Jajal Langsung Performa Toyota GR Yaris, Enteng Diajak Menari di Atas Aspal

- Advertisement -

NMAA News – Gelaran Toyota Gazoo Racing Driving Experience di Edutown Arena, BSD City, pada Kamis (21/10/2021) menorehkan pengalaman sensasional bagi pesertanya dari berbagai media di seputaran Jakarta. Pasalnya, acara ini menghadirkan sang fenomenal, Toyota GR Yaris dan GR Supra, yang banyak ditunggu penggemarnya di seluruh dunia.

Sosok GR Yaris bisa dibilang istimewa, lantaran secara spesifikasi maupun jumlah unit produksinya. Dibuat terbatas hanya setahun saja, GR Yaris cuma diproduksi 25.000 unit untuk seluruh dunia. GR Yaris dikembangkan khusus oleh divisi Gazoo Racing, unit pengembangan model performa yang dimiliki Toyota. Para insinyur di Gazoo Racing mengambil berbagai input dari hasil medan balap terutama rally yang akhirnya diterapkan pada GR Yaris.

“GR Yaris diproduksi menggunakan line khusus pabrik Toyota di  Motomachi yang dikenal memiliki sejarah panjang dan kuat memproduksi mobil sport Toyota. Proses perakitan GR Yaris langsung dilakukan anggota tim takumi yaitu para teknisi Toyota berketerampilan tinggi. GR Yaris, sebuah pure sport model dengan built quality terbaik dan menawarkan pengalaman berkendara menyenangkan,” kata Marketing Director PT TAM, Fumitaka Kawashima, dalam rilis pengenalan GR Yaris akhir Maret 2021.

Fenomena GR Yaris dan Eforianya di Indonesia

Indonesia termasuk negara yang beruntung mendapat jatah pemasaran GR Yaris. Kendati kuota yang didapat PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku pemasar GR Yaris, hanya 126 unit. Dari total unit tersebut, kabarnya sebanyak 125 unit dilepas untuk para konsumen yang beruntung, sedangkan 1 unit dipertahankan TAM.

Disebut konsumen beruntung, karena inden untuk memiliki GR Yaris cukup panjang, hingga mencapai 600-an lebih penginden. Agar adil dan ‘fair’ dalam penentuan siapa konsumen yang layak memiliki GR Yaris, pihak TAM sampai harus mengundi siapa saja yang berhak menjadi pemilik GR Yaris didepan notaris, hingga pihak kepolisian.

Menurut Marketing Director PT TAM Anton Jimmi Suwandy, seluruh unit GR Yaris milik konsumen Indonesia akan dikirim mulai November 2021 mendatang, sesuai urutan list hasil undian yang didapat konsumen. Anton juga menegaskan bahwa mereka yang beruntung mendapat GR Yaris merupakan hasil dari pengundian.

“Antusiasmenya besar sekali, konsumen sudah tidak sabar memilikinya. Nah sebelum proses distribusi berjalan, kami hadirkan 2 unit GR Yaris untuk dicoba teman media guna merasakan langsung performa gaharnya,” ujar Anton di sela media test drive GR Yaris dan GR Supra, Kamis (21/10/2021).

GR Yaris disebut banyak pihak fenomenal, lantaran kedua mobil ini memiliki reputasi performa beringas di tengah vakumya produsen otomotif Jepang membuat jenis kendaraan yang diproduksi khusus memenuhi kebutuhan homologasi motorsport. Sebelumnya, di era 1990-an hingga awal 2000-an, pabrikan otomotif Jepang pernah dan banyak membuat kendaraan homologasi racing ini.

Homologasi terutama mengarah ke aplikasi balap Rally seperti World Rally Championship (WRC). Sebut saja seperti Subaru dengan Impreza WRX, Mitsubishi dengan Lancer Evolution, dan Toyota dengan Celica GT-Four. Ketiganya sukses mendulang prestasi di berbagai arena balap internasional dan masih menjadi ikon motorsport hingga kini.

Kelahiran Toyota GR Yaris saat ini tentunya menjadi euforia bagi sebagian penggemar mobil performa khususnya di segmen hot-hatch. Strategi Toyota untuk datang kembali menjadi satu-satunya pabrikan Jepang yang kembali memproduksi model homologasi ini disambut antusias penggemarnya di seluruh dunia.

Debut GR Yaris yang dimulai perdana pada 2019 memenuhi kaidah hot-hatch yang dibuat khusus Toyota, sehingga memenuhi standarisasi WRC. Tim Gazoo Racing khusus meracik GR Yaris ini dengan spesifikasi dan performa utuh layaknya untuk berkiprah langsung di balap reli dunia WRC.

Khusus untuk gelaran Toyota Gazoo Racing Driving Experience – GR Yaris dan GR Supra ini, pihak TAM menurunkan duet pebalap touring dan slalom Toyota Team Indonesia (TTI), Demas Agil dan Adrianza Yunial yang akrab disapa Anza. Mereka berdua ditunjuk sebagai instruktur sekaligus driver pendamping para jurnalis yang mencoba dua mobil performa ini.

