Ini Dampaknya Jika Mobil Di Atas 1.500 cc Diisi Pertalite

0
Foto: pertamina.com
- Advertisement -

NMAA News – Pemerintah dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) menimbang kendaraan yang dapat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar Subsidi bermesin 1.500 cc ke bawah.

Hal tersebut diungkapkan dalam paparan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam Rapat Panja dengan Komisi VI DPR, Rabu, 6 Juli 2022 lalu.

Kebijakan ini sendiri nantinya akan tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) beserta petunjuk teknis pembelian Pertalite.

Menurut Nicke jika kendaraan dengan spesifikasi mesin di atas 1.500 cc tetap nekat membeli Pertalite, maka nozzle BBM di SPBU otomatis tidak akan keluar.

“Kriterianya kan pemerintah yang punya. Jadi kami akan ikuti revisi perpresnya. Kriteria ada, lalu masuk ke sistem. Misalnya 1.500 cc maka otomatis di atas 1500 cc nanti otomatis nozzle nya gak akan keluar,” ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI.

Foto: mypertamina.id

Pembatasan Konsumsi

Nicke memaparkan berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas) dengan Menko Perekonomian, pembatasan pengguna Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite ditetapkan untuk roda empat plat hitam bermesin 1.500 CC ke bawah. Sedangkan untuk roda dua yaitu 250 cc ke bawah.

Jika aturan ini diberlakukan Nicke memprediksi akan mengurangi konsumsi Pertalite sebesar 1,78 juta Kiloliter (KL) menjadi 26,71 juta KL dari prognosa awal.

Demikian juga untuk penyaluran BBM jenis JBT Solar, setelah adanya pembatasan diproyeksikan masih akan terjadi over kuota sebesar 1,44 juta KL yakni di level 16,36 juta KL.

Oleh sebab itu, ini yang menjadi dasar Pertamina dan pemerintah terus berupaya melakukan pembatasan.

“Berdasarkan data departemen keuangan kalau kita membuat range untuk tingkat kesejahteraan masyarakat 40% masyarakat miskin dan rentan miskin mengkonsumsi 20% BBM subsidi tetapi 60 teratas sisanya itu lah yg mengkonsumsi 80 persen BBM subsidi,” katanya.

Pemilik kendaraan haruslah bijak memilih bahan bakar yang tepat. Karena akan sangat berpengaruh terhadap rasio kompresi mesin supaya bekerja optimal. Contohnya penggunaan BBM Pertalite biasanya menyasar rasio kompresi mesin 9:1 hingga 10:1. Sementara BBM Pertamax disesuaikan untuk rasio kompresi mesin 10:1 hingga 11:1.

- Advertisement -