NMAA News – Teknologi elektrifikasi di dunia otomotif terus berkembang pesat. Honda pun tidak tinggal diam.
Melalui varian HR-V e:HEV, pabrikan asal Jepang ini menghadirkan sistem hybrid yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan pengalaman berkendara yang halus dan intuitif.
Sistem yang digunakan disebut e:HEV, dan di balik namanya, tersimpan cara kerja yang cukup unik dibanding sistem hybrid konvensional lainnya.

Mengandalkan Motor Listrik sebagai Sumber Tenaga Utama
Berbeda dengan kebanyakan mobil hybrid yang bergantian menggunakan mesin bensin dan motor listrik, sistem e:HEV justru mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama.
Mesin bensin tidak langsung menggerakkan roda dalam sebagian besar kondisi berkendara.
Sebaliknya, mesin berperan sebagai generator listrik yang membantu mengisi daya baterai dan mendukung kerja motor listrik saat dibutuhkan.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan, Honda menggunakan Strong Hybrid (e:HEV), di mana motor listrik jadi penggerak utama, dan mesin bensin hanya aktif saat dibutuhkan.

“Hasilnya? Performa tetap bertenaga, efisiensi optimal, tanpa perlu ubah kebiasaan berkendara,” ujar Billy, saat peluncuran HR-V hybrid, di Jakarta, Selasa (10/6/2025).
“Motor listrik lebih dominan. Bukan mobil bensin yang didukung listrik, tetapi mobil listrik yang didukung bensin,” kata Billy.
Pada dasarnya, ada tiga mode kerja utama yang digunakan sistem e:HEV, yakni:
- EV Drive Mode
Digunakan saat mobil melaju dengan kecepatan rendah atau saat stop & go di kemacetan. Pada kondisi ini, mobil sepenuhnya menggunakan tenaga dari motor listrik. Mesin bensin akan mati total, membuat pengendaraan lebih hening dan bebas emisi. - Hybrid Drive Mode
Digunakan saat akselerasi atau membutuhkan tenaga tambahan. Mesin bensin akan menyala untuk menghasilkan listrik, yang kemudian disalurkan ke motor listrik. Meski mesin hidup, tenaga tetap disalurkan ke roda melalui motor listrik. - Engine Drive Mode
Saat mobil melaju di kecepatan tinggi yang konstan, mesin bensin akan langsung menggerakkan roda melalui koneksi kopling langsung. Ini merupakan skenario di mana penggunaan mesin justru lebih efisien daripada motor listrik.
Transisi antar mode berlangsung otomatis dan halus, tanpa hentakan, sehingga pengemudi nyaris tidak merasakan pergantian sumber tenaga yang sedang bekerja.

Performa dan Efisiensi Berjalan Seiring
Di balik kap mesinnya, HR-V e:HEV dibekali mesin 1.5L DOHC i-VTEC dengan siklus Atkinson yang menghasilkan tenaga 106 PS dan torsi 127 Nm.
Sementara motor listriknya justru lebih bertenaga dengan output 131 PS dan torsi instan mencapai 253 Nm.
Kombinasi ini memberikan sensasi akselerasi cepat dan responsif khas kendaraan listrik, namun tetap hemat bahan bakar.
Berdasarkan uji coba di rute Jakarta–Anyer–Jakarta oleh sejumlah media, HR-V e:HEV mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar luar biasa di kisaran 25–30 km/liter, jauh di atas rata-rata SUV bermesin bensin konvensional.
Tiga Mode Berkendara
Honda melengkapi HR-V e:HEV dengan tiga pilihan mode berkendara:
- Econ Mode: Mengoptimalkan efisiensi bahan bakar, cocok untuk penggunaan harian di dalam kota.
- Normal Mode: Memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi.
- Sport Mode: Respons throttle lebih agresif, cocok untuk pengemudi yang menginginkan pengalaman berkendara lebih dinamis.
Tidak Perlu Charge, Siap Digunakan Kapan Saja
Berbeda dengan mobil listrik murni atau plug-in hybrid, pengguna HR-V e:HEV tidak perlu repot mencari colokan listrik.
Sistem e:HEV mengisi ulang baterai secara otomatis melalui mesin bensin dan proses regenerative braking dimana energi dari deselerasi atau pengereman dikonversi kembali menjadi daya listrik untuk mengisi baterai.
Kesimpulan: Teknologi e:HEV, Solusi Cerdas di Tengah Transisi Elektrifikasi
Dengan sistem e:HEV, Honda berhasil menghadirkan teknologi elektrifikasi yang praktis, efisien, dan nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan Indonesia.
Bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil ramah lingkungan tanpa harus bergantung pada infrastruktur charging, HR-V e:HEV menjadi pilihan yang sangat relevan.
Efisiensi tinggi, performa responsif, dan transisi tenaga yang mulus menjadi nilai jual utama SUV hybrid dari Honda ini. Tak heran jika e:HEV dipandang sebagai jembatan teknologi menuju era elektrifikasi penuh yang kini semakin dekat.


