NMAA News – Perjalanan hari pertama (7/9/2023) rombongan Media Adventure Mitsubishi XForce dimulai dari Bandara Internasional Adi Soemarno, Solo, Jawa Tengah, menuju Kota Salatiga dilanjutkan berakhir di Kota Semarang. Total, ada 10 mobil disiapkan PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang semuanya merupakan tipe tertinggi, Ultimate.
Hhari pertama diisi dengan perjalanan menempuh jalur dari Solo menuju kota Semarang. Agar lebih optimal mengenal karakter XForce, rombongan media sengaja diarahkan melewati kawasan perkotaan dan pedesaan dengan kondisi jalan beragam, termasuk melintasi Tol Trans Jawa.
Pertama duduk di belakang setir, kebetulan saya mendapat kesempatan pertama membawa XForce di hari pertama ini, saya merasakan atmosfer mengemudi yang mirip dengan Xpander. Ya, karena XForce dan Xpander memang datang dari satu platform.

Kesamaan platform inilah yang membuat feeling berkendara dan posisi duduk hampir mirip untuk kedua model ini. Namun sebagai sebuah SUV, XForce memang menawarkan visibilitas lebih leluasa sebagai efek dari ground clearance lebih tinggi dibanding Xpander.
Soal ground clearance ini, XForce memiliki gap paling tinggi dibanding kompetitornya di kelas yang sama, yakni mencapai 222mm. Kendati begitu, sistem suspensi yang diadopsi XForce kami nilai cukup meredam bantingan di jalan berlubang hingga mereduksi gejala limbung saat berlari kencang di tol Trans Jawa.
Duduk di jok pengemudi, lagi-lagi konturnya mengingatkan saya pada ergonomika jok Xpander yang konturnya empuk. Jarak dan ketingggian kursi dapat diatur sesuai postur tubuh driver. Namun saya merasakan, lebar sandaran jok malah seperti kurang lebar dibanding milik Xpander. Sedikit bermasalah bagi mereka yang bertubuh gemuk.

Saat setelah bertukar posisi mengemudi, saya pun mencoba duduk di jok penumpang baris kedua. Impresi pertamanya, empuk, lapang, dan nyaman! Ya, terlebih ketika kursi penumpang ini dapat diatur sesuai keinginan. Begitupun ruang kaki (legroom) terasa begitu luas untuk pergerakan kaki.
Meningkatkan kenyamanannya, kursi baris kedua bisa disetel tegak atau lebih rebah dengan posisi reclining di sudut 17-33 derajat. Jok belakang juga berkonfigurasi 40:20:40 dengan material jok kulit dilengkapi fitur antiheat guard technology, yang membuat penumpang terasa lebih nyaman.
Memiliki ground clearance tertinggi di kelasnya 222 mm, mobil ini dapat melibas berbagai kondisi jalan, dengan suspensi tetap terasa empuk walau melintasi jalanan setengah beraspal. Pada saat berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan tol Trans Jawa, saya dapat memaksimalkan fitur cruise control dan blind spot monitoring.

Untuk fitur hiburan, XForce memang punya sederet keunggulan. Saya merasakan bisa lebih menikmati perjalanan jauh dengan nyaman berkat racikan audio system Dynamics Sound Yamaha. Dentuman melodi dari produk Yamaha ini menciptakan relaksasi di hati dan secara fisik.
Sistem audio Yamaha ini memiliki empat pilihan mode suara yang bisa disesuaikan dengan karakter lagu yang diputar, yakni signature, powerful, lively, dan relaxing. Dilengkapi delapan speaker suara audio yang memunculkan suara bulat yang dapat didengar dengan baik hingga penumpang belakang.
Ooiya saat ngebut di tol Trans Jawa, sistem audio Yamaha pada XForce juga mampu beradaptasi dengan tingkat kecepatan mobil dan kondisi jalan berkat sematan fitur Speed Compensated Volume. Fitur ini memungkinkan suara audio terdengar lebih maksimal dengan kenaikan volume secara otomatis guna imbangi intrusi suara luar masuk kabin.

