Dalam momentum Hari Kemerdekaan Rebublik Indonesia ke-73 ini, rasanya kami perlu membagikan hasil pertemuan kami dengan wakil dari Kementerian Perindustrian (Kemeperin), terutama soal pandangan Pemerintah dalam hal industri transportasi khususnya modifikasi.

Untuk diketahui, tim National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) beberapa waktu lalu sempat melakukan meeting dengan Harjanto selaku Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian beserta jajarannya.

WhatsApp Image 2018-07-23 at 18.21.03

Pertemuan tersebut menjawab undangan Kemenperin, setelah sebelumnya kami berkorespondensi dengan Sekretariat Negara Republik Indonesia (Setneg RI) soal Indonesia Modification Expo (IMX) yang diadakan 17-18 November 2018 mendatang.

Dalam perbincangan yang berlangsung selama kurang-lebih satu setengah jam tersebut kami memaparkan latar belakang, tujuan, visi, misi NMAA, dan juga tentunya soal IMX yang merupakan pameran modifikasi dan aftermarket pertama di Tanah Air yang akan diadakan di Balai Kartini, Jakarta.

Sementara mewakili Kemenperin, Harjanto memberikan arahan modifkasi sesuai regulasi Pemerintah. “Saat ini kami memiliki tagline Low Carbon Emission Programme (LCEP), yang berarti semua mengarah pada kendaraan yang efisien,” sebut Harjanto. Artinya semua modifikasi diharapkan mendukung sisi kehematan bahan bakar yang saat ini sedang jadi concern banyak orang.

36671420_1719398578138486_1365985421888061440_o

Artinya industri modifikasi diberi tantangan untuk membuat terobosan teknologi yang mendukung hal tersebut. “Harus ada research and development yang komprehensif agar bisa diangkat menjadi mass production,” sebut pejabat kelahiran Bandung 57 tahun silam itu lagi.  Misalnya memanfaatkan Hidrogen sebagai kombinasi bahan bakar minyak, memperbesar daya listrik di mobil, atau bahkan membuat mobil listrik.

Berkaca pada hal tersebut, artinya industri modifikasi diharusnya tak hanya sekadar soal tampilan, namun harus ada nilai tambahnya dari sisi peningkatan fungsionalitas. Hal ini sebenarnya sudah sejalan dengan visi dan misi NMAA yaitu untuk menghadirkan industri modifikasi yang proper melalui edukasi yang benar.

WhatsApp Image 2018-06-13 at 00.22.25

Kalau harus mengganti velg dengan ukuran yang lebih besar, sebaiknya pilih velg yang ringan. Saat ini banyak sekali produk velg ringan yang memiliki spesifikasi bobot jauh lebih rendah dibanding bawaan pabrik. Selain itu, misalnya dari sisi suspensi pemakaian air suspension bisa menjadi pilihan agar nyaman saat membawa mobil modifikasi kalian, tak perlu khawatir bumpy road karena suspensi itu bisa dinaik-turunkan otomatis.

Bicara soal industri, Harjanto  menyebut bahwa targetnya adalah mass production atau ada demand-nya. Beliau memberi arahan jika mau industri modifikasi maju maka harus selalu mengikuti standar dan regulasi yang diterapkan Pemerintah. Misalnya keharusan sertifikasi setiap bengkel modifikasi yang nantinya bisa menjadi rujukan workshop dengan standar kerja yang bisa dipertanggung-jawabkan.

WhatsApp Image 2018-08-20 at 02.58.40

Hal lainnya, ketika industri sudah menjamah mass production, artinya harus ada pengujian terhadap produk modifikasi yang dihasilkan (tidak berlaku untuk custom perorangan). “Hal ini untuk melihat sejauh mana produk yang ada tidak membahayakan penggunanya di jalan,” ulas Harjanto.

Dan hal di atas selalu konsisten dilakukan oleh Kemenperin untuk mengapresiasi tiap karya atau produk modifikasi anak bangsa setiap tahunnya. “Tentunya dengan syarat harus mengedepankan efisiensi, fungsional, dan style. Contohnya tahun lalu kita berikan apresiasi terhadap karya spoiler karya Indonesia yang dibeli patent-nya oleh Daihatsu Jepang untuk diterapkan ke beberapa model mobil mereka. Spoiler tersebut ternyata bisa memberikan efek daya gesek kecil dan berguna untuk efisiensi dan handling,” jelas Harjanto panjang lebar.

WhatsApp Image 2018-08-20 at 02.58.41

Harjanto juga menyebut Angkutan Multiguna Pedesaan (Amdes) yang saat GIIAS 2018 lalu dipamerkan, bisa dijadikan contoh modifikasi yang bisa diturunkan menjadi mass production. Kendaraan kecil tersebut memiliki kemampuan membawa semua mesin kebutuhan pedesaan (gilingan padi, irigasi, dsb), dengan kemampuan offroad ringan, efisien, serta dibanderol murah.

WhatsApp Image 2018-08-20 at 02.58.41(1)

Nah, dari arahan-arahan di atas tentunya kami di NMAA akan berusaha keras memenuhinya. Selain itu juga akan menjadi jembatan buat para modifikator dan merek aftermarket yang mau mengembangkan industri modifikasi di Tanah Air. Maka langkah yang kami lakukan dengan membuat event modifikasi pertama dan terbesar di Indonesia (Indonesia Modification Expo) rasanya bisa menjadi “batu pijakan” agar industri modifikasi yang kita cintai ini lebih besar dan berorientasi massal.