NMAA News – Perkembangan tren kendaraan listrik di Indonesia menjadi sebuah tantangan bagi sejumlah perusahaan dalam memasarkan produknya. Meski sejumlah masyarakat masih terbilang skeptis terhadap motor listrik, tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan, kendaraan rendah emisi mampu menghadirkan solusi menuju nol emisi.
Hal tersebut menjadi sebuah stimulus bagi merek kendaraan listrik asal Indonesia, Nusa Motors. Sejak didirikan sekitar 2 tahun lalu, tidaklah mudah membesut sebuah inovasi dalam situasi pandemi. Lebih jauh, pengembangan orisinalitas ide Nusa Motors sebetulnya sudah menginjak 5 tahun supaya dapat menggandenga pelaku industri serta merek kendaraan asli buatan Indonesia.
Meliputi model Electric Sport Motorcycle Nusa Khatulistiwa (K_Series), Sepeda Listrik Nusa 2XR (Rigid non Shock Suspension) dan Sepeda Listrik Nusa 2XL (with Shock Suspension). Secara desain, ketiga lini produk tersebut memiliki unsur futuristis dengan tampilan sporty.
Foto: IMX
“Kami lebih memilih untuk menargetkan pasar niche kami sendiri di kategori premium seperti Tesla tapi kendaraan roda dua. Dengan keterbatasan kami, bisa membangun semuanya dari nol berkat para talenta dalam negeri. Khusus Nusa K_Series (Khatulistiwa), bisa dibilang sebagai motor listrik tercepat di Asia Tenggara. Karena itulah, hingga saat ini masih akan di finalisasi sampai melewati proses homologasi, tapi sejauh ini sudah 80% di finalisasi,” ujar CEO Nusa Motors, Domex Mandey.
Tiga produk Nusa Motors tersebut memuat kandungan lokal. Mulai dari desain, chassis dan komponen spesifik lain. Sementara suplai tenaga, bagian baterai dan motor penggerak masih mengandalkan impor.
“Ini akan menjadi langkah awal, kedepannya, akan lebih banyak lagi komponen lokal yang di gunakan,”terangnya.
Secara spesifikasi, motor sport listrik Nusa Khatulistiwa (K_Series) dibekali baterai lithium Ion Cell 10 Kwh untuk basic dan 14 kWh (too fast) dengan jarak tempuh mencapai 180 km dan 250 km (too fast). Performa motor listrik bergaya ‘Naked’ ini sanggup menembus 150 km/h, bahkan 200 km/h.
Soal harga disuguhkan mulai Rp 140 juta untuk basic dan Rp 180 juta untuk varian Too Fast. Seluruh komponen dibuat secara custom, meliputi warna bodi, jok, instrument cluster, baterai, rem, dan sektor roda.
Beralih ke produk sepeda listrik, Nusa Motors menghadirkan dua varian dalam label Nusa 2XR dan 2XL. Keduanya dibekali baterai jenis Lithium Ion Cell untuk daya jelajah 80km dengan kemampuan limit 40 km/h. Baterai kompak tersebut hanya memerlukan 400 watts-hours untuk pengisian dari kosong hingga penuh. Harga dua unit sepeda listrk tersebut masing-masing dibanderol di kisaran Rp 15 juta dan Rp 18 juta.
“Nama Nusa atau memuat arti Tanah Air, berangkat dari misi kami untuk memulai karya kreatif asli Indonesia dengan harapan mampu mengenalkan kendaraan listrik di ranah nasional hingga internasional,” tukas CEO Nusa Motors, Domex Mandey.
Sebagai informasi, Nusa didirikan oleh dua pendirinya, Domex Mandey sebagai CEO dan Tomi Gunawan sebagai CIO. Keduanya berawal dari kesamaan membangkitkan industri otomotif nasional di mata dunia.