Agar berbagai informasi dalam mobil mudah dibaca pengemudi, XForce memiliki fitur Advanced Monolithic Display and Meter, terdiri atas Smartphone-link Display Audio (SDA) 12,3 inci, dilengkapi fungsi dan konten menarik dengan Wireless Connectivity Android Auto and Apple Carplay4, serta Digital Driver Display 8 inci.
Untuk keamanan dan kenyamanan, Mitsubishi XForce membenamkan fitur Dual Zone AC berteknologi NanoeX. Fitur antibakteri dan virus ini diklaim mampu mereduksi molekul berbahaya, menghilangkan bau dalam kabin, dan mencegah kulit kering akibat periode penggunaan AC yang lama.
Pada hari kedua, Jumat (8/9/2023) Setelah hampir seharian membawa XForce di hari pertama, kesempatan menjadi penumpang saya manfaatkan dengan mencoba duduk di jok samping pengemudi dan juga mencoba kenyamanannya di jok belakang.
Perjalanan hari kedua ini bakal menguras kemampuan XForce dari kota Semarang menuju Yogyakarta dengan melintasi wilayah perbukitan dengan kontur jalan menanjak dan turunan yang melewati jalur Salatiga, Kopeng, hingga ke Magelang.

Saat berkeliling kota Semarang yang cukup padat, XForce yang dilengkapi fitur easy handling dengan radius putar kecil, sangat membantu pengemudi saat harus putar balik dan bermanuver di jalanan sempit.
Di tengah kepadatan lalu lintas ini, keberadaan fitur Blind Spot Warning, Rear Cross traffic Alert, serta Auto Light Control dari XForce juga menolong pengemudi dalam memposisikan kendaraannya saat berjalan.
Sementara di jalur menantang Kopeng yang legendaris menuju Magelang yang dipenuhi kelokan dan tanjakan panjang, performa XForce terasa maksimal berkat Active Yaw Control (AYC), fitur keselamatan ADAS seperti Active Stability Control, dan Hill Start Assist begitu mendukung dan memberi kepercayaan diri lebih saat mengemudi.

Kendati menghadapi tanjakan dan turunan panjang serta curam, XForce kami rasakan mampu melewatinya dengan tenang. Performa ini antara lain didukung jenis transmisi CVT- yang mirip Xpander, namun pada XForce telah menjalani penyempurnaan kembali sehingga disebut tuned-CVT.
Menurut Ngabehi Marzuq, dari Product Planning PT MMKSI, XForce menggunakan transmisi CVT yang sama dengan New Xpander. “Namun respon CVT XForce lebih baik. Karena transmisi CVT Mitsubishi XForce telah menjalani proses tuning atau setting yang berbeda,” ungkap Bei, sapaan akrabnya.
Ditambahkannya, transmisi CVT XForce bisa berubah secara otomatis sesuai medan dan kontur jalan yang dilewati. Misalkan saat mobil sedang menanjak, maka tenaga yang akan dihasilkan akan 25 persen lebih besar tanpa harus banyak menginjak pedal gas. “Di kondisi ini, pengemudi jadi tak perlu menginjak dalam pedal gas,” tuturnya.

Begitu sebaliknya, ketika melewati jalan menurun, secara otomatis transmisi CVT XForce akan mengurangi daya yang diterimanya dari mesin hingga 10 persen untuk membantu daya engine brake.
“Peningkatan transmisi ini mampu memberi keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara saat melewati turunan maupun tanjakan. Termasuk penghematan bahan bakar. Fitur ini kerap ditemui di mobil-mobil kelas premium,” imbuh Bei.
Oiya, selama perjalanan menuju lokasi aktivitas arung jeram, si pengemudi bisa sambil memilih empat drive mode sebagai fitur andalan XForce. Yakni normal, wet, gravel, atau mud, sesuai kondisi perjalanan.
Menariknya, ada salah satu fitur XForce yang baru pertama tersemat di mobil sekelasnya, yaitu Driving Score. Fitur pintar ini dapat menilai seberapa baik pengemudi menjalankan kendaraan.

Mulai cara mengerem, berakselerasi, melakukan manuver, hingga mengendalikan setir. “Driving score ini kalau dipakai konsisten, akan mampu mengubah perilaku berkendara seseorang. Karena si pengemudi akan selalu merasa mendapat tantangan untuk bisa meraih skor tertinggi,” jelas Bei.
Secara keseluruhan, format suspensi dan handling XForce terasa nyaman. Baik saat duduk sebagai pengemudi maupun penumpang. Performanya cukup mumpuni melibas aneka jalan yang beragam. Mulai dari jalan tol, pedesaan, hingga perkotaan yang padat.
Menilik konsumsi BBM selama perjalanan sejauh 240 km ini, kami mampu mencetak rata-rata konsumsi bahan bakar sepanjang rute Solo-Semarang-Yogyakarta mampu mencapai 14,1 kpl. Cukup efisien dengan kondisi lalu-lintas padat dan medan jalan naik-turun.


