Ikuti Tren Nasional, Penjualan Honda WR-V oleh Honda Surabaya Center Didominasi Varian RS CVT

0
- Advertisement -

NMAA News – Media Test Drive Honda WR-V yang berlangsung di Bali pada 19-21 Desember 2022 merupakan gelaran kerja sama PT Honda Prospect Motor (HPM) dengan Honda Surabaya Center (HSC) sebagai Main Dealer Honda untuk area Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Pemilihan kembali Bali sebagai destinasi media test drive kali ini setelah sebelumnya juga disambangi All-new Honda HR-V, lantaran Bali memiliki potensi wisata, pasar, dan medan yang mendukung karakter Honda WR-V sebagai Small SUV.

Dalam kesempatan bincang usai makan malam acara media test drive Honda WR-V di Mari Beach Club milik pesohor Raffi Ahmad di Seminyak, Bali, pada Selasa (20/12/2022), Wendy Miharja selaku Marketing & After Sales Service Director HSC mengatakan, karakter Honda WR-V sangat pas dengan kontur medan jalan dan aktivitas di Bali.

Wendy Miharja (kiri) selaku Marketing & After Sales Service Director HSC saat peluncuran Honda WR-V di ajang GIIAS Surabaya 2022, foto: HSC

“Sebenarnya kalau bicara soal tren itu sudah dibahas secara nasional ya. Kurang lebih tren peminat Honda di wilayah Jatim, Bali, Nusra itu kurang lebihnya sama dengan di daerah-daerah lain. Tapi memang tren SUV ini terus meningkat, termasuk di wilayah cakupan Honda Surabaya Center. Bali target kedua cetak volume setelah Surabaya,” jelas Wendy.

Menurutnya, untuk wilayah Bali sendiri, penjualan Honda bergerak membaik setelah keran pembatasan pandemi sudah dibuka di 2022 ini. “Untuk wilayah pemasaran kita (HSC) meningkatnya cukup drastis hampir dua kali lipat. Sementara untuk total market untuk Honda sendiri meningkatnya 60 persen di area pemasaran HSC,” ujar Wendy.

Namun karena ada kendala suplai chip semikonduktor yang masih membayangi, penjualan HSC meningkatnya sekitar 40-an persen. “Tapi WR-V sendiri responnya sangat baik di wilayah pemasaran kami, termasuk di Bali. Khusus Bali, WR-V juga cocok karena dimensi dan handling-nya pas dengan kebanyakan kontur jalan di Bali yang tidak terlalu lebar.”

Ditambahkan Wendy, mirip dengan penjualan Honda WR-V di tempat lain, permintaan SPK paling tinggi WR-V di wilayah Jatim, Bali, dan Nusra itu datang dari varian RS CVT. “Komposisi tepatnya 52 persen untuk RS CVT, lalu 46 persen untuk RS CVT – Honda Sensing. Sisanya yang 4 persen diisi WR-V tipe E,” papar Wendy.

Mengacu cukup tingginya prosentase penjualan varian RS CVT dengan Honda Sensing yang mencapai 46 persen dari total penjualan WR-V di wilayahnya, Wendy mengatakan tingkat pemahaman konsumen terhadap fitur keselamatan ini semakin tinggi dan memahami begitu pentingnya fitur keselamatan pada sebuah kendaraan.

“Masyarakat kini lebih aware dengan fitur keselamatan bagi dirinya dan keluarga. Itu sebabnya fitur ini makin diperhatikan calon konsumen kita. Fitur Honda Sensing penting tidak hanya untuik dirinya, tapi juga untuk keluarga dan orang lain,” beber Wendy.

Sedangkan untuk penjualan Honda keseluruhan model di Jawa Timur, kota Surabaya dan sekitarnya masih mendominasi penjualan dengan mencatat hampir 80 persen untuk semua model Honda. Lalu menyusul berikutnya Kota Malang dan Bali di posisi ketiga.

Mengenai profil pembeli Honda WR-V di lingkup pemasarannya, Wendy menjelaskan kalau sebagian besar pemesan SPK WR-V datang dari mereka memang loyalis Honda. Selebihnya, pemesan datang sebagai orang awam dengan Honda, ataupun mereka yang beralih dari merek lain untuk memilih Honda.

“Loyalis ini artinya, mereka yang masih memiliki Honda model lain, atau mereka yang pernah memiliki Honda, lalu balik lagi ingin memilikinya,” pungkas Wendy yang menyebut data profil pembeli berdasarkan survei internal yang dilakukan pihaknya.

 

 

 

- Advertisement -