NMAA News – Selama tiga hari (23-25/11/2023), Wuling Motors mengajak sejumlah media nasional merasakan performa dan kelengkapan fitur model elektrifikasi terbarunya setelah Air ev, yakni Wuling BinguoEV, di seputaran kawasan BSD, Tangerang Selatan. Selain mendapat penjelasan rinci soal teknis dan fitur yang diusung Wuling BinguoEV, kami pun berkesempatan mengendarai tiga unit BinguoEV sambil merasakan performa dan fitur pendukungnya secara langsung.
Eksplorasi pertama yakni mengakses berbagai fungsi pengaturan kendaraan dan hiburan serta melihat informasi penting selama mengemudi melalui layar ganda 10.25 inci TFT Dual Screen yang terintegrasi dengan multi-information display dan juga head unit.
Menempati posisi di atas Air EV, varian BinguoEV mengedepankan cita rasa dan kenikmatan mengemudi yang berangkat dari slogan ‘Premium Driving Experience’ yang bertujuan lebih memanjakan penggunanya dalam pengalaman dan kenyamanan berkendara.

Cita rasa dan kenikmatan mengemudi yang dikemas lebih premium dari Wuling BinguoEV sudah dirasakan sesaat sbelum memasuki kabin. Pasalnya, akses masuk BinguoEV bisa memanfaatkan Smart Entry Key untuk membuka dan menutup kunci pintu.
Kemudahan ini berlanjut, saat saya mencoba menyalakan kendaraan, kini tidak perlu menggunakan kunci atau tombol. Dengan fitur Smart Start System, pengguna cukup pasang sabuk pengaman, injak rem, hingga tulisan ‘Ready’ muncul pada layar.
Saya yang menempati jok pengemudi juga dapat menyesuaikan posisi tubuh pada bangku yang sudah dilengkapi 6-way Electric Seat Adjustment, pengaturan kaca spion secara elektrik untuk sudut pandang sesuai keinginan.

Saya pun sekarang bersiap memulai perjalanan. Untuk mengoperasikan BinguoEV sangat mudah. Tinggal pindahkan transmisi pada Rotary Gear Selector (P-R-N-D) seperti transmisi otomatis biasa. Posisi rotary gear ini berada pada konsol tengah. Oiya, untuk merilis rem parkir, tinggal tekan tombol Electric Parking Brake.
Sebelum berjalan, saya juga bisa memilih dulu mode berkendara sesuai keinginan hati dan kebutuhan perjalanan. Ada empat pilihan mode berkendara yakni Eco, Eco+, Normal, Sport. Nah apa bedanya Eco dan Eco+?
“Harap dipahami kalau mode Eco+ itu bukan berarti lebih hemat dari Eco. Melainkan sedikit lebih bertenaga dari pilihan mode berkendara ‘Eco’nya. Jadi memang yang paling hemat baterai itu di mode Eco,” tutur Danang Wiratmoko, selaku Product Planning Wuling Motors.

Selain itu, guna menyesuaikan kebutuhan pengguna dan berefek pada pengisian baterai nantinya, menurut Danang, tersedia pula pilihan tiga daya regeneratif yakni Weak, Standard, dan Strong.
Asiknya, saat menemui jalan lengang, kami bisa menikmati mode jelajah konstan pada BinguoEV dengan mengaktifkan Cruise Control dan mengatur kecepatan jelajah melalui tombol pada roda kemudi yang dipandu pada indikator di layar monitor.
Pada jalur pengetesan, terdapat trek lurus sepanjang hampir 200 meter untuk mencoba akselerasi BinguoEV. Usai memutar rotary gear pada posisi D dan mengubah mode berkendara ke ‘Sport’, saya pun langsung menginjak full pedal gas hingga mentok.

Tendangan akselerasi BinguoEV sebagai sebuah city car pun cukup responsif, meski cenderung halus sesuai peruntukannya bagi kaum urban. Responsivitasnya ini juga mendukung BinguoEV saat harus berkelit di tengah padatnya lalu lintas kota.
Tingkat kenyamanan kabin, menurut saya cukup senyap menahan intrusi suara deru ban dan angin dari luar. Ringannya lingkar kemudi serta kontur jok yang ergonomis, sangat mendukung kenyamanan berkendara BinguoEV. Oiya, visibilitas mengemudi juga clear, memudahkan saat parkir dan bagi sebagian kaum wanita yang doyan menyetir.
Keakuratan dan ringannya handling BinguoEV juga dirasakan saat saya membawanya melewati area parkir challenge dan kun zig-zag. Pantauan kamera belakang yang tersambung ke layar monitor, sangat memudahkan parkir dengan presisi. Begitu pula saat meliukkan bodinya di antara kun yang menghadang, terasa minim gejala limbung.

Jalur impresi berkendara BinguoEV yang memanfaatkan jalan lingkungan kawasan BSD ini juga sengaja menghadirkan posisi stop and go di kontur jalan yang tidak rata atau menanjak. Di sini saya bisa memanfaatkan fitur Auto Vehicle Holding (AVH) yang menahan kendaraan dalam posisi diam setelah berhenti sempurna.
Fitur lain yang juga membantu, Hill Hold Control (HHC) yang menahan posisi mobil tidak mundur ke belakang saat ‘stop and go’ di jalanan menanjak. Mobil listrik kedua Wuling ini juga dibekali creeping function yang otomatis membantu mobil memberi daya bergerak maju saat melepas rem pada jalanan rata maupun menanjak.
Yang memudahkan lagi, selama perjalanan mencoba BinguoEV saya merasa terbantu dengan pengoperasian berbagai fungsi kendaraan yang dapat diakses melalui head unit berukuran 10,25 inci.

Mulai pengaturan jendela dan lampu kendaraan. Lalu, dalam pilihan Pusat Daya, saya juga dapat mengatur mode berkendara (selain menggunakan tombol fisik pada kanan setir), intensitas pemulihan daya, hingga peringatan batas kecepatan maksimum.
Melalui layar tersebut, saya juga dapat mengatur kecepatan kipas, temperatur, hingga mode pada AC selain menggunakan kenop secara fisik. Selain itu, berbagai kemudahan lainnya bisa digunakan melalui head unit seperti radio, musik, hingga telepon dengan dukungan 4 Full Range Speakers.

Guna memberi informasi penting selama berkendara, BinguoEV dilengkapi layar instrumen cluster berukuran 10.25 inci. Layar indikator ini sajikan berbagai informasi kendaraan mulai beberapa ikon status dan peringatan, petunjuk kecepatan, putaran motor listrik, pilihan gigi, hingga odometer. Saya juga dapat memantau status kapasitas baterai, sisa jarak tempuh, mode berkendara, dan tentunya pilihan daya regenerative.
“BinguoEV menjadi solusi mobilitas ramah lingkungan yang menekankan fungsionalitas dan kemudahan pengalaman mengemudi sebuah mobil listrik ikonik dan modern. Pengguna dapat berkontribusi bagi lingkungan lebih hijau serta meraih berbagai kemudahan mobilitas hariannya dengan BinguoEV,” pungkas Danang.