“Saya suka dengan performa, handling, dan kegesitannya dalam melahap lintasan. Kendati saya baru juga mengenal karakter mobil ini, namun bisa cepat beradaptasi karena memang enak diajak bermanuver tajam seperti slalom. ‘Ngikutin’ seperti apa yang kita mau,” ujar Anza yang berulang menjadi jawara slalom nasional.

Sekilas Spesifikasi GR Yaris

Menilik spesifikasi teknisnya, Toyota Gazoo Racing menyematkan GR Yaris dengan mesin berkode G16E-GTS berkonfigurasi 3-silinder 12-katup DOHC dengan kapasitas 1.618cc turbocharged. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga hingga 257 hp/6.500 rpm dan torsi maksimum hingga 370 Nm/3.000-4.000rpm!. Tak heran kalau Anza dan Demas begitu ringan mengajak GR Yaris menari di aspal Edutown.

Menurut Gazoo Racing, racikan spesial mesin GR Yaris ini merupakan mesin 3-silinder 1.6 liter paling buas saat ini. Bahkan untuk Japan Domestic Market (JDM), tenaga yang dihadirkan lebih ganas, mencapai 268 daya kuda dan torsi 370 Nm melalui transmisi 6-percepatan manual. Guna mengalirkan output daya tersebut, disematkan transmisi manual 6-percepatan, serta sistem penggerak AWD yang dilabeli sebagai GR-Four.

“Sistem penggerak 4-roda ini komposisinya 40:60 untuk roda depan dan belakang, disertai 3 mode untuk setting performa mesin dan suspensi, yakni Normal, Sport, dan Track. Untuk slalom aspal, cukup diposisikan ke ‘Sport’. Mode ‘Normal’ untuk pemakaian harian, dan mode ‘Track’ saat digunakan berkompetisi di lintasan balap,” ujar Anza.

GR Yaris dilengkapi dengan sistem transmisi manual 6-percepatan. Toyota menyebutnya dengan Intelligent Manual Transmission with Rev-Matching Function. Di mana tenaga mesin disalurkan ke roda melalui sistem GR-Four 4WD. 

GR Yaris memiliki dimensi panjang 3.995 mm, lebar 1.805 mm, dan tinggi 1.455 mm, serta wheelbase sekitar 2.560 mm. Sementara ground clearance-nya 124 mm dan radius putarnya hanya 5,31 m. Tangki BBM GR Yaris mampu memuat bahan bakar 50 liter.

Untuk suspensi depan, GR Yaris mengadopsi Macpherson Strut dan suspensi belakang Double Wishbone. Peranti remnya model Ventilated Disc Brake. Velg berbahan alloy ukuran 18 inci, dilapis ban 225/40-18. GR Yaris di Thailand, Jepang, maupun Indonesia memiliki mesin dan fitur sama.

Impresi Mengagumkan Performa GR Yaris

Dalam driving experience untuk jurnalis yang digelar di sirkuit drifting Edutown BSD ini,  Toyota menyediakan dua model GR Yaris dan satu unit GR Supra. Guna mengetahui performa beringasnya, TAM merancang lintasan pengujian yang memadukan format slalom dan gymkhana.

Dua model GR Yaris berkelir merah dan putih ini bukan sekadar berbeda warna. Namun guna menunjukkan spesifikasi berbeda yang diusung masing-masing unit. Menurut Anton Jimmi, GR Yaris putih merupakan versi standar. Sedangkan GR Yaris merah tampil lebih memikat berkat berbagai aksesoris opsional seperti body kit add-on, emblem, dan stiker stripping, elemen carbon fiber dan sistem gas buang atau knalpot yang berbeda.

Uji coba dimulai dengan presentasi Anza dan Demas ke peserta test drive. Di sini mereka berdua menjelaskan pengenalan sirkuit mini, alur arah pengetesan, regulasi keselamatan dan syarat lainnya demi faktor keamanan. Peserta juga diberikan helm balap personal bertuliskan nama peserta dan emblem GR yang ukurannya telah disesuaikan dengan kepala si pemakai.

Setiap uji coba, peserta mendapat 2 kali kesempatan melintasi sirkuit. Pada kesempatan pertama, berupa taxi ride di mana peserta duduk manis di samping instruktur melahap jalur sirkuit. Kebetulan, saya mendapat instruktur Anza, karena sebelumnya saya pernah merasakan Supra dengan Demas Agil saat pengujian di Sirkuit Sentul.

Sebagai pengenalan karakter, Anza mengajak saya memutari sirkuit sambil mengeksplorasi GR Yaris secara maksimal. Sesi pemanasan dan pemahaman karakter sirkuit dan mobil ini terasa singkat, lantaran semua kun dilibas dengan manuver power sliding dan drifting. Hentakan tenaga yang meledak-ledak dari balik kap mesin cukup meningkatkan adrenalin di siang hari bolong tersebut.

Satu putaran pertama dihabiskan kami berdua untuk beradaptasi mengenal karakter mesin, transmisi, dan pergerakan lingkar kemudinya. Tak diduga, pergerakan pedal kopling cukup ringan. Slot perpindahan tuas transmisi juga sangat pendek, yang memudahkan perpindahan gear dalam waktu cepat.

