NMAA News – Tepat pertengahan November 2024 lalu, bertempat di Dome – Senayan Park, Jakarta Selatan, PT Jetour Motor Indonesia (JMI) resmi merilis dua model Sport Utility Vehicle (SUV) di segmen berbeda, yakni Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus. Masing-masing hadir dalam dua varian pilihan dengan nama sama; Journey dan Inspira.
Saat peluncuran tersebut, Jacky Yang, President Director PT JETOUR Motor Indonesia mengungkapkan kalau Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus hadir dengan karakter disesuaikan kebutuhan dan tipikal masyarakat Indonesia. “Semua fitur, performa, hingga harganya disesuaikan kebutuhan di sini,” ujar Jacky.

Secara keseluruhan, Jetour Dashing memiliki desain ramping dan sporty dengan bodi bergaya coupe 3D. Gagang pintunya dirancang tersembunyi, mencerminkan tren mobil modern saat ini. Interior Dashing menawarkan nuansa berkelas dan kabin luas.
Di pasar SUV Compact di Indonesia, Jetour Dashing bakal menghadapi popularitas Honda HR-V, Hyundai Creta, dan Mitsubishi XForce. Terlihat berat? Memang iya. Pasalnya ketiga kompetitornya ini selain dikenal dengan realibilitas dan performanya, juga imej dan namanya tersosialisasi cukup positif di benak konsumen otomotif Indonesia.
Karena itu, artikel berikut coba mengupas komparasi data dan fakta dari fitur dan performa Jetour Dashing bila dibanding kompetitornya yakni Honda HR-V dan Hyundai Creta. Sehingga bisa diambil kesimpulan bagaimana kemampuan Jetour Dashing dalam menghadapi ketatnya persaingan di SUV B-Segment.

Sebagai konsep keseluruhan SUV-nya, Jetour definisikan esensi konsep Travel+ dengan menggabungkan elemen klasik dan futuristik guna menciptakan kendaraan tidak hanya memukau mata, tetapi mampu menemani penggunanya dalam perjalanan sehari-hari maupun petualangan jarak jauh.
Bagian eksterior Jetour Dashing mengadaptasi gaya “mecha technology”, memanifestasikan rasa kepercayaan diri dan semangat meraih kesuksesan. Ini untuk merepresentasikan SUV 5-Seater yang tampak gagah dan sporty dengan bentuk bodi proporsional.
Warna Baru Jetour Dashing
Selain desain bodi yang tegas namun proporsional, Jetour Dashing memiliki pilihan warna menarik dibanding kedua kompetitornya tersebut. Saat IIMS 2025, Jetour menambah varian warna baru yakni Bloodstone Red, Phantom Grey, dan Vanilla Blue. Warna ini melengkapi warna sebelumnya; Black dan White.

Pemilihan tiga warna baru ini bagi Jetour Dashing tentu punya makna, bukan sekadar penambahan alternatif pilihan saja. Ketiga warna ini juga diharapkan memberi terobosan dan imej baru untuk sebuah SUV di Tanah Air.
Bloodstone Red memancarkan aura kepercayaan diri, ketegasan, motivasi tinggi, dan kemampuan hadapi tantangan. Penggunaan warna cerah seperti merah, juga menunjukkan karisma tersendiri dan keberanian tampil berbeda dan menonjol.
Warna Phantom Grey dipilih untuk merepresentasikan sudut pandang profesionalisme. Warna ini tenang namun kuat, modern namun tetap relevan nilai klasik. Bagi penggunanya, warna ini memunculkan rasa percaya orang-orang di sekitarnya.

Sementara itu, Vanilla Blue adalah representasi visual optimisme, keceriaan, dan profesionalisme muda yang punya semangat meraih kesuksesan. Warna ini mewakili semangat kreatif, inovatif, sekaligus berkelas.
Keunggulan Jetour Dashing
Selain desain striking dan pilihan warna menarik, Jetour Dashing disematkan banyak fitur fungsional dan punya banyak kelebihan. Untuk eksterior, bisa disimak tampilannya yang sekilas bikin eye catching.
Gaya sporty terlihat dari Coupe sport 3D dengan gagang pintu tersembunyi, sementara lampu depan LED dan lampu belakang memberi kesan futuristik kuat. Melengkapi sosoknya Jetour Dashing mengusung velg 19 inci yang memperkuat gaya trendy pemiliknya.


