NMAA News – Peran strategis akan era transisi energi sebagai kunci keberhasilan penurunan emisi karbon di Indonesia, menjadi fokus tema rangkaian Seminar Nasional tahap ke-3 yang diselenggarakan hari ini Selasa (11/10) di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya yang mengangkat tema “Transisi Energi Baru Terbarukan Menuju Net Zero Emission (NZE) dan Tantangannya.”
Seminar nasional tahap ketiga bersama ITS kali ini akan memfokuskan tema pembahasan transisi EBT sebagai prioritas nasional Pemerintah. Pemahaman yang sama akan pentingnya dukungan penuh kepada Pemerintah dalam mewujudkan pengurangan karbon emisi yang nyata tentu membutuhkan partisipasi dan kontribusi aktif seluruh pihak.
Transisi energi didefinisikan dengan pemanfaatan dan peningkatan semaksimal mungkin pengunaan energi bersih. Pada implementasinya, upaya menuju era EBT juga menghadapi tantangan sendiri bagi Indonesia dengan sumber daya EBT berlimpah seperti tenaga surya, angin, panas bumi, bio energi, energi laut dan sebagaianya dengan karakteristik geografis yang beragam, dimana setiap wilayah memiliki potensi dan pendekatan strategi implementasi yang berbeda.

Kolaborasi Jadi Jembatan Transisi Energi
Sebagai bagian industri otomotif nasional, Toyota Indonesia berkomitmen berkolaborasi dan bersinergi bersama akademisi untuk memberi edukasi serta menyelaraskan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda yang berpartisipasi aktif mendukung peta jalan energi Pemerintah.
Optimalisasi potensi Indonesia yang memiliki sumber EBT, tentunya dalam pelaksanaanya juga harus memastikan perkembangan ekonomi yang berkelanjutan di semua lini kehidupan, terutama di masa pemulihan ekonomi nasional saat ini.
Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya dukungan terhadap Pemerintah dalam memanfaatkan EBT, peran akademisi dalam menyampaikan inovasi – inovasi teknologi yang dapat diterapkan dari proses hulu ke hilir oleh industri, menjadi salah satu kunci keberhasilan memperdalam pemahaman terkait peta jalan EBT di Indonesia. Salah satunya, industri otomotif melalui Life Cycle Assesment (LCA) yang menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap pengurangan karbon emisi di Indonesia.
Melalui transformasi industri otomotif, Toyota Indonesia hadir dengan pendekatan Multi-pathway yaitu sinergi ragam teknologi kendaraan elektrifikasi dan pemanfaatan energi rendah emisi seperti biofuel, ethanol dan hydogren, serta optimalisasi implementasi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam proses manufaktur lebih ramah lingkungan.
“Transisi menuju energi baru terbarukan memegang peran penting menjaga ketersediaan energi dan lingkungan lebih hijau untuk generasi di masa mendatang. Kami yakini netralitas karbon merupakan suatu keniscayaan. Harapannya kita bersama menyikapi perubahan tidak bisa dielakkan sebagai kesempatan baik untuk optimalkan pertumbuhan bangsa Indonesia,” ungkap Bob Azam Direktur Hubungan Eksternal PT TMMIN.
Seminar Nasional yang berlokasi di ITS ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diselenggarakan di pagi hari dengan 4 pembicara yang membawakan beragam topik pembahasan.
Pembicara Seminar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) – Dr. Ir. Taufiek Bawazier M.Si sebagai Keynote Speaker akan membuka seminar ini dengan mengangkat materi mengenai energi hijau untuk industri otomotif yang berkelanjutan – persepektif life cycle otomotif.
Selanjutnya, Co-Founder & Direktur Indonesia Research Institute for Decarbonization – Paul Butarbutar memaparkan kaitan dari sistem ekonomi rendah karbon dengan transisi EBT serta implikasi pada umumnya ke sektor industri manufaktur dan otomotif pada khususnya.

Pembicara dari ITS – Prof. Ir. Joni Hermana M.Sc. menjelaskan pengaruh energi terbarukan ke lingkungan dan perspektif akademi dalam tantangan/kesempatan untuk konsep transisi EBT. Pembicara representatif Toyota Indonesia Yoshiaki Ishimoto Vice President Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing akan memberi informasi mendetail mengenai peran otomotif industri untuk transisi EBT menuju NZE di Indonesia.
Pada sesi kedua, Direktur PLN Wiluyo Kusdwiharto memberikan detail informasi mengenai strategi PLN untuk transisi EBT menuju NZE. Sementara Presiden Direktur PT Pertamina GAS Ir. Gamal Imam Santoso memberikan peta jalan dan strategi energi transisi di PERTAGAS untuk netralitas karbon. Dan Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi B. Eng., M.Eng, Ms.
“Dengan menggandeng peran aktif akademisi, seminar ini harapannya mengedukasi serta memperdalam pemahaman mahasiswa sebagai generasi penerus mengenai peta jalan Pemerintah memasuki era EBT dan implementasinya. Sehingga semua elemen masyarakat berkontribusi aktif dan turut serta memanfaatkan EBT sebagai upaya pengurangan emisi demi Indonesia lebih bersih dan dapat dinikmati tidak hanya saat ini, namun berkelanjutan di masa depan,” ujar Bob Azam.
Toyota Indonesia meyakini, peningkatan kualitas dan pengetahuan SDM nasional merupakan elemen penting mencapai target netralitas karbon. Hal ini menjadi inisiasi penyelenggaraan rangkaian seminar nasional untuk mendukung upaya percepatan dan identifikasi aktivitas pengurangan karbon di setiap sektor potensial atau prioritas pemerintah dengan menggandeng 7 universitas nasional di Indonesia.
Kegiatan ini yang sudah dilaksanakan di Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Udayana (UNUD) dan saat ini di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Pada tahapan selanjutnya akan menyambangi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Muda (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Indonesia (UI).


