Kinerja Ekspor Toyota Mulai Pulih ke Level 89 Persen Dibanding Situasi Sebelum Pandemi

0
- Advertisement -

NMAA News – Akselerasi pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia dalam menyambut pergantian tahun ke 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan fokus APBN 2022 adalah menjaga momentum pemulihan ekonomi dan secara bertahap menyehatkan kembali penerimaan negara.

Kementerian Keuangan berharap kebijakan stimulus mampu meningkatkan konsumsi masyarakat khususnya terhadap produk unggulan industri kendaraan bermotor dalam negeri sebagai upaya mempercepat ritme pemulihan ekonomi nasional paska pandemi Covid-19.

Regulasi ini turut membantu target Bank Indonesia yang mengumumkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan mencapai 4,7-5,5% didorong berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak kinerja ekspor tetap kuat serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.

Pertumbuhan industri otomotif baik pasar domestik dan ekspor nyatanya berperan menjadi lokomotif ekonomi nasional. Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian terbukti menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor positif.

Kehadiran insentif PPnBM mendorong konsumsi domestik sepanjang Januari – November 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih sebesar 81% dibandingkan periode sebelumnya di masa pandemi 2019.

Kepercayaan konsumen global terhadap produk otomotif nasional juga ditunjukkan dengan pencapaian ekspor Indonesia. Merujuk data kinerja ekspor sepanjang Januari – November 2021 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor kendaraan utuh dari Indonesia mencapai angka 267 ribu unit atau pulih sekitar 87% dari periode yang sama di 2019.

Sementara itu, ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota dari Indonesia untuk Januari – November  2021 mencatat angka 166 ribu unit dengan proyeksi pencapaian tahunan hingga 188 ribu unit. Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor T-Brand sudah pulih ke level 89% dibandingkan situasi sebelum pandemi.

Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Industri yang berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4% dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Tren positif ekspor T-brand tidak dapat kami capai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui berbagai stimulus dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional,” jelas Bob Azam Direktur Eksternal Affairs PT TMMIN.

Aktivitas ekspor Toyota Indonesia ke lebih dari 80 negara turut menjembatani pemasok lokal untuk masuk ke pasar global melalui pengembangan pemasok termasuk IKM untuk meningkatkan daya saingnya. Ekspor otomotif merupakan ekspor produk berteknologi tinggi yang bernilai tambah.

Untuk menutup catatan positif kinerja ekspor otomotif di penghujung 2021, Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 yang akan diselenggarakan di Pabrik PT TMMIN Karawang I – II sebagai lokasi utama.

Pencapaian Kinerja Ekspor T-Brand (Jan-Nov 2021)

No

Produk

Jumlah

1

Tipe SUV (Fortuner, Rush, Raize)

76 ribu unit

2

Tipe MPV (Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace, Veloz)

33 ribu unit

3

Tipe Sedan, Hatchback, LCGC (Vios, Yaris, Agya)

57 ribu unit

4

Mesin (TR dan NR)

101 ribu unit

5

Kendaraan Terurai (CKD)

47 ribu block

6

Komponen Kendaraan

79 juta pieces

- Advertisement -