NMAA News – Seiring kebijakan PPKM di Jawa dan Bali yang belakangan mulai melonggar, turut berkontribusi pada kenaikan angka penjualan sektor otomotif. Dari data GAIKINDO, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berhasil menjual kendaraan sebanyak 9.122 unit dengan pangsa pasar 15,4 persen pada Juli 2021. Hasil ini merupakan pangsa pasar dan penjualan tertinggi Mitsubishi di Indonesia pada Juli 2021, naik 4,8 persen atau naik 418 unit dibandingkan Juni 2021.
Pada segmen kendaraan penumpang, PT MMKSI mencatat penjualan 6.080 unit. Sementara segmen niaga, PT MMKSI mencatat penjualan 3.042 unit. “Distribusi penjualan Mitsubishi terbesar masih di Pulau Jawa dengan 60 persen. Sisanya di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain,” jelas Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro, saat konferensi pers virtual, Rabu (18/8).

“Secara umum penjualan Mitsubishi saat ini dipengaruhi PPKM yang sedang digalakkan Pemerintah khususnya di Pulau Jawa-Bali. Sekarang, kami sedang memaksimalkan penjualan di wilayah-wilayah yang memang situasi profitnya lebih baik, seperti di luar Jawa-Bali,” imbuh Irwan.
Menurutnya, jika diperinci, wilayah Jabodetabek memberi kontribusi penjualan hingga 30 persen. Untuk wilayah Pulau Jawa non-Jabodetabek, menyumbang penjualan 30 persen. Sementara untuk di luar Pulau Jawa menyumbang sekitar 40 persen dari penjualan total Mitsubishi.
Dari distribusi penjualan sepanjang Juli 2021 tersebut, Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross masih mendominasi penjualan di segmen Small MPV dengan pangsa pasar lebih dari 37 persen dan terjual 4.569 unit. Tingginya penjualan Xpander, menurut Irwan, tak lepas dari faktor pemicunya, kebijakan relaksasi PPnBM.

Selain itu adanya beberapa model baru dari Xpander Special Edition dan Rockford Fosgate pada Juni 2021 mulai optimal pemasarannya pada Juli 2021. “Kita menargetkan sekitar 4.000 unit model tersebut untuk penjualan sekitar 4 bulan, mulai Juli hingga Oktober 2021. Kalau dilihat sampai Agustus, on-track sudah terserap di pasar sekitar 2.000 unit. Responnya bagus dari pasar. Masih ada 2 bulan lebih habiskan sisanya,” tutur Irwan.
Naiknya penjualan Xpander dan Pajero Sport, diyakini Irwan, faktor pemicunya lebih pada penyegaran model dan tentunya insentif relaksasi PPnBM. Selain karakter dan kelengkapan fitur yang sesuai kebutuhan tentunya. “Selain faktor tersebut yang bikin penjualan jadi signifikan, program promo yang tepat juga turut mempengaruhi. Seperti Mitsubishi Pajero Sport dengan model barunya secara permintaan juga masih kuat, meski tanpa iming-iming relaksasi PPnBM,” pungkas Irwan.


