NMAA News – Belum lama ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan wacana kalau Pemerintah akan memberikan insentif khusus bagi kendaraan listrik pada tahun 2023 mendatang.
Mengacu wacana tersebut, nantinya pembelian mobil listrik akan diberi insentif Rp 80 juta, untuk mobil hybrid mendapat insentif Rp 40 juta, sementara motor listrik sebesar Rp 8 juta. Sedangkan untuk konversi motor listrik mendapat insentif Rp 5 juta.

Adapun pemberian insentif itu bertujuan mempercepat era elektrifikasi dan mendorong minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Fokus peralihan bukan hanya pada pembelian unit baru kendaraan elektrifikasi, tapi juga menyasar pada konversi mesin konvensional ke motor listrik.
Sebelumnya dalam kesempatan terpisah saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI pada Rabu (9/12/2022), Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Taufik Bawazier mengatakan, pemerintah menargetkan 400 ribu unit mobil listrik bisa diproduksi pada 2025.
Taufik juga menambahkan, wacana insentif tersebut akan diberikan kepada pembeli mobil atau motor listrik dari produsen yang memiliki pabrik di Indonesia untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik.

Terkait wacana insentif tersebut, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan kalau Honda mendukung wacana pemerintah untuk memberikan insentif bagi pembelian mobil listrik.
“Segala sesuatu yang terbaik untuk pertumbuhan industri otomotif dalam negeri termasuk insentif untuk kendaraan listrik tersebut tentunya akan kami dukung,” kata Yusak di sela media test drive Honda WR-V di kawasan Ubud, Bali, Senin (19/12/2022).
Menurutnya, kendati Honda di Indonesia terkesan ‘low profile’ soal menghadirkan model terbaru kendaraan listrik di Indonesia, namun HPM sudah jauh hari memasukkan skema kendaraan ramah lingkungan ini dalam road map model yang akan dikeluarkan pada beberapa tahun ke depan.
“Dalam road map kami (Honda, red.) tersebut, kendaraan ramah lingkungan mencakup semua model hybrid, full battery (electric vehicle), hingga model hidrogen yang sudah lama dikembangkan prinsipal. Kita masih pelajari mana paling tepat untuk rencana elektrifikasi di Indonesia. Karena ini pastinya menyangkut soal investasi, kesiapan produksi dalam negeri, mata rantai industri, hingga persoalan SDM-nya,” jelas Billy.

Sedikit memberikan clue terkait wacana mobil ramah lingkungan Honda, Billy menyebut kalau pada 2023 mendatang, pihaknya berencana akan meluncurkan dua model kendaraan hibrida terbarunya.
“Nah model hybrid ini diharapkan bisa membantu mendukung gaya hidup ramah lingkungan karena bisa mengurangi emisi gas buang. Terlebih pelanggan Honda yang berharap ada produknya yang bisa segera dipasarkan,” pungkas Billy.
Pada ajang pameran GIIAS 2022 beberapa waktu lalu, Honda menampilkan Honda CR-V e-HEV dan Accord e-HEV di panggung utama booth Honda. Mengacu 2 model Hybrid EV yang akan ditampilkan, biasanya model teaser Honda yang sudah muncul di pameran, akan dipasarkan di Indonesia. Kita tunggu saja.