Sedangkan kompetitornya, HR-V menyematkan velg berukuran 18 inci dan Creta cukup bermain di ring 17 inci. “Seperti kita ketahui, kalangan muda di Indonesia antusias dengan besaran velg. Makin gede ukurannya, terlihat makin gagah. Nah kami coba akomodir itu dengan sematkan ukuran 19 inci ke Dashing,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Director PT JETOUR Motor Indonesia.
Sebagai SUV 5-seater segmen-C terbesar di kelasnya, Jetour Dashing menawarkan headroom (ruang kepala) dan legroom (ruang kaki) yang lapang. Sebagai kendaraan yang bisa diajak traveling bebas, bagasinya berkapasitas 486 liter. Cukup luas dan leluasa membawa banyak barang.
Interior Jetour Dashing dinilai lebih luas karena memiliki dimensi (PxLxT) 4.590 mm x , 1.900 mm x 1.685 mm. Serta jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 2.720 mm. Menjamin kemampuannya melibas jalanan tak rata, ground clearance Jetour Dashing mencapai 210 mm.


Coba bandingkan dimensi (PxLxT) Honda HR-V yang 4.385 x 1.790 x 1.590 mm dan dimensi Hyundai Creta PxLxT yakni 4.315 x 1.790 x 1.630 mm. Untuk wheelbase, HR-V dan Creta sama-sama berjarak 2610 mm. Untuk ground clearance, HR-V 196 mm dan Creta 200 mm.
Konsep Travel+ Jetour Dashing diperkuat penyematan sunroof panoramic dengan diagonal hingga 75 inci. Keberadaan panoramic sunroof luas ini diyakini bakal memberikan sensasi pengalaman berkendara bagi pengemudi dan penumpangnya selama perjalanan. Tidak bikin bosan dan penuh keceriaan.
Pesaingnya, Honda HR-V hanya berupa panoramic roof yang untuk membukanya dilakukan manual dengan mencopot cover-nya memakai tangan dari kaitnya. Sedangkan Creta lebih modern, turut melengkapi dirinya dengan panoramic sunroof mirip Dashing.


Mempermudah pengemudinya sekaligus meningkatkan aspek keselamatan, terdapat 540° Camera System untuk optimalkan daya pandang pada sekeliling mobil. Terdapat pula layar 10.25 inch dual screens, Wireless Apple CarPlay dan Android Auto.
Untuk kemudahan parkir, Jetour Dashing memiliki fitur 360 Panoramic Parking Assist. Fitur kemudahan ini yang tidak ditemukan pada HR-V dan Creta. Jika Dashing mengusung kamera 540, maka HR-V dan Creta cukup dengan kamera 360.
Untuk hiburan di kabin, HR-V tempatkan 6-speaker standar dengan layar infotainment 8 inci. Di sini Creta lebih unggul dari Jetour dan HR-V, karena Creta menyematkan 8 speaker bikinan Bose yang terkenal akan kualitas suaranya. Layar infotainment Creta hanya berukuran 8 inci.


Untuk sistem koneksi audio, HR-V masih andalkan kabel untuk sistem koneksi dari gawai ke head unit. Sedangkan Creta sudah memanfaatkan juga wireless carplay untuk sistem ICE kabinnya dan wireless charging berkekuatan 15W.
Semua aplikasi fitur hiburan kabin pada Jetour Dashing ini didukung komponen bahasa Inggris dan Indonesia yang memudahkan pengaturan fitur hiburan, pengontrolan, dan navigasi saat di perjalanan.
Perjalanan jauh dengan Jetour Dashing semakin komplit berkat adanya wireless charger berkekuatan 50W. Cukup taruh gawai di lokasi wireless charger, maka Anda tidak perlu kawatir kehabisan daya selama perjalanan. Sesimpel itu, lantaran tak butuh banyak kabel charger yang bikin ribet.

