NMAA News – Sejak 2005, Toyota Indonesia selalu menginisiasi gerakan penghijauan dan kepedulian lingkungan yang dikaitkan dengan solusi di masa depannya dan melibatkan generasi muda di dalamnya. Salah satu program yang terus berlanjut ini adalah Toyota Eco Youth (TEY) 2022.
TEY merupakan sebuah ajang yang digelar PT Toyota-Astra Motor dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang menjembatani kontribusi nyata generasi muda Indonesia bagi masa depan netralitas karbon.
Sejak dini, partisipasi aktif semua pihak terutama siswa di bangku sekolah menengah atas terus diakselerasi guna mendukung Pemerintah mencapai target pengurangan emisi secara optimal di tahun 2060.
TEY 12 mengundang kembali 50 sekolah terpilih yang pernah menjadi finalis TEY-8 sampai TEY-11 untuk berpartisipasi dalam programnya ke-12 tahun ini. Setelah mengikuti webinar dan pendampingan membangun ide inovasi lingkungan, ada 25 ide terbaik dinobatkan finalis untuk direalisasikan menjadi karya nyata.

Setelah melewati tahap tersebut, seluruh realisasi dari ide inovasi seluruh finalis akan diseleksi oleh dewan juri. Hari ini (18/10) terpilihlah Pemenang TEY ke-12 dengan eco project proposal terbaik hasil penilaian dewan juri yaitu SMA Negeri Bali Mandara.
“Proposal masuk di TEY tahun ini dibagi menjadi 3 kategori utama: Alternatif Energi, Alternatif Material, dan Pengelolaan Sampah yang Bertanggung Jawab. Toyota Indonesia melihat bahwa kesemua proposal tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon,” jelas Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM.
SMA Negeri Bali Mandara menjadi Juara Pertama dengan tema “Bioghum (Bio-briquettesFromSorghumWaste): Pemanfaatan Limbah Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L.) sebagai alternatif bahan bakar padat ramah lingkungan dengan konsep circular economy.” SMA Negeri Bali Mandara berhak atas hadiah uang tunai 100 juta rupiah yang diutilisasikan optimal untuk keberlanjutan proyek yang diusung.
Posisi kedua diraih SMA Negeri 5 Yogyakarta dengan proyek “Eco Charging Station: Transisi Energi Eco Friendly melalui Pendekatan Circular Carbon dengan Pemanfaatan Food Loss and Waste dan Biogas Limbah Kotoran Ternak.” SMA Negeri 5 Yogyakarta berhak atas uang tunai 75 juta rupiah.
Sedangkan juara ketiga TEY ke-12 dimenangkan SMA Negeri Unggul Seribu Bukit yang memprakarsai “Alat Penyulingan Sereh Wangi Murah Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan.” SMA di provinsi Aceh ini, berhasil memboyong hadiah uang tunai 50 juta rupiah untuk mengimplementasikan proyek ini secara keberlanjutan.

Juara Harapan 1 diraih SMA Negeri 3 Merauke Papua yang berhasil mempresentasikan ide proyek “Penggunaan ZOWAT (Zone Warning System) Meminimalisasi Banjir Bandang dengan Manfaat 3 in 1.”
Juara Harapan 2 dimenangkan SMA Negeri 6 Yogyakarta dengan tema “Pemanfaatan Limbah Padat Pohon Aren dan Limbah Plastik HDPE sebagai gas sintetik berbasis RDF (Refused Derifed Fuel) di Desa Jatimulyo, Kulonprogo, DIY. Juara Harapan 3 diperoleh SMK PGRI Telagasari dengan proyek berjudul “SAKEURDALANG Sahabat Lingkungan.”
Menghadapi tantangan era netralitas karbon, generasi muda Indonesia harus keluar sebagai generasi pemenang yang merubah tantangan yang ada menjadi sebuah peluang, salah satunya melalui kreativitas penghijauan yang diwujudkan melalui Program TEY.
“Aksi nyata generasi muda yang memegang peran strategis sebagai penggerak dan penggiat netralitas karbon dapat disebarluaskan sejak di bangku sekolah dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena perubahan baik sedini mungkin akan berdampak besar bagi ekosistem lebih hijau,” ujar Bob Azam, Direktur Hubungan Eksternal PT TMMIN.
“Pada TEY ke-12, peran generasi muda dalam gerakan lingkungan sudah terlihat. Selain respon positif pembuatan proposal ‘Eco-Project’, siswa SMA peserta TEY turut mengajak masyarakat sekitar atau stakeholders terkait turut berpartisipasi gerakan perbaikan lingkungan, khususnya kontribusi menuju netralitas karbon,” pungkas Suranywaty Tjandrasa, Director PT TAM.