Oiya, saat sesi test drive ini GR Yaris diposisikan Anza pada mode Sport. “Mode sport ini membuat komposisi distribusi output daya mesin tersalur 60% ke roda belakang dan sisanya ke roda depan,” sebut Anza, sesaat sebelum melesat dari garis start. Ini cukup dirasakan ketika melesat dari garis start dengan limpahan torsi yang sangat terasa namun disalurkan secara linear.

Pergerakan lingkar kemudi juga begitu tajam, padat, dan responsif dengan pergerakan roda. Efeknya, feeling mengemudi pun menjadi bertumbuh dan bermuara pada kepercayaan diri yang ideal. Rasio gigi setir yang pendek juga memudahkan bermanuver tajam dan pengendaliannya.

Setiap manuver, tonjokan tenaga, hingga pengereman akurat seperti mudah dilahap GR Yaris. Akurasi dan kemantapan handling, membuat rasa percaya diri saya makin tumbuh seiring perpindahan posisi menjadi pengemudi GR Yaris. Saat mengemudikan langsung, seolah saya merasakan dalam sebuah kendaraan balap yang sedang berkompetisi.

Cuilan sedikit kaki pada pedal gas, membuat GR Yaris responsif menjawabnya dengan tonjokan akselerasi kuat yang mendebarkan. Perintah Anza ke saya untuk terus menekan pedal gas saat bermanuver untuk menghasilkan efek drift, saya lakoni dengan percaya diri.

Efek lateral gravitasi hingga suara decit ban ke aspal yang mengeluarkan asap, memberi sensasi tersendiri yang bakal tak terlupakan. Titik gravitasi imbang dan racikan suspensi yang stiff mengimbangi dahsyatnya performa mesin. Ini yang saya akui menjadi salah satu keunggulan GR Yaris, yang mendukung pergerakan mobil menjadi lebih lincah, namun sekaligus mudah dikendalikan.

Trek lurus yang pendek cepat dicapai dan ketika langsung memutar setir secara drastis, bodi mobil tidak bergeser liar, dan masih mudah dikendalikan. Kombinasi gigi 1 -2 cukup melibas trek pendek yang ada, termasuk melibas tikungan tusuk konde. Bagi GR Yaris, lintasan slalom menjadi santapan lezat untuk bisa melibasnya dengan mudah.

Bila malas menginjak rem, cukup tarik tuas rem tangan agar posisi buritan over shoot dan memperkecil sudut belok. Efek atau gejala oversteer dan understeer sama sekali tidak terlihat dominan kendati pedal gas diinjak terus saat bermanuver. Radius putar lingkar kemudi GR Yaris yang kecil, turut membantu daya manuver GR Yaris di medan balap.

Begitu pula dengan efek body roll terasa tetap ada namun dalam takaran minim khas mobil dengan DNA sport. GR Yaris bisa melesat cepat keluar dari manuver berkat dorongan tenaga mesin yang  Paket aerodinamika yang disematkan juga turut mendukung traksi berlimpah dan memberi efek tekanan di buritan.

Hal lain yang membuat si pengemudi enjoy menikmati performa GR Yaris, yakni tatanan panel instrumen yang sederhana namun fungsional, tidak disematkan tombol atau fungsi yang tidak perlu. Sepintas, aura dashbord dan beberpa tombolnya sudah mengisyaratkan kalau GR Yaris merupakan khas kendaraan kompetisi.

Pemantauan pengemudi ke panel instrumen begitu mudah dilihat dan gampang terpantau. Ruang jok belakang memang sempit untuk ukuran orang dewasa. Karena memang hothatch ini fokus ditujukan untuk sepasang penumpang saja. Jok model bucket turut menambah keyakinan berkendara, dan menempatkan posisi duduk yang mantap saat bermanuver tajam, meliuk melewati barisan kun slalom.

“Secara populasi, GR Yaris sejak awal memang terbatas kepemilikannya. Saya berharap, mereka yang mendapat undian memiliki GR Yaris, bisa mengambil makna mengapa kami menerapkan hal tersebut ke mobil produksi lokal kami. Tujuannya, hasil akhir produksi nantinya benar-benar handal dari berbagai sektor. Tentunya senang rasanya bisa berkenalan dan merasakan langsung performa Toyota GR Yaris yang akan sangat terbatas eksistensinya di Indonesia,” pungkas Anton Jimmi.

GR Yaris memang benar-benar bikin ‘Gede Rasa’ saat berada di belakang kemudinya!

 

 

 

Octo Budhiartohttp://nmaa.co.id
Berkecimpung di industri media otomotif nasional sejak September 1994. Telah menulis puluhan ribu artikel tentang fenomena dan tren dunia otomotif nasional maupun internasional. Aktif di berbagai komunitas otomotif dan punya kesukaan akan restorasi, modifikasi, teknologi, serta test drive mobil-motor terbaru.

Related Articles

Stay Connected

22,850FansSuka
0PengikutMengikuti
3,050PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles