Suzuki Twin Disulap Jadi PocketBunny GTR, Mini Skyline R32 Paling Unik di Tokyo Auto Salon 2026

0
'PocketBunny GTR' Foto: Hiroki Kozuka
- Advertisement -

NMAA News – Tokyo Auto Salon 2026 baru saja dimulai dan langsung menghadirkan karya modifikasi yang sukses mencuri perhatian publik.

Bukan supercar atau mobil balap berdaya besar, melainkan sebuah Suzuki Twin kei car mungil yang jarang dikenal yang diubah menjadi miniatur Nissan Skyline R32 dengan eksekusi luar biasa.

Suzuki Twin merupakan mobil kei class (ultra compact) unik yang diproduksi khusus untuk pasar Jepang pada 2003 hingga 2005.

Mobil ini sejatinya dirancang sebagai kendaraan kota yang sederhana dan efisien, sehingga jarang menjadi basis proyek modifikasi ekstrem atau tampil di ajang otomotif besar.

Namun di Tokyo Auto Salon, Pandem/Rocket Bunny bersama Hardcore Tokyo membuktikan bahwa mobil kecil pun bisa menjadi pusat perhatian. Keduanya memperkenalkan “race conversion kit” untuk Suzuki Twin yang mengubahnya menjadi replika mini Skyline R32 paling keren yang bisa dibayangkan. Proyek ini diberi nama “PocketBunny GTR.”

Transformasi tersebut dikerjakan oleh J Beat Custom Shop, dengan dukungan kolaborasi dari Sunoco dan Donut Media.

‘PocketBunny GTR’ Foto: Hiroki Kozuka

Tingkat pengerjaannya begitu detail dan rapi, hingga sekilas mobil ini terlihat seperti model skala atau mainan, bukan kendaraan sungguhan.

Larry Chen, fotografer otomotif internasional, tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap proyek ini, “Saya benar-benar jatuh cinta dengan ‘Choro-Q’ R32 GT-R mini ini yang dibangun oleh  jun hardcore tokyo dan Kei Miura. Ini mungkin mobil dengan tenaga paling kecil di seluruh lantai Auto Salon, karena dari pabrik hanya menghasilkan 27 hp dari mesin tiga silinder,” ujar Larry Chen.

‘PocketBunny GTR’ Foto: Carcult Thailand

Disebut kalau PocketBunny GTR berbasis Suzuki Twin dengan bobot hanya sekitar 1.200 lbs atau 544 kg, menjadikannya sangat ringan. Meski memiliki tenaga minim, konsep dan detail pengerjaannya justru menjadi daya tarik utama.

Larry Chen juga mengungkap rencana pengembangan lanjutan dari sang builder, Target Jun adalah mengubah mobil ini menjadi penggerak roda belakang (RWD) dan memasang mesin rotary. Yang benar-benar gila, mobil ini dibangun hanya dalam waktu dua minggu,” tambahnya.

Detail bodi PocketBunny GTR dikerjakan menggunakan teknik vacuum forming oleh Kei Muria, termasuk pada bagian lampu depan, demi mempertahankan proporsi agresif ala Skyline R32 dalam ukuran super kompak.

Suzuki Twin PocketBunny GTR menjadi bukti bahwa kreativitas modifikasi tidak selalu soal tenaga besar atau ukuran ekstrem.

Dengan ide gila, eksekusi presisi, dan sentuhan humor, mobil kecil ini justru menjadi salah satu karya paling menyenangkan di Tokyo Auto Salon begitu rapi hingga hampir tak terlihat nyata, dan sukses membuat siapa pun yang melihatnya tersenyum.

Ada yang bisa bikin kayak gini di Indonesia? Harusnya sih ada ya!

- Advertisement -