Honda Berharap Pemerintah Lanjutkan Program Diskon PPnBM DTP di 2022

0
- Advertisement -

NMAA News – Industri otomotif nasional sejak semester pertama hingga jelang akhir semester kedua 2021 terus menunjukkan geliat positif setelah Pemerintah mendukung total dengan pemberian program diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru rakitan dalam negeri dengan kandungan komponen minimal 60 persen.

Program relaksasi berupa diskon PPnBM ini ditempuh Pemerintah dalam bagian upaya mendorong pertumbuhan industri otomotif yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Kebijakan yang disambut positif oleh pelaku industri dan masyarakat ini berlaku sejak Maret-Desember 2021.

Selanjutnya, stimulus berlabel PPnBM Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) ini dibagi dua kategori. Bagi mobil 1500cc ke bawah dengan kandungan lokal di atas 60 persen, mendapat insentif diskon PPnBM DTP hingga 100 persen.

Sedangkan untuk jenis kendaraan bermesin 1.501 – 2.500cc mendapat insentif keringanan PPnBM DTP sebesar 50 persen/25 persen, yang besarannya tergantung dari jenis sistem penggerak rodanya (2WD atau 4WD).

PT Honda Prospect Motor (HPM) yang mengageni kendaraan penumpang Honda di Indonesia, melihat kebijakan Pemerintah terkait PPnBM DTP ini membuahkan hasil maksimal dalam menstimulus pasar.

Salah satunya, hasil penjualan Honda pada Oktober 2021 lalu. PT HPM berhasil mencatat penjualan mobil 6.104 unit atau meningkat 82% dibanding bulan sebelumnya. Penjualan total Honda di tahun ini per Oktober masuk 74.480 unit atau 20% lebih tinggi jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kontribusi terbesar penjualan Honda di Oktober lalu datang dari Honda Brio yang meraih total penjualan sebanyak 2.172 unit, lalu diikuti Brio Satya 1.199 unit, dan Brio RS sebanyak 973 unit.

Terkait akan berakhirnya program relaksasi tersebut di Desember 2021 ini, Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyebut, pihaknya masih berharap Pemerintah masih mau memperpanjang program positif seperti saat ini.

“Pada Januari 2022 nanti, harapan kami sih program relaksasi tersebut bisa diperpanjang. Responnya sangat baik untuk menumbuhkan industri. Tapi, kami yakin Pemerintah pastinya punya skenario dan kebijakan yang tepat, serta tentunya akan mengambil langkah tepat agar pertumbuhan ekonomi bisa terus terjaga,” ujar Billy di tengah media test drive All New Honda Civic RS, Rabu (8/12/2021) rute Jakarta-Serpong-Jakarta.

Menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (distribusi ke diler/untuk stok) pada Januari-Oktober 2021 mencapai 703.089 unit, naik 67 persen dibanding periode sama 2020 (year on year) yang sedang terdampak pandemi. Sedangkan penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) 677.333 unit, tumbuh 49,3 persen year on year.

Mengacu target penjualan mobil Gaikindo yang dipatok 750 ribu unit hingga Desember 2021, beberapa pelaku industri menyatakan optimismenya, termasuk Honda. Bahkan mereka yakin kalau jualannya tersebut bisa menembus di rentang 800-850 ribu unit hingga akhir tahun ini.

“Program PPnBM DTP yang sudah berjalan ini benar-benar baik sekali dan positif membantu pertumbuhan ekonomi nasional melalui dukungan pada industri otomotif,” imbuh Billy. Dirinya bahkan menilai, pasar bisa kaget kalau insentif atau ‘diskon’ PPnBM langsung dihilangkan.

“Kami di industri, cukup khawatir apabila pasar sebenarnya belum siap dan bisa ‘syok’ karena harganya loncat terlalu tinggi akibat penghilangan program relaksasi atau insentif pajak tersebut,” kata Billy.

Apalagi, bakal ada beban baru, di mana tarif PPnBM mobil baru bermesin konvensional di masa normal telah direvisi Pemerintah baru-baru ini. Dari awalnya 10 persen menjadi 15 persen melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 dan PP Nomor 74 Tahun 2021.

 

- Advertisement -