Tim Peugeot Menangkan FIA WEC dan ACO Low-Carbon Impact Award

0
FINOT Jean-Marc (fra), Director of Stellantis Motorsport, portrait during the Bahrain FIA World Endurance Championship Rookie Test 2023, on November 5, 2023 on the Bahrain International Circuit, in Sakhir, Bahrain - Photo Joao Filipe / DPPI
- Advertisement -

NMAA News – Pada kejuaraan FIA WEC di Bahrain 2023, Tim Peugeot menangkan penghargaan Low Carbon Impact Award. Ini penghargaan kedua selain memenangkan FIA WEC di Bahrain.

Stellantis Group menetapkan strategi mengurangi emisi gas rumah kaca dengan tujuan mengurangi karbon pada 2038. Stellantis Motorsport siapkan program dekarbonisasi dan mengidentifikasi beberapa pilar aktivitas di empat bidang utama.

Keempat bidang tersebut adalah produksi mobil dan suku cadang, logistik, pengemudi, tim, dan keterlibatan karyawan.

Sebagai bagian dari Penghargaan Low Carbon Impact, Tim Peugeot TotalEnergies berfokus pada tiga dari empat tantangan yang disarankan ACO.

Antara lain mengukur jejak karbon, mengonsumsi lebih sedikit dan lebih ramah lingkungan, dan akhirnya menetapkan tujuan berkomitmen signifikan mengurangi emisi pada 2030.

Stellantis Motorsport bermitra dengan TotalEnergies dan Capgemini, yang ahli di bidangnya. Capgemini mendukung Stellantis Motorsport dalam menentukan strategi dekarbonisasi di sekitar 4 area di atas dan implementasinya.

FINOT Jean-Marc (fra), Director of Stellantis Motorsport, portrait during the Bahrain FIA World Endurance Championship Rookie Test 2023, on November 5, 2023 on the Bahrain International Circuit, in Sakhir, Bahrain – Photo Joao Filipe / DPPI

Misalnya, penggunaan bahan bakar terbarukan TotalEnergies oleh pesaing WEC berhasil menghemat lebih dari 66% emisi.

Selain itu, para insinyur dilatih mengintegrasikan prinsip desain ramah lingkungan dalam bidang keahlian mereka. Caranya, optimalkan penggunaan material ramah lingkungan.

Grup memasukkan kriteria lingkungan dalam semua tender serta logistik, tim bekerja sama dengan promotor kejuaraan untuk menerapkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu tindakan yang diterapkan sejak 2022 adalah mendorong penggunaan transportasi laut, mengurangi bobot suku cadang dan mobil yang diangkut, serta mengoptimalkan dan mengurangi perjalanan tim untuk tes dan balapan akhir pekan.

Agar seluruh karyawan berupaya mencapai tujuan ini, lokakarya telah diselenggarakan di pabrik Satory untuk membahas penyebab dan konsekuensi perubahan iklim berkat Climate Fresk.

Stellantis Motorsport memiliki visi lebih besar dari yang diminta peraturan Motorsport yang merupakan bagian dari politik global guna menjadikan dunia sport otomotif lebih ke arah yang berkelanjutan.

FINOT Jean-Marc (fra), Director of Stellantis Motorsport, portrait during the Bahrain FIA World Endurance Championship Rookie Test 2023, on November 5, 2023 on the Bahrain International Circuit, in Sakhir, Bahrain – Photo Joao Filipe / DPPI

Hal ini merupakan tantangan besar mencapai tujuan tersebut, langkah awal yang harus dilakukan, meraih status bintang tiga program akreditasi lingkungan hidup FIA akhir 2023.

“Kami bangga menangkan penghargaan Carbon Low Impact. Kami sambut inisiatif baru ACO dan FIA WEC yang mencari solusi sport sustainability. Penghargaan ini hasil seluruh kerja keras Tim Peugeot TotalEnergies dan Stellantis Motorsport,” ujar Claire Magnant, Manajer Program Stellantis Motorsport.

Claire juga menyampaikan rasa terima kasih untuk tim Capgemini Invent yang selalu mendukung pihaknya setiap hari dalam mengerjakan balapan penuh semangat ini.

Menurutnya, pihaknya meluncurkan proyek ini untuk mengurangi jejak karbon pada 2022. Sejak itu, kami identifikasi beberapa rencana tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Semua tim terlibat dalam proyek ini, mulai dari R&D, departemen pembelian, SDM hingga logistik dan semua tim balap. “Ini adalah masalah besar dan kami semua berkomitmen untuk mengatasinya,” pungkas Claire.

- Advertisement -