NMAA News – Dari sekian banyak daftar resolusi akhir tahun yang ditargetkan banyak orang, salah satunya tentu ingin memiliki kendaraan. Selain 2022 dinilai saat yang tepat membeli mobil, di sisi lain situasi perkreditan mulai berangsur membaik seiring membaiknya roda ekonomi saat recovery dari pandemi.
Untuk industri otmotif sendiri, berdasar data per Oktober 2021 lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil 2021 tumbuh pesat menyentuh angka 67 persen yakni terjual 703.089 unit dibandingkan tahun lalu pada periode sama.
Pertumbuhan ini diprediksi akan terus terjadi, mengingat program Down Payment (DP) 0 persen untuk pembelian mobil dan motor baru, resmi diperpanjang hingga akhir 2022, sementara insentif diskon PPnBM diperpanjang sampai akhir tahun ini dan akan ditinjau kembali.
Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit IdScore, Yohanes Arts Abimanyu, menilai bahwa kebijakan yang bertujuan mendorong daya beli masyarakat khususnya di sektor kendaraan bermotor itu, diharapkan semakin meningkatkan jumlah permintaan kredit itu sendiri.
“Membeli mobil merupakan salah satu keputusan besar bagi kebanyakan orang. Karenanya, sebelum mengajukan kredit, penting bagi setiap individu untuk mengecek credit scorenya guna mengetahui tingkat kelayakan kredit sekaligus mengetahui bagaimana penilaian bank atau leasing dan peluang permohonan kredit yang diajukan,” ujar Abimanyu.
Pada kesempatan terpisah, Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan bahwa momentum naiknya angka pesanan kendaraan bermotor merupakan pendorong pertumbuhan usaha sektor perusahaan pembiayaan.
APPI mencatat piutang pembiayaan industri pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 18 persen, namun demikian per akhir Oktober 2021 nilainya mengalami perbaikan menjadi minus 5,5 persen (yoy).
Hal ini didorong naiknya penjualan kendaraan roda dua dan empat sejak 2021, terutama penjualan kendaraan roda empat yang terbantu insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sejak April sampai Desember 2021. Insentif tersebut meningkatkan minat masyarakat membeli kendaraan baru.

Meskipun terjadi pertumbuhan pesanan pembelian kendaraan dan peningkatan potensi kredit kendaraan roda empat, perusahaan pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian menjaga kualitas kredit. “PEFINDO Biro Kredit IdScore sebagai mitra sangat membantu perusahaan pembiayaan menjaga kualitas piutang yang baik,” ungkap Suwandi.
Agar momentum memiliki mobil baru di akhir tahun bisa berjalan mulus, PEFINDO Biro Kredit bagikan beberapa tips pengajuan kredit mobil yang mudah dan minim risiko.
1. Pahami Besaran Uang Muka, Cicilan dan Biaya Lain
Langkah pertama yang dilakukan sebelum mengajukan kredit mobil, memahami besaran bunga dan uang muka yang akan berpengaruh pada nilai cicilan dan tenor pinjaman. Perlu juga diperhatikan biaya lain seperti provisi, administrasi dan biaya terkait lainnya.
2. Cek Kemampuan Bayar data Kredit Historis
Sebelum mengajukan kredit, penting untuk memastikan kemampuan finansial ke depannya, apakah anda sebagai calon debitur mampu menyelesaikan kewajiban kreditnya hingga selesai.
Tidak kalah pentingnya adalah mengecek apakah data kredit anda sudah terupdate sesuai kondisi saat ini seperti domisili, pekerjaan atau status kredit yang sudah berakhir atau yang saat ini masih berjalan. Ketidakakuratan data seringkali menyebabkan proses pengajuan kredit terhambat bahkan gagal disetujui.
Kini, pengecekan laporan kredit historis dan credit score menjadi lebih mudah dengan kehadiran MyIdScore. Masyarakat sudah bisa secara mandiri melakukan pengecekan laporan kreditnya dengan lebih cepat dan mudah melalui website (www.myidscore.id).
Dalam waktu singkat anda dapat memperoleh laporan kredit historis, credit scoring, profil risiko, kemungkinan gagal bayar, serta informasi relevan lainnya. Informasi tersebut nantinya akan berguna dalam mempersiapkan pengajuan kredit mobil, mengukur peluang perolehan kredit serta membantu dalam melakukan koreksi atau pengkinian data kredit.
3. Mengenal Prinsip 5C
Selain memastikan credit score aman lewat MyIdScore, Anda juga perlu memahami prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral) yang biasanya digunakan dalam proses analisa kredit lembaga jasa keuangan.
Pertama, Character atau kepribadian calon debitur yang dicari adalah yang beritikad baik untuk menyelesaikan pembayaran cicilan. Capacity, merupakan kemampuan mengelola keuangan pribadinya, adapun Capital adalah nilai aset yang dimiliki calon debitur.
Sedangkan Collateral termasuk prinsip yang penting karena nilai agunan atau jaminan yang diberikan akan menjadi pengukur apakah pengajuan kredit diterima atau tidak. Terakhir, Condition atau faktor luar yang dapat mempengaruhi, seperti usia peminjam, kondisi ekonomi negara, dan lainnya. Kelima aspek inilah yang perlu Anda pastikan dapat dipenuhi sebelum mendapatkan kepercayaan pinjaman dari pihak kreditur.
4. Pintar-pintar Pilih Lembaga Jasa Keuangan
Banyak jenis lembaga penyalur kredit, tapi pastikan anda berhubungan dengan lembaga kredibel, terpercaya dan baik reputasinya. Pengajuan kredit melalui bank akan memberi penawaran suku bunga lebih rendah, namun prosesnya lebih lama dengan persyaratan dokumen lebih rumit.
Sedangkan proses pengajuan kredit melalui lembaga pembiayaan atau leasing akan lebih cepat. Meskipun begitu, biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak, dan suku bunga yang ditawarkan biasanya juga lebih tinggi.
5. Rancang Skema Keuangan Baru
Dengan memutuskan untuk kredit mobil, maka alokasi dana keuangan otomatis akan berubah drastis. Melihat kondisi ini, sangat disarankan bagi calon debitur untuk mulai merancang skema keuangan yang menyesuaikan pengeluaran baru ini. Buat rencana keuangan yang sesuai kondisi finansial sekarang, agar proses pembayaran kredit mobil jadi lebih terencana hingga lunas nanti.
PEFINDO Biro Kredit IdScore merupakan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan atau biro kredit yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saham perusahaan dimiliki PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), PT Bursa Efek Indonesia, PT Pegadaian (Persero), PT TASPEN (Persero), PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), PT Consumer Information Consulting, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia dan PT Cahaya Teknologi Optima Sejahtera
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PEFINDO Biro Kredit IdScore menghimpun data kredit dan non kredit yang kemudian diolah dan disajikan di antaranya dalam bentuk laporan kredit dan credit score yang dapat diakses lembaga jasa keuangan untuk keperluan analisa dan pengecekan tingkat kelayakan kredit calon debitur.
Perusahaan juga menyediakan akses pengecekan laporan kredit dan credit score bagi masyarakat umum atau individu melalui situs www.myidscore.id

