NMAA News – Begitu diluncurkan pada awal Juli 2021 lalu, sosok Peugeot 9X8 langsung mengundang perhatian publik. Kehadiran Peugeot 9X8 menambah warna dan juga persaingan di ajang FIA World Endurance Championship (FIA WEC) yang akan digelar 2022 mendatang.
Hypercar yang digarap pabrikan asal Prancis ini memang memiliki desain luar biasa. Sebuah desain yang tidak pernah terlihat sebelumnya pada kategori mobil Hypercar. Sosoknya seolah menggambarkan seekor singa yang tengah mengambil kuda-kuda dan bersiap menerkam mangsanya.
Lampu bagian depan dan bagian belakang Peugeot 9X8 sudah mengusung bahasa desain Peugeot, yakni lampu garis LED berbentuk seperti tiga buah cakar. Desainnya mirip lampu belakang Peugeot 3008 & 5008 SUV yang dijual di Indonesia.
Aplikasi warna abu-abu ‘Selenium Grey‘ dipadu warna hijau terang ‘Kryptonite Acid Green/Yellow‘ menjadi pilihan untuk sisi eksterior maupun di kokpit. Hal ini selaras bahasa desain dari divisi Peugeot Sport Engineered, spesialis balap Peugeot.

“Kombinasi antara skema warna dan Peugeot i-Cockpit© Styling pada kokpit Peugeot 9X8 memberi gambaran sangat berbeda dan membuat siapapun melihat tampilan on-board camera akan langsung mengetahui bahwa ini Peugeot,” ucap Matthias Hossann, Peugeot Design Director.
Sayap belakang mobil Hypercar ini untuk pertama kali terlihat pada ajang Le Mans 24 Hours di mobil Chaparral 2F yang berlaga di tahun 1967 dan, hingga kiini tetap dipergunakan. Namun, untuk pertama kalinya, era sekarang ini, sayap bagian belakang hypercar untuk ajang FIA WEC dihilangkan oleh Peugeot.
“Mendesain Peugeot 9X8 selalu menjadi pengalaman uar biasa karena kami memiliki kebebasan dalam menciptakan, berinovasi, dan mengeksplor di luar batas untuk mengeluarkan kemampuan performa maksimal terutama aerodinamika,” tambah Ollvler Jansonnie, Peugeot WEC Sport WEC Programme Technical Director.
Namun, dengan tanpa pemasangan sayap belakang pada Peugeot 9X8, justru memberikan kebebasan untuk mendesain siluet hypercar yang belum pernah terlihat sebelumnya.

