NMAA News – Bertempat di Plaza Subaru di bilangan Gading Serpong, Subaru Indonesia menghadirkan sejarah perjalanan awal Subaru hingga konsistensinya di dalam
mengembangkan teknologi yang terdepan serta kejayaan Subaru di ajang balap reli dunia.
Perjalanan sejarah Subaru di Indonesia tersebut tersaji dalam pameran mini Subaru Historical Gallery. Subaru Indonesia merupakan sebutan bagi PT Plaza Auto Mega (PAM) yang resmi ditunjuk SUBARU Corporation Jepang menjadi representatif resmi dan aktif dalam pengadaan dan penjualan kendaraan Subaru di pasar otomotif Indonesia.

“Subaru Historical Gallery menjadi salah satu strategi Subaru Indonesia dalam merangkai perjalanan kembalinya Subaru ke pasar otomotif Indonesia. Pameran yang kami buka selama 2 bulan ke depan menjadi salah satu cara bagi publik maupun konsumen Subaru, bisa mengenal lebih dekat sekaligus merasakan filosofi dan konsep brand Subaru,” jelas Arie Christopher Setiadharma, Chief Operations Officer Subaru Indonesia.
Sebagai eksebisi perdana di Indonesia, Subaru Historical Gallery digelar di area seluas 1.200 meter persegi yang akan membawa publik pecinta otomotif maupun konsumen Subaru ke dalam perjalanan sejarah, teknologi, interaksi Subaru dengan pemiliknya hingga kiprah Subaru di dunia motorsport.

Keseluruhan perjalanan Subaru Historical Gallery ini terbagi empat area. Dengan konsep Contemporary Atmospheric, pengunjung pameran akan menikmati perpaduan suasana
pameran bercitarasa klasik dengan sentuhan aura modern.
Area pertama Subaru Historical Gallery, merupakan “Milestone Subaru” yang menampilkan
rangkaian historikal awal mula Subaru hadir ke dunia hingga transformasinya dari berbagai varian dan perkembangan teknologinya. Pengunjung akan merasakan pengalaman menarik bagaimana sejarah dan perkembangan nama besar Subaru, termasuk edukasi tentang Subaru dari generasi pertama hingga terakhir.

Berlanjut pada area kedua, hadir tampilan bertema Technology. Area ini mengupas tuntas ragam pendekatan Core Technology kreasi para insinyur Subaru yang diadopsi ke setiap kendaraan Subaru, seperti Boxer Engine, Global Platform, All-Wheel Drive hingga EyeSight safety features.
Sisi paling menarik area kedua ini, hadirnya instalasi Subaru XV dalam format cut body. Tujuannya, pengunjung dapat melihat langsung teknologi yang dikembangkan Subaru. Selain tentunya, berbagai sajian penjelasan teknologi agar konsumen lebih paham informasi fitur dan teknologi mobil Subaru.

Di section ketiga bertema Family Adventure, menceritakan ke publik bagaimana setiap kendaraan Subaru dirancang mampu melakukan petualangan yang sangat mengasyikkan bersama keluarga. Di mana konsep berpetualang bersama keluarga dan bersahabat dengan alam merupakan konsep masa depan dari Subaru.
Section ini juga mengangkat cerita betapa eratnya ikatan emosional antara pemilik Subaru dengan mobil Subaru miliknya. Terlihat pada berbagai kegiatan yang dilakukan komunitas pemilik mobil Subaru di seluruh Tanah Air. Perwujudan ikatan emosional erat dapat terlihat dengan 2 unit Subaru milik anggota komunitas yang langka keberadaannya di Indonesia.

Pada section terakhir, dihadirkan kisah kesuksesan Subaru di ajang Word Rally Championship. Tampak penampilan Subaru Impreza WRC yang digunakan Richard Burns saat menjuarai seri ke 14 Great Britain Rally di tahun 2000.
Para pengunjung Subaru Historical Gallery dapat melihat dan berinteraksi secara langsung sejarah, filosofi hingga konsep masa depan dari Subaru. Filosofi yang ingin disampaikan, Subaru tak sebatas perusahaan pembuat mobil dan mengadopsi teknologi terbaik.

“Filosofi yang diunggulkan bahwa Subaru merupakan perusahaan yang peduli dan bersahabat dengan lingkungan sekitar, mengedepankan layanan, dan ingin selalu membuat konsumen tersenyum,” jelas Paula Dewiyanti, Direktur Utama PT. Plaza Auto Mega.
Adapun Subaru Historical Gallery beroperasi pada hari Minggu – Kamis pada pukul 10.00 – 18.00 WIB. Sedangkan untuk Jumat dan Sabtu akan dibuka sejak pukul 10.00 – 19.00 WIB. Subaru Historical Gallery berlokasi di Plaza Subaru, Jalan Jalur Sutera, Kav 9A RT 002 RW 003, Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten.


