NMAA News – Di tengah tekanan pasar kendaraan niaga dengan sejumlah dinamika faktor ekonomi yang naik-turun, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menutup tahun 2025 dengan kinerja dan performa solid.
Penerapan sejumlah strategi tepat sasaran melayani konsumen di Tanah Air, menjadi pilihan tepat PT IAMI di 2025 dalam menghadapi gonjang-ganjing pasar yang kadang tak menentu.
Masuk di 2026 sambil berkaca pada segenap tantangan di 2025, PT IAMI menargetkan pertumbuhan bisnis lebih baik, mempertahankan layanan berpusat pada kebutuhan pelanggan sebagai solusi mobilitas usaha menguntungkan.

Hal tersebut diungkapkan Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT IAMI saat memaparkan pencapaian Isuzu After Sales 2025 sebagai salah satu hasil Triple Action Strategy terapan pihaknya.
“Tahun 2025 adalah periode penuh dinamika. Mulai kondisi ekonomi fluktuatif, pengambilan keputusan pelanggan terus berkembang, hingga persaingan di segmen kendaraan niaga makin kompetitif,” jelas Rian.
Namun dengan strategi disiplin dan fokus kebutuhan pelanggan, Isuzu tidak hanya mampu bertahan tetapi juga menjaga performa bisnis tetap solid dan berkelanjutan.

“Market share 29% di 2025 bukti kepercayaan pelanggan terhadap Isuzu sebagai ‘Real Partner, Real Journey’ yang menguntungkan bisnis pelanggan,” imbuh Rian, menanggapi pertanyaan media soal tingkat penerimaan pasar terhadap produk Isuzu.
Pencapaian pangsa pasar kendaraan niaga 29,0% menjadi bukti nyata resiliensi Isuzu di tengah persaingan makin sengit dan tantangan sepanjang tahun.
“Tahun lalu, kami hadirkan performa produk yang tidak terlepas dari kendaraan yang sesuai kebutuhan pelanggan,” tukas Rian.

Hasilnya, Isuzu Traga mampu menunjukan performa luar biasa bagi bisnis PT IAMI dengan berkontribusi 47,5% dari total penjualan. Kemudian disusul Isuzu ELF sebesar 23,7% dan Isuzu GIGA mencapai 18,2%.
Pertumbuhan bisnis PT IAMI di Indonesia juga ditunjukan lewat Isuzu Unit in Operation (UIO) yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan Isuzu UIO ini diimbangi kebutuhan akan dukungan purna jual. Sekaligus peluang meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih mudah dijangkau pelanggan Isuzu.

Strategi layanan purna jual berpusat ke kebutuhan pelanggan ditunjukkan melalui tambahan armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB). Dari 156 unit menjadi 162 unit yang siap ‘jemput bola’ konsumen di berbagai lokasi.
Lalu pertumbuhan Bengkel Mitra Isuzu (BMI) dengan standarisasi Isuzu Indonesia dari 165 unit menjadi 175 unit. Serta dukungan penuh jaringan part shop meningkat dari 1.930 titik pada 2024, menjadi 2.097 titik pada 2025 .
Pelanggan juga akan mendapatkan dukungan penuh 4 unit Part Depo untuk pastikan konsumen segera mendapat suku cadang dibutuhkan. Hingga layanan Mechanic & Part on site di area khusus seperti pertambangan ataupun perkebunan.

Dukungan penuh layanan purna jual PT IAMI membuat revenue penjualan suku cadang tumbuh 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya dan terus meningkat selama 5 tahun terakhir
Selain itu, PT IAMI dengan fasilitas Isuzu Karawang Plant sebagai basis produksi menunjukan ekspor lebih dari 8.000 unit kendaraan ke 25 negara di berbagai kawasan, termasuk Amerika Latin, Asia Tenggara, hingga Asia Selatan.


