Antrian SPK Mazda CX-3 dan CX-5 Masih Panjang, Efek Suplai Terbatas Akibat Krisis Chip Semikonduktor

0
- Advertisement -

NMAA News – Salah satu tulang punggung penjualan Mazda di Tanah Air, yakni varian Mazda CX-Series masih mengalami kendala keterbatasan pasokan dari prinsipal. Hal ini akibat krisis chip semikonduktor yang membuat proses suplai Mazda CX dari negara produsen ke negara peminat menjadi terhambat.

Saat ini, Mazda CX Series yang masuk Indonesia masih diproduksi di negeri kelahirannya, Jepang. Adanya keterbatasan suplai beberapa model kendaraannya inilah yang menjadi kendala tersendiri bagi PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia.

Pemesanan CX Series saat ini yang masih mendominasi di Indonesia, datang dari model CX-3 dan CX-5 yang diimpor langsung dari Jepang. Terlebih yang dibuat Jepang ini juga harus dipasok ke berbagai negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Ricky Thio selaku Managing Director PT EMI saat berjumpa dengan media di Halal Bihalal Mazda Indonesia di Jakarta, Senin (30/5/2022), seiring pulihnya kondisi ekonomi di masa endemi saat ini, permintaan atau demand dalam negeri terhadap berbagai model Mazda di Indonesia sudah cukup baik dan memenuhi ekspektasi diharapkan.

Mazda CX-5

Sejak awal 2022 hingga saat ini, tercatat total SPK keseluruhan model Mazda yang dipasarkan di Indonesia, sudah mencapai 1.014 unit. Namun kendala utamanya, terletak pada pasokan unit yang terbatas akibat krisis chip semikonduktor.

Ricky membeberkan, kalau secara unit demand, Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang didapat pihaknya sudah bagus. “Tapi beginilah, kita ini memang terkendala suplai unit saja akibat imbas krisis chip semikonduktor. Daftar tunggu pun makin memanjang,” urainya.

Bagi pembeli unit Mazda pada awal tahun ini, menurut Ricky baru bisa menerima unitnya pada Juli-Agustus mendatang. Cukup lama, sehingga PT EMI terus berupaya ke prinsipal agar bisa secara bersama menuntaskan problem krisis chip ini.

“Selain krisis chip tersebut, beberapa waktu lalu beberapa negara kan sempat lockdown lagi termasuk China dan produk global kita juga. Sehingga sangat bergantung dari negara itu. Suplainya jadi susah,” sambung Ricky, yang mengemukakan kalau beberapa komponen Mazda terutama seri CX sudah banyak dibuat di Cina.

Sebagai bahan perbandingan soal suplai unit tidak sebanding dengan demand, Ricky menjabarkan kalau proses pengapalan yang biasanya mencapai 300 unit lebih tiap bulannya,  saat ini berkurang hingga 200-an unit saja.

“Semuanya pasokan unit itu kami ambil dari Jepang dan beberapa negara tetangga. Itu pun belum menentu, bisa saja kurang. Sehingga permintaan masuk sebanyak 1.014 unit pada tahun ini, baru bisa dipenuhi EMI sekitar 500-an unit saja,” ungkapnya.

Prediksinya, untuk CX-5 kita butuh waktu 2-3 bulan lagi atau sekitar Agustus-September 2022 mendatang untuk memenuhi permintaan tersebut. “Perkembangannya, kita sudah suplai hampir 500-an unit. Saya akui stoknya masih kurang. Kita terus berupaya bisa secepatnya. Hal ini kita komunikasikan terus dengan konsumen,” imbuh Ricky.

 

- Advertisement -