekosistem manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.

Pelaku usaha lokal akan memperoleh akses ke rantai pasok VinFast. Sementara masyarakat sekitar akan mendapat manfaat berupa pelatihan vokasi, alih teknologi, dan peningkatan infrastruktur.

Tujuan jangka panjang kami, berkontribusi membangun industri EV nasional yang komprehensif, mulai perakitan dan lokalisasi hingga transformasi digital dan adopsi teknologi hijau berskala besar.

Menjelang 2026, bagaimana VinFast melihat prospek persaingan di Indonesia?

Pada 2026, fokus utama kami memperkuat posisi VinFast secara signifikan di pasar Indonesia. Kami akan hadirkan model EV baru, baik mobil maupun motor listrik, yang dikembangkan khusus sesuai kebutuhan konsumen lokal.

Secara paralel, VinFast akan percepat ekspansi jaringan ritel nasional. Bersama V-GREEN dan GSM, kami akan perluas infrastruktur pengisian daya serta layanan mobilitas guna mendukung adopsi EV lebih luas.

Kami yakini pasar EV Indonesia akan masuki fase pertumbuhan lebih kuat pada tahun depan, didorong harga semakin terjangkau, jaringan pengisian daya kian luas, serta meningkatnya kepercayaan konsumen.

Kondisi ini menciptakan fondasi yang solid bagi pertumbuhan VinFast secara berkelanjutan.

Terakhir, mengapa VinFast tetap berinvestasi besar di tengah berakhirnya insentif impor EV?

Keputusan investasi VinFast didasarkan pada strategi jangka panjang, bukan insentif sesaat. Setiap kali masuki pasar baru, VinFast berkomitmen pendekatan menyeluruh yang berfokus pada daya saing berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang.

Indonesia merupakan pasar EV sangat strategis dengan fundamental kuat. VinFast ingin menjadi salah satu pelopor yang berkontribusi nyata terhadap pengembangan industri dan transisi mobilitas hijau di Tanah Air.

Berakhirnya insentif impor tidak melemahkan komitmen tersebut, justru menegaskan pentingnya pembangunan kapasitas lokal.

Bagi VinFast, Subang bukan sekadar pabrik. Ini adalah pernyataan kepercayaan terhadap masa depan!

- Advertisement -