Lanjutkan ‘Everyone Can Race’, HPM Siapkan Program Balap untuk Peserta Berusia Senior

0
- Advertisement -

NMAA News – Seiring dengan selesainya gelaran One Make Race (OMR) Honda City Hatchback RS Speed Challenge 2022 dan OMR Honda Brio Speed Challenge 2022 pada Minggu (6/11/2022) kemarin, pihak PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai penyelenggara balapan tersebut langsung merancang kemeriahan untuk ajang balap yang sama di tahun depan.

Ajang balap OMR Honda yang sudah digelar selama 16 tahun sejak 2006 ini selain sebagai ajang balap paling konsisten yang berlangsung di Sentul, juga bertujuan menjadi tempat pembibitan untuk pebalap masa depan Indonesia.

Dalam OMR Honda musim balap 2022 ini tercatat masih ada peserta yang tak pernah absen di setiap balap yang digelar, hingga pebalap termuda yang sudah menunjukkan prestasi. Pebalap yang setia mengikuti OMR yakni di kelas Master, Benny Santoso, yang paling konsisten mengikuti OMR Honda sejak 2009.

Sedangkan pebalap muda yang baru hadir namun langsung menorehkan prestasi yakni Randy Rikya Azhari dari tim BL Racing Team. Pebalap muda berusia 14 tahun ini baru mengikuti ajang balap OMR Honda Brio di kelas Rookie tahun ini dan langsung muncul sebagai juara.

Dengan berbagai prestasi di OMR maupun kelas umum seperti Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race di Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), PT HPM berniat bakal menggelar kembali balap serupa dengan beberapa tambahan kelas yang juga akan menawarkan sensasi baru.

Saat ditanya pengembangan ajang balap ini selanjutnya, Yusak Billy, selaku Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) saat bertemu media di Sirkuit Sentul, Minggu (6/11/2022) mengungkapkan kalau pihaknya akan melanjutkan dua balap one make race yang sudah berjalan saat ini.

“Sekarang kita punya 2 OMR yakni untuk Honda City Hathback dan Honda Brio. Tentunya akan kami jalankan terus di tahun depan, belum ada perubahan. Kemudin kami lagi berpikir lagi, terkait jargon kami ‘Everyone Can Race’, kami lagi berpikir untuk mengembangkannya di tahap pebalap senior tahun depan,” beber Billy.

Ditambahkannya, untuk nanti tekniknya seperti apa, internal Honda Racing Indonesia dan HPM akan terus berdiskusi detail. Karena kalau mengacu Everyone Can Race itu, terlihat masih didominasi peserta muda. Lalu bagaimana dengan peserta yang sudah senior, yang sudah 50 tahun ke atas. Rencananya, ini yang akan kita akomodir,” jelas Billy.

Selanjutnya, pihak HPM dan HRI akan membahas lebih matang soal keikutsertaanya nanti berikut regulasinya. Sehingga jargon Everyone Can Race itu bisa masuk di semua kalangan usia, dari bawah hingga atas semuanya bisa melakukan balap.

“Untuk latar belakang peserta apakah harus datang dari pebalap juga, masih terus kita matangkan bersama HRI. Namun yang pasti harus berusia senior. Jadi kita bahas nanti komponen balapnya seperti apa, teknis detailnya itu bagaimana, grup atau teamnya nanti seperti apa, masih terus dibahas kami dan HRI dan akan diumumkan terpisah nanti,” ungkap Billy.

Menurut Billy, pengembangan kategori balap ini semangatnya memang merujuk pada jargon Everyone Can race. “Setiap orang bisa turun balap. Semangatnya dari jargon tersebut, dari usia berapapun bisa turut berpartisipasi di balap OMR ini. Bisa merasakan sensasi balap yang dihadirkan dari 2 model andalan Honda ini,” pungkas Billy.

 

 

- Advertisement -