NMAA News – Sebagai bagian dari kampanye global #BULLILOVEstories, Volkswagen Indonesia juga menjadi tuan rumah kisah perjalanan Christian Schlüter, Spokesperson for Volkswagen Commercial Vehicles Old-timer & Campervans and Founder of #BULLILOVEStories.
Christian sebagai perwakilan Volkswagen Commercial Vehicles asal Jerman, dalam perjalanan mengampanyekan #BULLILOVEStories, tiba di Yogyakarta dengan hadir langsung di gelaran Jogja VW Festival (JVWF) 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gajah Mada (UGM), 10-13 Juli 2025.
Hingga saat ini, Christian telah menempuh lebih dari 125.000 km di 41 negara dengan menggunakan ID.Buzz. Perjalanan menuju Jogjakarta ini sekaligus menjadi penanda partisipasi resmi VW Indonesia dalam kampanye tersebut.
“Perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta bersama ID.Buzz menjadi pengalaman sangat berkesan: nyaman, dan efisien. Ini juga membuktikan mobil listrik ini memang dirancang untuk perjalanan panjang menyenangkan,” cerita Chris, sapaan akrabnya.
Diakui Chris, selama perjalanan di Indonesia yang dilakukannya, telah meninggalkan memori mendalam bagi dirinya, terutama besarnya sambutan hangat komunitas Volkswagen di Indonesia.
“JVWF 2025 memperlihatkan bahwa Bulli bukan sekadar kendaraan, tetapi bagian dari hidup yang layak kita rayakan bersama,” ujar Christian yang juga memiliki VW Kombi Camper Van peninggalan keluarga besarnya yang kini masih dirawat oleh pamannya.
Menurut Chris, para penggemar dan pemilik VW klasik di Indonesia memiliki semangat dan solidaritas tinggi terhadap koleksinya. “Dan saya salut setelah mendengar pula, masih banyak pemakai VW klasik ini yang masih membawanya untuk kegiatan harian,” ucapnya.
Chris juga menyampaikan apresiasinya, bahwa gelaran khusus VW seperti JVWF ini bisa terus menjaga marwah kecintaan dan kepemilikan akan VW yang bersifat kultural dan mengakar. Bermulai dari inti keluarga hingga berkembang ke tengah masyarakat.
“Dari hal seperti keterikatan emosional hingga fanatisme atas produk VW, maka tercipta budaya yang bakal menjadi ciri khas. Bukan hanya kebutuhan tapi bagaimana menemani di segala jenis mobilitas,” imbuhnya.
Chris menganggap, proses akulturasi budaya ol’skool dan nu’skoll yang terkait produk di Indonesia dianggap berjalan lancar dan sesuai keinginan pihaknya.
“Penerimaan kendaraan listrik VW di Indonesia saya anggap baik. Ini terbukti antusiasme tinggi yang didapat ID.Buzz.”