NMAA News – Dalam mendorong solusi energi ramah lingkungan di Tanah Air, Shell Indonesia selalu berkomitmen membuat portofolio produk rendah emisi dalam mendukung era transisi dunia ke penggunaan energi yang lebih bersih. Komitmen Shell di Indonesia ini dilandasi strategi Powering Progress yang dicanangkan Shell secara global guna mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net-zero emission di 2050.
Dalam mempercepat transformasi bisnis dengan net-zero emission, Shell memberi akses produk energi yang lebih bersih dan lebih efisien ke pelanggan. Di saat sama, Shell konsisten mengembangkan portofolio produk di bisnis Hilir (Downstream) dengan mempertimbangkan aspek lingkungan sejalan dengan strategi global Powering Progress.
Sejak Maret 2021 lalu, Shell Indonesia menghadirkan produk bahan bakar premium terbaru Shell V-Power Nitro+ yang memenuhi standar EURO 4. Dengan teknologi DYNAFLEX, Shell V-Power Nitro+ memiliki daya membersihkan tak terkalahkan untuk melindungi kendaraan dari endapan yang mengurangi performa mesin.

Selain Shell V-Power Nitro+ yang terdapat di beberapa SPBU Shell, rangkaian produk Shell V-Power terbaru lainnya adalah bahan bakar berkualitas khusus untuk mesin diesel, yakni Shell V-Power Diesel yang telah memenuhi standar EURO 5 dengan kadar sulfur ultra rendah 10ppm.
“Strategi Shell secara global berupaya menjadi terdepan mendukung masyarakat dunia menggunakan energi lebih bersih dan berkelanjutan. Dukungan ini kami wujudkan dengan menghadirkan produk rendah karbon dan berbagai solusi efisiensi energi sebagai bagian dari strategi global Shell yang baru, yaitu Powering Progress,” ujar Dian Andyasuri, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia.
Dian menjelaskan, standar EURO digunakan membatasi kadar bahan pencemaran dalam emisi kendaraan bermotor. Saat ini, produk-produk Shell telah memenuhi standar EURO 4 dan EURO 5. Keberadaan bahan bakar dengan standar EURO 4 and EURO 5 memberi dampak positif bagi konsumen di Indonesia dan juga industri otomotif di mana proses pembakaran pada mesin menjadi lebih efisien, menghemat bahan bakar, dan mencegah korosi pada mesin sehingga menghasilkan kadar emisi karbon kendaraan lebih rendah.

Selain mendukung pencapaian target nasional menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sampai dengan 41% pada tahun 2030, produk Shell yang memenuhi standar ini juga berkontribusi pada sektor kesehatan masyarakat dengan mengurangi polusi karbon di udara dari hasil penggunaan bahan bakar.
Untuk mobil bertenaga listrik, Shell juga telah menyediakan fasilitas pengisian daya Shell Recharge yang dapat dikunjungi pelanggan di SPBU Shell Pluit Selatan 1. Kehadiran Shell Recharge ini juga merupakan wujud dukungan Shell terhadap agenda Pemerintah Indonesia untuk bertransisi menuju energi yang lebih bersih.
Di bisnis pelumas, sepanjang tahun 2021 Shell telah meluncurkan berbagai pelumas netral karbon yang didukung oleh mekanisme carbon offset atau penyeimbangan karbon dari proyek Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions/NBS) milik Shell. Setiap emisi karbon yang dikeluarkan dalam penggunaan produk oleh pelanggan akan diseimbangkan dengan kredit karbon dalam proyek NBS.
“Kami sadari semakin banyak pelaku bisnis mencari solusi menjalankan bisnisnya secara lebih ramah lingkungan. Di 2021 ini, Shell meluncurkan rangkaian produk pelumas netral karbon (carbon neutral) antara lain Shell Gadus S5, Shell Omala S4 WE, Shell Omala S4 GXV, Shell Mysella S5, Shell Rimula R6 LM dan Shell Helix Ultra 0W20. Rangkaian produk netral karbon akan tersedia di Indonesia sehingga memungkinkan pelanggan melakukan operasional bisnis sehari-harinya berjalan lebih efisien dan rendah emisi,” imbuh Dian.

Dian juga menekankan pentingnya kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung efektivitas proses transisi energi di Indonesia. “Kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan di Indonesia sangat dibutuhkan mewujudkan agenda penyediaan energi lebih bersih. Kami siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tujuan bersama yang mulia tersebut,” tambah Dian.
Secara global, Shell bertujuan untuk melakukan penyeimbangan karbon terhadap lebih dari 200 karbondioksida (CO2) per tahun atau setara dengan mengurangi 340,000 mobil dari jalanan selama satu tahun.
Saat ini, Shell secara global memiliki lebih dari 300 orang ahli yang berdedikasi penuh dalam pengembangan produk-produk bahan bakar dan pelumas untuk kendaraan, kapal, dan pesawat. Untuk tujuh tahun ke depan, Shell bertujuan untuk memperluas portofolio dengan memproduksi lebih banyak pilihan energi yang lebih ramah lingkungan bagi berbagai jenis kendaraan pelanggan di seluruh dunia.