Keunggulan lainnya, penggunaan mesin 1.5 Turbo pada Jetour Dashing semburkan daya 156 PS dan torsi 230 Nm. Apalagi didukung transmisi 6 DCT (Dual Clutch Transmission), menghasilkan akselerasi responsif yang halus, padat tanpa jeda, dan fun driving.
Bila dibandingkan, Honda HR-V memakai transmisi otomatis model CVT yang juga responsif dan halus. Sementara Hyundai Creta masih mengusung transmisi otomatis konvensional.
Dari aspek top speed, data pabrikan menunjukkan Dashing mampu berlari hingga 180 kpj. Sementara HR-V juga sama, mampu hingga 180 kpj. Sedangkan Creta menyentuh di kecepatan maksimal 178 kpj.

Hal ini kami buktikan sendiri saat mencoba Dashing ke Bandung. Performa mesin ini memberi pengalaman berkendara ‘fun to drive’ sesuai gaya anak muda dinamis. Kami mencoba paddle shift yang memang efektif saat bertemu medan menanjak, tikungan, hingga turunan tajam.
Akselerasi Jetour Dashing 0-100 kpj hanya dalam 10,5 detik. Ini tentunya memberi performa responsif di berbagai kondisi jalan. Keberadaan paddle shift untuk pindah gigi secara manual tanpa perlu injak kopling, menghadirkan sensasi ‘fun-to-drive’ lebih optimal.
Untuk Honda HR-V catatan spesifikasi yang kami terima untuk akselerasi 0-100 kpj ditempuh 13,6 detik. Sementara Hyunda Creta menempuhnya dalam 12 detik. HR-V memakai transmisi model CVT, sedangkan Creta mengadopsi model AT.

Aplikasi suspensi independen di keempat roda Dashing dengan model McPherson di roda depan dan Multi-link di roba belakang, menciptakan kestabilan dan kenyamanan maksimal. Hasilnya, bikin mobil lebih nyaman dan mudah dikendalikan, bahkan di jalan tidak rata.
Kendati Dashing, HR-V, dan Creta sama-sama menggunakan suspensi depan McPherson pada roda depan, namun untuk suspensi belakang HR-V dan Creta menyematkan tipe Torsion Beam. Dari beberapa input, aplikasi Multi-link masih dianggap lebih nyaman dan stabil untuk sebuah SUV.
Berikut Tabel Perbandingan Fitur dan Performa antara Jetour Dashing, Honda HR-V, dan Hyundai Creta:
| Merek | JETOUR | HONDA | HYUNDAI | |
| Model | Dashing | H-RV | Creta | |
|
Basic |
Dimension |
4590 x 1900 x 1685 | 4385 x 1790 x 1590 | 4315 x 1790 x 1630 |
| 2720 | 2610 | 2610 | ||
| Ground Clearance | 210 | 196 | 200 | |
| Wheel | R19 | R18 | R17 | |
|
Powertrain |
Suspension |
Front : McPherson | Front : McPherson | Front : McPherson |
| Rear : Multi-link | Rear : Torsion Beam | Rear : Torsion Beam | ||
| Transmission | 6 DCT | CVT | AT | |
| Acceleration 0-100km/h | 10.5 | 13.6 | 12 | |
| Top speed | 180 | 180 | 170 | |
|
Fitur |
Camera 540 | Yes | 360 Camera | 360 Camera |
| 360 Panoramic Parking Assist | Yes | No | No | |
| 180 Transparent territory | Yes | No | No |
| Infotainment Screen | 10.25 | 8 | 8 | |
| Wireless Carplay | Yes | Wire | Yes | |
| Wireless Charging | 50W | No | 15W | |
| Speaker | 6 Sonny | 6 | 8 BOSE | |
| Sunroof | Panoramic | Ordinary | Panoramic | |
| Airbag | 6 | 6 | 6 |

