NMAA News – Bisnis produk aftermarket otomotif terus menunjukkan geliat positif usai pandemi. Hal ini terkait terbukanya kesempatan para pemilik kendaraan untuk memberi sentuhan segar usai lama berdiam di rumah.
Salah satu usaha alternatif yang bisa ditekuni untuk mengembangkan peluang usaha adalah, membuka jasa pembuatan stiker personalisasi pada bodi motor atau mobil. Ya, peluang usaha pembuatan stiker motor ini bisa mengubah hobi menjadi cuan.
Pasalnya, ketertarikan aplikasi cutting atau printing stiker pada bodi kendaraan memang lagi marak. Aksesori pelapis ini selain melindungi bodi kendaraan dari goresan sebagai dampak pemakaian, juga berpengaruh pada daya tarik kendaraan.
Terkait peluang usaha printing stiker tersebut, saat peresmian kolaborasi bahan stiker Maxdecal X Epson di Jakarta, Meldy Feryanto, Sales Manager PT Mulia Mandiri Supply (MMS) distributor resmi mesin printing Epson digital, mengakui kalau beberapa bulan belakangan, mesin digital printing untuk stiker kendaraan makin diminati.

Menurut Meldy, saat Indonesia diterpa badai pandemi, pihaknya sebagai supplier pembelian mesin digital khusus stiker mobil dan motor masih beruntung bisa terus survival. “Bahkan pembelian unit terus bertambah, tidak terpengaruh saat pandemi Covid-19 merebak di Indonesia,” sebut Meldy.
Menurutnya, peluang usaha printing stiker ini terbuka lebar dan tidak terpengaruh gejolak sosial yang berpotensi mempengaruhi proses penjualan. “Pasalnya, kami melihat keunikan dan potensi besar usaha digital printing stiker. Bahkan di saat pandemi ternyata hobi motor dan mobil saja tidak berhenti,” jelas Meldy.
Meldy menyarankan kalau diseriusi, hobi pun berpeluang menjadi cuan. Terutama bagi mereka yang ingin membuka atau memperluas usaha printing stiker. Sebagai gambaran, untuk memulai usaha stiker motor dan mobil, bisa merogoh kocek mulai Rp 200 juta.
“Untuk tipe mesinnya disesuaikan dari warna itu ada yang Rp 300-400 juta. Biasanya kalo orderan sudah banyak, mereka tingkatkan dari 4 warna ke versi komplit 10 warna seperti tipe Epson SureColor S80670 ,” jelas Meldy.
Sebagai tambahan fitur produk, guna memperpanjang durasi usia stiker yang telah dicetak untuk outdoor, Meldy menyarankan untuk bisa menambah mesin laminating PPF yang berkisar harga sekitar Rp 35 juta.

Menurutnya, soal pangsa pasar tak perlu dikawatirkan. Pasalnya peminat stiker bodi ini cukup signifikan di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Bali, dan Surabaya. Bahkan pencapaian BEP bila diperhitungkan secara kasar, bisa tercapai di kisaran 6-9 bulan dengan estimasi normal pada 1 tahun BEP.
Ditambahkan Meldy, selain mesin cetak mumpuni, kualitas bahan stiker tentunya menjadi faktor penting pada hasil akhir. Baik secara tampilan warna, maupun kemudahan saat pemasangan. “Dalam hal ini, bahan stiker Maxdecal kami rekomendasikan, cocok dengan performa mesin printing Epson kami,” sebut Meldy.
Terkait layanan purna jual dari mesin printing digital Epson, PT MMS menjamin keberadaan servis hingga penggantian komponen apabila ada kerusakan. Bahkan PT MMS turut membantu mendistribusikan mesin lama ke pengusaha baru mulai atau membutuhkan.
“Kita bantu jualkan mesin lama ini ke teman-teman digital printing yg butuh mesin. Untuk garansi mesin dari Epson tinta ecosolvent berlangsung 2 tahun. Komponen Print head yang seharga 25 juta punya garansi 2 tahun,” jelas Meldy.
Dari aspek perawatan, mesin digital printing Epson sudah memiliki automatic maintenance. “Khusus maintenance manual, ada cairan dan tissue khusus untuk membersihkannya. Mekanik spesial kami siap mendatangi lokasi. Pengerjaannya juga sebentar, hanya 1 hingga 2 menit. Bahkan kalau mau, bisa dikerjakan sendiri karena praktisnya,” tutup Meldy.


