House of Volkswagen Sentul Rayakan Satu Tahun Kehadirannya di Dunia VW Klasik Indonesia

0
- Advertisement -

NMAA News – Tepat satu tahun di awal 2025 menjadikan House of Volkswagen Sentul (HOV’S) semakin eksis di blantika dunia Volkswagen (VW) klasik di Tanah Air. Sederet prestasi diraih dan sejumlah event digelar HOV’S selama kurun waktu setahun belakangan.

HOV’S merupakan gerai koleksi kendaraan klasik produk Volkswagen (VW) yang dimiliki dan diinisiasi Founder-nya, R. Adi Yunadi Endjun. Gerai HOV’S memiliki 20-an unit Volkswagen klasik berbagai model, terutama VW Type-1 (Beetle) dan VW Type-2 (Combi).

HOV’S merupakan wujud ‘passion’ seorang Adi Endjun sebagai refleksi kecintaannya terhadap mobil legendaris dunia ini. Old Volkswagen seolah menjadi ‘darah daging’ yang menyertai setiap langkah dan kiprahnya di dunia otomotif Indonesia.

HOV’S merupakan bagian dari JS Foundation yang kini selain sebagai sebuah gerai, juga mulai menggerakkan berbagai sektor otomotif seperti drag race, one make race, hingga event pameran dan kumpul antar sesama penggemar VW di Tanah Air.

Untuk itu, guna memperingati berdirinya HOV’S dalam setahun eksistensinya yang dimulai pertama kali pada 1 Januari 2024 tersebut, JS Foundation selaku induk semua unit usaha termasuk HOV’S, menggelar syukuran satu tahun berdirinya HOV’S pada Sabtu (4/1/2025).

Dalam acara yang berlangsung penuh syukur tersebut dan berlokasi di Museum HOV’S, area Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Adi menyampaikan rasa syukurnya di mana HOV’S bisa meraih beberapa target sejak pertama dicanangkan eksistensinya.

“Untuk tahun pertama, langkah ini sesuai harapan. Kami sukses selenggarakan berbagai event, dukung pelaksanaan event lain, restorasi mobil koleksi, hingga wujudkan museum VW pertama di Indonesia dan Asia yakni Museum VW HOV’S ,” ujar Adi.

Dalam sambutannya, Founder HOV’S, Adi Yunadi Endjun mengatakan, HOV’S terbentuk dengan keinginan untuk membangkitkan kembali era kejayaan Volkswagen klasik beserta seluruh ekosistemnya. Baik secara keberadaan mobil VW lawasnya, komunitas, restorasi hingga kiprahnya di dunia balap di Indonesia.

“Untuk mencapai semua itu, HOV’S berkomtmen mewujudkannya secara positif. Dengan langkah inovasi dan kreasi yang selalu terdepan. HOV’S mendukung segala upaya ke arah sana dengan segala kemampuan yang ada. Setahun HOV’S di negeri ini sudah membawa dan ‘menghidupkan’ kembali sejumlah cerita dan prestasi,” jelas Adi.

Adi menambahkan, bukti nyata kerja keras HOV’S membangkitkan dan menumbuhkan kembali semangat positif di masa lampau dalam dunia VW indonesia, telah terwujud dalam 21 kegiatan atau event yang sukses digelar HOV’S. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di beberapa kota lain di Indonesia.

“Ini bukti kalau HOV’S lebih ke aksi nyata, bukan hanya sekadar bahasan tidak terealisasi. Coba lihat sekarang, drag race VW makin ramai. Hampir semua klub VW punya tim balap. Belum lagi atas nama perorangan dan bengkel. Semuanya jadi bergairah menyambut hal positif seperti ini,” lanjutnya.

Adi juga ungkapkan, HOV’S memulai meracik kembali berbagai agenda acara yang akan diwujudkan selama tahun kegiatan 2025. Baik yang dilakukan secara mandiri maupun kerjasama dengan pihak lain atau klub VW lainnya.

Terkait pengembangan koleksi HOV’S, pada 2025 ini, HOV’S mulai fokus pada membangun unit VW lawas yang berorientasi tampilan orisinal. “Selama ini memang arahnya lebih ke resto-kustom. Karena saya juga senang dengan VW modis dengan tampilan ‘ceper’,” senyum Adi.

Sebagai unit pertama yang akan dibangun mengacu tampilan orisinal, yakni sebuah VW Safari atau VW 181 Think berkelir abu-abu yang saat ini tampil di salah satu koleksi di Museum HOV’S. Penampilan VW Safari ini memang lebih ke aliran resto-custom dengan aplikasi drop-spindle dan penyetelan paling rendah suspensi belakang.

 

 

- Advertisement -