NMAA News – Antusiasme masyarakat terhadap mobil listrik BYD terlihat jelas selama gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
BYD bersama Denza berhasil mencatatkan 4.615 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran berlangsung.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Luther Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia, di acara Media Test Drive BYD Atto 1 di Yogyakarta, Rabu (14/8).
Menurut Luther, waktu pengiriman mobil bagi konsumen yang memesan selama GIIAS 2025 akan bervariasi.

“Awal-awal (pengiriman ke rumah konsumen) di bulan Oktober, sekarang sudah mencapai November, bahkan sudah sampai ke Desember. Tergantung tipe dan warna,” ujar Luther.
Artinya, konsumen yang memesan di GIIAS 2025 perlu menyesuaikan ekspektasi dengan ketersediaan unit yang diinginkan.
Faktor yang memengaruhi seperti pilihan warna dan varian Atto 1, turut andil berperan cepat atau lambatnya proses pengiriman ke rumah pembeli.
Sayangnya, BYD tidak membeberkan rinci jumlah SPK untuk masing-masing model. Jumlah spesifik pemesanan Atto 1 belum diungkapkan secara detail.
Sehingga porsi kontribusinya dari total SPK semua model BYD yang dijual selama pelaksanaan pameran GIIAS 2025 masih menjadi tanda tanya.

Pencapaian SPK tinggi ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap BYD Atto 1. Salah satu yang menjadi penyebab tingginya antusiasme ini adalah soal harga.
Apalagi mobil listrik ini sempat menjadi sorotan di GIIAS 2025 berkat harga mulai Rp 195 juta. Lalu, fitur lengkap yang bersaing dengan mobil bermesin bensin di kelas LCGC.
Hadirnya BYD Atto 1 yang dibanderol mulai Rp 195 juta secara langsung menantang dominasi model LCGC konvensional seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio.
Terlebih, Atto 1 menawarkan teknologi kendaraan listrik dan fitur modern yang selama ini belum umum disematkan di segmen tersebut.

